Tari Roti Manis Cetak Rekor Muri dalam Piara GBKP di Sibolangit

Tari “Roti manis” (tarian tradisional Karo) yang dibawakan 10.158 penari berhasil masuk Rekor MURI sebagai pasangan penari terbanyak dalam acara Pekan Iman Anak dan Remaja (Piara) Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Kamis (2/7) sore di lapangan Retreat Center GBKP Sukamakmur Sibolangit.

Dalam kaitan itu, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah menyaksikan kegiatan pencatatan rekor dengan jumlah 4953 pasang penari atau 10.158 orang penari yang telah berhasil dengan baik membawakan Tari Roti Manis. Hal itu disampaikan Osmar Semesta Susilo MIB didampingi SR Manager J Ngadri dari Museum Rekor Dunia Indonesia. Lebih jauh disampaikan Osmar , Tari Roti Manis ini sungguh indah dan mengesankan di samping upaya melestarikan budaya bangsa. Untuk itu, Museum Rekor Dunia Indonesia memberikan apresiasi serta menyerahkan piagam penghargaan dengan nomor rekor 7006/R. MURI/VI/2015 yang ditandatangani Jaya Suprana.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat pagelaran Tari Roti Manis yang dibawakan anak-anak GBKP dalam perhelatan Piara ini. Tentu kegiatan ini bukan sekedar seremonial, tetapi dengan melibatkan ribuan pasang penari sungguh kegiatan yang harus punya persiapan yang mapan, untuk itu wajar pagelaran tari Roti Manis dengan pasangan penari terbanyak dianugerahi rekor dunia”, kata Osmar.

Seusai pagelaran tari, Osmar menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua Umum Piara, Pdt Erick Jhonson Barus DTh, Pdt Oklin br Tarigan S.Si.Teol mewakili Pengurus KAKR Moderamen dan Pdt Rehpelita Ginting STh MMin didampingi Pengurus Moderamen GBKP lainnya seperti Kabid SDM, Pdt Sarianto Purba, Kabid Pembinaan Pdt Yunus Bangun, Kabid Marturia Pdt Kongsi Kaban, Bendahara Umum Pt Mulia Perangin-angin, Wasekum Pt Jetra Sembiring, Kabid Dana dan Usaha Dk Kristiani br Ginting

Pdt .Erick J Barus, D.Th menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta. Pengurus KAKR dan Moderamen GBKP secara khusus masyarakat Karo yang telah mendukung pagelaran tari Roti Manis. Anak-anak KAKR GBKP telah berhasil mencatatkan Tari Roti Manis sebagai rekor dunia oleh pasangan penari terbanyak. Pencatatan rekor ini termasuk menjadi kebanggaan bersama orang Karo, di samping sebagai wujud pelestarian karya seni komponis Alm Jaga Depari juga sebagai pelestarian budaya Karo.

Peserta AllSoul Church London sebanyak 12 orang dan Azum Ozukum dari Presbyterian Church of Korea juga ikut ambil bagin dalam tarian tersebut. Mereka mengenakan pakaian tradisionil Karo menari bersama-sama peserta Piara..

Kemarin juga dilakukan aksi lingkungan dengan penanaman pohon di Desa Bandar Baru, Sibolangit hingga komplek Panti Asuhan GBKP Gelora Kasih Sukamakmur bersama ratusan anak perwakilan Klasis dan Moderamen GBKP.

Sebelumnya, Team BNPB dan Surono memberikan ceramah tanggap bencana di 8 pentas. Misalnya di pentas Go Green Surono memaparkan tentang mitigasi bencana serta Gunung Sinabung yang sudah 5 tahun terus erupsi. Sedangkan untuk materi kategori anak tanggung, Tim BNPB juga menyampaikan berbagai hal tentang tanggap bencana seperti di pentas Terang mengambil topik Banjir, Pentas Cakrawala mengambil topik Tanah longsor, Gunung merapi (Pentas Flora), Kebakaran (Pentas Fauna) dan Tsunami (Pentas Bumi).

Sementara acara malam harinya, peserta dihibur penyanyi Bastian B Simbolon. Acara tersebut dibingkai dalam tajuk rekam jejak bintang yang akan tampil dengan kawan-kawan. Kehadiran Bastian di PIARA merupakan acara yang dinanti-nanti. Sukacita pada malam itu dilengkapi dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Sukamakmur dalam durasi 5 menit.(Era Purnama/TS)

Komentar

You May Also Like