Konas VI PGI Gereja dan AIDS : Kementrian Kesehatan Siap Meningkatkan Kemitraan Dengan Gereja dalam Menekan Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia.

SUKAMAKMUR.GBKP.OR.ID-Untuk tingkat nasional Kemetrian Kesehatan sudah bermitra dengan PGI sebagi lembaga yang dianggap potensial mendukung  pemerintah dalam upaya mewujudkan program indonesia sehat. Bukan hanya untuk tingkat nasional namun juga akan dilakukan penguatan dan sinergisitas lembaga-lembaga terkait dengan pemeritah kabupaten kota se Indonesia dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Drg. Marlina br Ginting, M.Kes selaku kepala seksi peran dan serta masyarakat unit kerja direktorat promkes dan pemberdayaan masyarakat, kementrian kesehatan republik Indonesia dalam materinya yang disampaikan pada Konas VI PGI Gereja dan AIDS , kamis (10/11) di Retreat Center Sukamakmur, Deliserdang.

Lebih lanjut dikatakan Marlina br Ginting bahwa saat ini pemerintah pusat dalam hal ini kementrian kesehatan dalam penanganan penyebaran HIV/AIDS di indonesia menekankan kepada pemerintah daerah untuk membuat program yang melibatkan lembaga-lembaga terkait termasuk gereja. “ Dalam penanganan penyebaran HIV/AIDS,pemerintah pusat dalam hal ini kementrian kesehatan menekankan kepada pemerintah daerah untuk membuat program yang melibatkan lembaga-lembaga terkait ,sebagai mitra termasuk gereja “ ungkapnya. Dan yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari pemerintah daerah dalam menjalankan program tersebut adalah dikur dari seberapa banyak mitra yang dapat mereka ajak untuk mensukseskan program tersebut” lanjutnya.

Drg. Marlina br Ginting juga mengungkapkan bahwa meningkatknya penderita HIV/AIDS di Indonesia sebagian besar dikarenakan ketidaktahuan dan kekurang pedulian terhadap kesehatan. Maka dari itu pemerintah juga saat ini menggalakkan program “(ABAT)Aku Bangga Aku Tahu “ dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan dengan materi kesehatan reproduksi, narkoba, gaya hidup dan ponografi serta HIV/AIDS.  Untuk mensukseskan program tersebut perlu melibatkan lembaga-lembaga terkait karena dalam perjalanannya program tersebut akan banyak mengalami banyak hambatan.  Gereja merupakan salah satu lembaga yang potensial untuk mendukung program tersebut, karena sebagian besar gereja mempunyai program yang hampir sama, sehingga sangat memungkinkan untuk menjalin kemitraan.

Sementara itu Dr. Evi Douren dalam persentasenya menyampaikan seputar data jumlah penduduk di Indonesia yang terinfeksi virus HIV/AIDS serta cara penyebaran dan penanggulangannya. Dia juga mengunggkapkan bagaimana pentingnya pendampingan terhadap ODHA selain mereka harus mengkomsumsi obat  seumur hidup.

Konas VI PGI Gereja dan AIDS akan ditutup pada hari kamis (10/11) malam dengan menampilkan kebudayaan karo yang sudah dipersiapkan oleh panitia.  (Era Purnama/Humas Moderamen)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai