Panglima TNI Resmikan Gereja Oikumene Bahtera Kasih dan Mesjid Al-Hikmah di Kawasan Relokasi Siosar

“Dengan dibangunnya Gereja dan Mesjid ini kiranya dapat meningkatkan iman dan ketakwaan kita serta mendorong terbinanya kerukunan antar umat beragama bagi masyarakat Siosar khususnya dan masyarakat Karo umumnya.” demikianlah salah satu harapan  yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam  acara peresmian Gereja Oikume Bahtera Kasih dan Mesjid Al-Hikmah dikawasan relokasi Siosar, Kec. Merek, Karo, Rabu(28/04).

Lebih Lanjut Panglima TNI dalam sambutannya menceritakan kembali bagaimana sejarah pembangunan kawasan relokasi Siosar yang didahului dengan adanya intruksi yang disampaikan oleh Presiden Jokowi seusai kunjungannya ke Tanah Karo. Tak lupa juga Jenderal Gatot Nurmatyo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung pembangunan gereja dan mesjid tersebut.

Sementara itu Plt. Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dalam sambutannya  juga menceritakan secara singkat sejarah meletusnya gunung Sinabung sejak tahun 2010. Dia juga mengatakan pembangunan rumah ibadah seperti gereja dan mesjid sangat penting karena gereja dan mesjid bukan hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, namun juga mempunyai fungsi sosial kemasyarakatan bagi sesama pemeluknya dan juga membangun toleransi bagi pemeluk agama yang lainnya, dan juga secara bersama-sama dapat menjalin hubungan dalam kegiatan sosial ekonomi sehingga pemulihan kehidupan masyarakat relokasi Sinabung di Siosar dapat berjalan dengan baik, dan mampu mengejar ketertinggalan dari desa-desa lainnya di kabupaten Karo.

Ketua Umum Moderamen GBKP  Pdt. Agustinus P Purba,S.Th, Ma didampingi tokoh agama muslim mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI yang ditengah-tengah kesibukannya menyempatkan diri mengunjungi Tanah Karo untuk meresmikan Gereja Oikumen Bahtera Kasih dan Mesjid Al-Hikmah di kawasan relokasi Siosar.” Saya beserta seluruh jemaat GBKP mengucapkan terima kasih kepada bapak Panglima TNI, yang ditengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan diri mengunjungi kami di Tanah Karo Simalem ini, untuk meresmikan Gereja Oikumene Bahtera Kasih dan Mesjid Al-Hikmah yang berada di kawasan relokasi Siosar ini” ucapnya. Lebih lanjut Pdt. Agustinus mengatakan dengan dibangunnya gereja Oikumene Bahtera Kasih dan mesjid Al-Hikmah ini adalah bentuk kerukunan umat beragama di Tanah Karo yang masih terjaga dengan baik sampai saat ini. Khusus bagi pembangunan gereja oikumene bahtera kasih, Pdt. Agustinus mengatakan bahwa gereja Oikumene Bahtera Kasih adalah bentuk kebersamaan dari gereja-gereja yang ada di Tanah Karo.

Setelah penyampikan kata-kata sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Panglima TNI sebagai tanda sudah diresmikannya gereja Oikumene Bahtera Kasih di kawasan relokasi Siosar. Selanjut Panglima TNI bersama rombongan mengunjungi Mesjid Al-Hikmah yang lokasinya tidak berjauhan dengan gereja Oikumene Bahtera Kasih

GSR2 GSR3

Kebaktian.

Setelah dilakukan pentahbisan gereja oleh Pendeta-pendeta dari berbagai denominasi gereja dan Pastor maka acara dilanjutkan dengan kebaktian.

Dalam kesempatan itu, Pdt. Agustinus P.Purba yang menjadi pengkhotbah menyampaikan dalam khotbahnya yang diambil dari kitab Mazmur dikatakan Raja Daud sebagai orang pilihan Tuhan, tidak diberi ijin oleh Tuhan untuk membangun rumah Tuhan karena tangnnya yang penuh darah, maka dari itu Pdt. Agustinus mengajak sengenap donatur mengucap syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk terlibat  dalam pendirian gereja di Siosar.” Seorang Raja dan pilihan Tuhan, Daud tidak diberi ijin oleh Tuhan untuk membangun rumahNya karena tangannya yang penuh, maka dari itu untuk para donatur juga harus mengucap syukur oleh anugerah Tuhan tersebut, karena diberi kesempatan untuk ikut terlibat dalam pembangunan gereja tersebut” ucapnya. Lebih lanjut Pdt. Agustinus mengatakan Tuhan Yesus juga pernah marah di gereja, karena gereja tersebut dipergunakan tidak lagi semestinya. Maka dari itu dia berharap nantinya agar tidak terjadi di gereja Siosar tersebut.  Dia juga mengatakan gereja Siosar ini adalah suatu model gereja yang harus dicontoh oleh gereja-gereja di dunia, dimana gerejadi  Siosar ini adalah bentuk kebersamaan umat kristen yang tidak memandang denominasi tertentu, tapi merupakan wujud Kristen yang satu, karena dihadapan Kristus gereja itu adalah satu.” Gereja Siosar ini adalah model yang harus dicontoh oleh gereja-gereja di dunia, karena didalam gereja ini semua umat kristen bersatu tanpa memandang denominasi tertentu, karena dihadapan Kristus gereja itu adalah satu” tegasnya.

Pdt. Agustinus juga mengharapkan kepada para hamba-hamba Tuhan, Pendeta-pendeta supaya dapat sesering mungkin hadir ke gereja Siosar tersebut, karena salah satu keberadaan gereja dapat dirasakan oleh jemaat dan masyarakat adalah dengan melihat prilaku dari para hamba-hamba Tuhan.

Setelah acara kebaktian selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan. (Era Purnama/Humas Moderamen)

Komentar

You May Also Like