Moderamen GBKP Sosialisasikan Tata Gereja GBKP 2015-2025 dan Garis Besar Pelayanan GBKP 2016-2020

Tata Gereja dan Garis Besar Pelayanan (GBP) sudah diputuskan dalam Sidang Sinode GBKP-XXXV beberapa waktu yang lalu. Untuk menindak lanjuti keputusan Sidang Sinode tersebut Moderamen GBKP melakukan Sosialisasi Tata Gereja GBKP 2015-2025 dan Garis Besar Pelayanan GBKP 2016-20120, Retreat Center 29-30 Juli 2015 yang dihadiri oleh Badan Pekerja Majelis Klasis (dulu BP Klasis ) dan utusan Kategorial Pusat Moderamen GBKP.

Dalam kebantian pembukaan yang dibawakan oleh Kabid Pembinaan Moderamen GBKP Pdt. Yunus Bangun, M.Th mengatakan bahwa Tata Gereja dan GBP GBKP ini bukan hasil karya satu atau sekelompok orang namun merupakan hasil karya semua jemaat GBKP yang mengutus perwakilannya untuk membahas Tata Gereja dan GBP GBKP ini. Lebih lanjut Pdt. Yunus Bangun dengan adanya Tata Gereja dan GBP GBKP yang baru ini dapat menjadi semangat baru untuk membangun jemaat ke arah yang lebih baik lagi.

Ketua Umum Moderamen GBKP dalam sambutan dan pengarahannya mengucapkan selamat kepada Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK) yang baru terpilih sebagai kawan sekerja Moderamen GBKP dan dia berharap dengan kehadiran BPMK yang baru ini yang didominasi oleh orang-orang muda, GBKP akan lebih baik kedepannya. Pdt. Agustinus juga mengatakan bahwa dalam Tata Gereja dan GBP GBKP yang baru ini sangat terlihat bagaimana sebenarnya indentitas dari GBKP, sehingga dia berharap agar semua peserta yang hadir dapat dengan serius mengikuti sosialisasi tersebut.

Sekum Moderamen GBKP Pdt. Rehpelita Ginting, S.Th, M.Si juga menyampaikan bahwa kedepannya GBKP akan mempersiapkan ahli-ahli Tata Gereja yang berasal dari lingkungan GBKP.

Pdt. Lazarus H.Purwanto, Th.D sebagai konsultan Tata Gereja GBKP sangat mengapresiasi Tata Gereja GBKP yang merupakan hasil dari GBKP sendiri. Selanjutnya dia mengatakan bahwa pentingnya Tata Gereja bagi setiap gereja dan pada umumnya setiap gereja yang ada di dunia mempunyai tata gereja. Lebih lanjut Pdt. Lazarus mengatkan bahwa tata gereja itu berfungsi sebagai sarana atau alat bagi gereja agar gereja secara menyeluruh dapat menata kehidupannya dan menjalankan tugas panggilannya di dunia. Masih dalam presentasinya Pdt. Lazarus yang merupakan ahli dalam Tata Gereja ini mengatakan ada beberapa sifat Tata Gereja yaitu :

Melayani
Tata Gereja adalah sarana yang diperlukan oleh gereja meskipun secara hakiki gereja tidak boleh tergantung secara mutlak kepada Tata Gereja. Dengan demikian sebagai sarana yang diperlukan oleh gereja, tata gereja harus melayani gereja.

Terikat kepada ruang dan waktu.
Tidak ada satu tata gereja pun di dunia ini yang bersifat universal dan kekal, yang dapat berlaku di segala tempat. Dengan perkataan lain setiap tata gereja pada dasarnya selalu terikat pada ruang dan waktu.

Dapat dirubah
Karena tata gereja pada dasarnya terikat ruag dan waktu, berarti tata gereja selalu tidak sempurna, dan oleh karena itu harus dapat dirubah. Di sini harus tetap diingat bahwa tata gereja adalah alat pelayanan bagi gereja. Padahal gereja selalu berada dalam situsi yang berubah terus, dari waktu ke waktu. Karena itu tata gereja harus selalu bersifat terbuka terhadap perubahan dan pembaharuan, justru demi berfungsinya gereja- yang dilayani- di tempat dan situasi dimana gereja hidup.

Pdt. Bumaman Teodoki Tarigan sebagai salah satu Team Pemaharuan Tata Gereja GBKP secara singkat menjelaskan tentang tujuan dari Sosialisasi Tata Gereja 2015-2025 dan GBP 2016-2020 tersebut adalah agar para peserta memahami dan menjiwai Tata Gereja GBKP 2015-2025 pada aspek dasar-dasar eklesiologis, struktur dan isinya agar mereka dapat memakai tata gereja tersebut secara efektif dalam pelayanan mereka di lingkungan masing-masing. Yang kedua yang menjadi tujuan dari kegiatan ini adalah agar para peserta memahami dan menjiwai garis besar pelayanan GBKP 2016-2020 sebagai panduan pengarah untuk program pelayanan.

Dalam sesi Garis Besar Pelayanan GBKP 2016-2020 , hari ke-2 (Kamis 30/07) yang dibawakan oleh Ketua Panitia GBP GBKP 2016-2020 Pdt. Erick J Barus D.Th dan Sekretaris Pdt. Yusuf Tarigan, S.Th. Dalam presentasinya Pdt. Yusuf Tarigan mengatakan strategi utama GBKP 5 tahun ke depan (2016-2020) adalah “Transformasi”.

Lebih lanjut Pdt. Yusuf mengatakan saat ini yang menjadi permasalahan utama GBKP adalah :

  1. Terbatasnya kemampuan menjematkan tritugas gereja.
  2. Terbatasnya kemampuan dalam hal pembinaan warga, peningkatan SDM, penataan organisasi dan keuangan.

Masalah lain kurangnya keterlibatan GBKP dalam berkontribusi dengan gereja-gereja internasional terkait penanganan masalah-masalah global. Akibat dari permasalahan tersebut menjadikan aktivitas pelayanan GBKP terhambat.

Masih dalam presentasinya Pdt. Yusuf Tarigan mengatakan dengan adanya GBP ini kedepannya diharapkan GBKP dapat menjadi :

  1. Sebagai lembaga penguatan iman bagi seluruh lapisan masyarakat.
  2. Sebagai lembaga penguatan nilai-nilai sosial antar jemaat dan kepedulian terhadap kemanusian.
  3. Sebagai lembaga pendorong bagi perbaikan dan penguatan ekonomi jemaat.
  4. Sebagai lembaga yang mampu menjalankan peran “ ombudsman” (lembaga yang efektif dalam menemukenali, menampung dan membantu penyelesaian konflik antar warganya) berdasarkan keimanan dan kesaksian.
  5. Sebagai lembaga yang efektif dalam melakukan pembinaan warga jemaat.
  6. Sebagai lembaga yang efektif dalam pengembangan potensi sumber daya manusia.
  7. Sebagai lembaga yang profesional dalam pengelolaan organisasi dan manajemen

Pdt. Erick J Barus D.Th selaku Ketua Tim Penyusun GBP GBKP juga memberikan penerangan yang lebih mendalam tentang GBP GBKP 2016-2020.

Acara berlangsung hingga siang dan ditutup oleh Sekum Moderamen GBKP pdt. Rehpelita Ginting, S.Th, M.Min. (Humas Moderamen/Era Purnama)

Komentar

You May Also Like