Menteri Agama Buka Sidang Sinode GBKP XXXV di Retreat Center Sukamakmur

Agama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, untuk itu Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan hidup beragama. Perlu saling percaya antar anggota masyarakat, karena itu merupakan modal dasar bekerja sama untuk pembangunan. Sikap tulus dan tidak saling curiga secara berlebihan perlu dikembangkan agar kebersamaan dalam membangun negeri yang sejahtera dapat diwujudkan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Sidang Sinode XXXV GBKP di Retreat Centre Sukamakmur, Sabtu (11/4).

Bila kerukunan umat dan masyarakat sering terganggu, maka potensi membangun kehidupan masyarakat akan terhambat dan akhirnya membuat bangsa sulit keluar dari krisis. Saat ini katanya, Kementerian Agama sedang mempersiapkan RUU Perlindungan Umat Beragama dengan mengundang semua tokoh agama dalam pembahasannya hingga menjadi representasi kepentingan semua umat beragama. Ini dibuat sebagai upaya menyatukan persepsi dalam mengatasi persoalan keagamaan.

Menag berharap, melalui Sidang Sinode GBKP, dapat mendorong semangat baru dalam mengimplimentasikan iman, menggairahkan kebersamaan dan memerangi keserakahan dan kezaliman di tengah masyarakat. Sidang juga diorientasikan mengajak masyarakat untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, tindak kriminalitas dan penyakit sosial, katanya.

Sementara itu Plt Ketua Moderamen GBKP, Pdt DR Erick J Barus DTh dalam kata sambutannya menyebutkan, persidangan sinode adalah program 5 tahunan untuk mengevaluasi program 5 tahun yang lalu dan menetapkan Garis-Garis Besar Pelayanan (GBP) GBKP untuk masa 5 tahun yang akan datang. Membahas dan menetapkan Tata Gereja periode 2015-2025 sebagai dasar pelayanan 10 tahun kedepan.

“Persidangan akbar ini, sebagai sarana persidangan pelayanan khusus untuk membicarakan dan mengambil keputusan tentang pergumulan kehidupan gereja dan tugas panggilan dalam terang Firman Allah sesuai dengan Tata Gereja Bab V pasal 30 : 1. Untuk itu, dalam sidang sinode ini kita diajak untuk bersama-sama menggumuli tema dan subtema sidang sinode serta mengintegrasikannya dalam GBP 2015-2020 serta mengkonkritkan dalam program kegiatan tahunan yang disesuaikan dengan tema tahunan selama lima tahun kedepan,” kata Pdt Erick.

Disamping Pdt Erick juga menyampaikan beberapa permasalahan di GBKP berdasarkan penelitian Litbang antara lain kualitas SDM yang masih membutuhkan pembinaan secara kontiniu dan profesional. Kaum muda kurang dipuaskan oleh ibadah gereja hingga mencari alternatif lain, untuk itu perlu pelayanan yang lebih sesuai perkembangan zaman. Dibutuhkan inovasi baru dan program yang transformatif untuk menghadapi tantangan zaman. Untuk itu gereja harus terus bekerja sesuai dengan tritugas gereja (Marturia, Koinonia, Diakonia) dalam bentuk konkrit.

Ketua Umum Panitia Sinode GBKP ke XXXV dan Jubileum 125 tahun GBKP, Ir Setia Dharma Sebayang MM dalam kata sambutannya mengatakan, sidang sinode akan memilih Moderamen yang baru periode 2015-2020. Diharapkan dapat membawa GBKP ke arah pelayanan seperti Yesus Kristus yakni dilayani bukan melayani. Mempunyai kompetensi, berintegritas, berkomitmen dalam pelayanan.

Sidang sinode diharapkan berlangsung lancar mengacu tata tertib, saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, lebih mengutamakan kepentingan seluruh jemaat, hingga menghasilkan keputusan strategis untuk pengembangan GBKP yang dapat memberikan manfaat bagi jemaat GBKP serta masyarakat Indonesia.

Sinode dibuka Menag dengan memukul gong didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, Moderamen GBKP, Ketua Umum Panitia Ir Setia Darma Sebayang dan lainnya. Pada kesempatan itu Menag ditabalkan menyandang marga Barus Bebere Sebayang dan dikenakan seperangkat pakaian adat Karo.

Hadir pada acara tersebut Ketua Umum PGI Pdt Dr Henriette Lebang, Sekjen GKPI Pdt Oloan Pasaribu STh, Kombes Tabana Bangun mewakili Kapoldasu, Kolonel Halilintar Sembiring mewakili Pangdam I/BB, Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan, anggota DPRDSU Baskami Ginting, Ir Derom Bangun, Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin MARS, Kakanwil Kemenagsu Drs Tohar Bayu Angin dan ribuan jemaat perwakilan seluruh GBKP.

Seusai pembukaan dilanjutkan dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt Deonald Sinaga PhD (pengkhotbah) dan Pdt Jonpianus Tarigan dan Pdt Ita Apulina Br Kacaribu (Liturgis). Acara juga diisi dengan koor dari Mamre, Moria, Tarian Procesional dari KAKR. (Humas)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai