Runggu Kabupaten Karo Masalah Percepatan Penanganan Dampak Erupsi Sinabung

KABANJAHE,GBKP.OR.ID-  Untuk mempercepat penanganan korban dampak erupsi sinabung pemerintah kabupaten karo mengadakan “runggu kabupaten karo” yang diadakan di aula kantor bupati karo, kamis (08/12). Runggu ini dihadiri oleh utusan kantor staf kepresidenan, perwakilan BNP Pusat, perwakilan kementrian sosial RI, perwakilan otoritas jasa keuangan (OJK), bupati karo dan SKPD-nya, DPRD Karo, Kodim 0205/Tanah Karo, Kejari Karo, Polres Tanah Karo, BPBD Karo , tokoh agama, lembaga kemasyarakatan, sheep indonesia dan perwakilan pengungsi dan desa terdampak sinabung. Turut hadir perwakilan Moderamen GBKP sebagai fasilitator yang diwakili oleh Pdt. Agustinus P.Purba, Pdt. Rehpelita Ginting, Pdt. Rosmalia br Barus dan ketua penanggulangan bencana GBKP Pdt. Dormanis Pandia.

Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Pusat Ir. Harmensyah dalam sambutannya menyambut baik pengadaan runggu kabupaten tersebut untuk membicarakan percepatan penanganan korban dampak erupsi sinabung, karena merupakan cerminan sila ke- empat pancasila dan nawacita presiden.

“Kami sangat mengapreasiasi kegiatan kita hari ini, runggu, musyawarah untuk membicarakan  percepatan  penanggulangan dampak bencana erupsi sinabung yang sesuai dengan sila ke-empat dan nawacita  presiden” ucapnya

Dia juga mengharapkan dukungan dari tokoh agama agar memberikan pendampingan kepada masyarakat dan memberikan pemahaman tentang relokasi  dan menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah yang selama ini tersumbat.

“ Dalam percepatan penanganan dampak erupsi sinabung ini kami sangat mengharapkan partisipasi tokoh agama untuk memberikan pendampingan dan pengertian kepada masyarakat tentang relokasi dan juga dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat yang selama in tersumbat” ungkapnya.

Sementara itu staf khusus kepala staf kepresidenan Noer Fauzi Rachman dalam sambutannya mengatakan kepala staf kepresidenan sudah beberapa kali mengunjungi tanah karo dan mengirim stafnya untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam penanganan bencana erupsi sinabung. Permasalah yang ditemukan tersebut harus segera diatasi agar tidak melebar  dan meluas.

“Permasalahan yang muncul dalam penanganan dampak erupsi sinabung harus segera diselesaikan agar tidak melebar dan meluas” katanya.

Dan salah satu yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada adalah dengan musyawarah “ runggu” yang dilaksanakan pada hari ini. Ketidakpercayaan dan miskomunikasi yang terjadi selama ini harus “ dirontokkan”, harapnya.

Runggu Kelompok.

rkk1

rkk2

rkk3

rkk4

Dalam runggu ini dilakukan pembagian kelompok untuk pembahasan permasalahan yang lebih spesifik. Peserta yang hadir dibagi dalam empat kelompok yaitu :

  1. Kelompok Relokasi Siosar sebagai fasilitator Pdt. Rehpelita Ginting.
  2. Kelompok Relokasi Mandiri sebagai fasilitator Pdt. Rosmalia br Barus
  3. Kelompok Relokasi Sementara sebagai fasilitator Pdt. Dormanis Pandia
  4. Kelompok Masyarakat terdampak/ non relokasi sebagai fasilitator Pdt. Agustinus Purba.

Berikut hasil-hasil  runggu kelompok tersebut

  1. Kelompok Relokasi Siosar
  • Air Bersih : Perlu perbaikan dan penambahan debit air.
  • Realisasi sewa rumah dan sewa lahan
  • Dana swakelola untuk 109 KK segerea direalisasikan
  • Perlu pengerasan jalan usaha tani
  • Penetapan status desa dan perluasan desa segera ditetapkan
  • Punya rumah tidak punya lahan, punya lahan tidak punya rumah, untuk yang tidak memiliki lahan atau tidak punya rumah agar mempunyai hak yang sama.
  1. Kelompok Relokasi Mandiri

Desa Berastepu ;

  • 163 KK segera di SK kan tahun 2016 dan proses verifikasi jangan dipersulit
  • (a) perlu penambahan dana sebagnyak 16 juta/unit rumah; (b) perubahan juknis spesifikasi pembangunan rumah; (c) membangun dengan standar bangunan rumah biasa type 36 dengan besi 10mm, pondasi sedalam 40 cm, memakai sloof, bentuk rumah deret antara 5-10 rumah per deret.

Desa Gamber

  • Adanya 58 KK yang tidak memiliki lahan dan rumah membutuhkan bantuan dari pemerintah

Desa Gurukinayan

  • Lahan rumah pilihan masyarakat yang di desa lingga agar cepat ditanggulangi
  • 853 KK yang tertinggal dalam SK agar segera ditindak lanjuti

Desa Kutatonggal

  • Verifikasi dan validasi data (sekitar 200 KK tinggal di luar desa tetapi memiliki aset didesa segera di SK kan) selambat-lambatnya 31 desember 2016

            Usulan MUKI

  • Bagi yang belum menentukan pilihan untuk lahan pertanian dan perumahan tersedia tanah hasil runggu di medan club yang per KK nya bisa memperoleh 1 s/d 1,5 Ha/kk dan dana permulaan 13 juta/KK dan memperoleh rumah/KK seluas mi f36 dengan konstruksi dari tim surabaya.

  1. Kelompok Relokasi Sementara

Huntara/Huntap

  • Kapan kejelasan pembangunan Huntara
  • Lokasi diberitahukan jelas ke pemerintahan desa
  • Penyediaan infrastruktur, jadup, fasilitas penghidupan yang layak di huntara.
  • Verifikasi data ulang
  • Proses pemilihan huntara dengan sistem cabut nomor agar adil bagi semua masyarakat
  • Khusus desa kuta rayat : jalur evakuasi dipercepat agar bisa keluar kebijakan Vulkanologi , masyarakat Kuta Rayat bisa kembali ke desa.
  • Khusus untuk desa Sigarang-garang, sukanalu mardinding usulan Huntap saja.

            Lahan Pertanian

  • Lahan pertanian disertai bibit dan pupuk
  • Hasil RDP masyarakat dengan DPRD Provsu menyetujui untuk mengusulkan ke Kementrian agar daerah jalan tembus Karo-Langkat menjadi lahan pertanian untuk masyarakat desa Siagarang-garang (surat rekomendari ada di masyarakat dari komisi A)

Kartu

  • KIS, KIP, KKS diberikan secara merata dan berfungsi dengan baik
  • Bantuan lainnya seperti beasiswa untuk anak yang sedang berkuliah
  • Dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar proses percepatan, terlebih-lebih sudah ada mosi tidak percaya di masyarakat dan pemerintah desa hingga ke kabupaten
  1. Kelompok Masyarakat terdampak /Non relokasi
  • Jalur lahar dingin, jembatan, evakuasi dan irigasi
  • Jatah hidup, beasiswa pendidikan dan fasilitas kesehatan
  • Bantuan pertanian

Setelah pemaparan hasil kelompok , Abetnego tarigan perwakilan dari Kantor Staf  Kepresidenan sangat mengapresiasi perjalanan runggu dan apa yang dihasilkan dari runggu  kelompok. Yang dalam perjalanannya runggu kabupaten  tersebut masih yang pertama dilakukan di tanah karo.

“ saya sangat mengapresiasi runggu ini dan apa yang sudah dihasilkan oleh runggu kelompok, yang mana runggu tingkat kabuten ini masih yang pertama dilakukan di tanah karo. “ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa apa yang dihasilkan hari ini adalah sebagai referensi bagi pemerintah untuk membuat kebijakan dalam penanganan dampak erupsi sinabung. Kebijakan yang akan diambil sesuai dengan peraturan dan regulasi yang berlaku.

Sementara itu Pdt. Agustinus mengatakan bahwa kegiatan runggu yang dilaksanakan tersebut merupakan hadiah natal bagi masyarakat karo. “ ini adalah kado natal bagi masyarakat karo” ucapnya. Tak lupa juga dia berterima kasih kepada kantor staf kepresidenan yang telah menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh bagi tanah karo.

Dandim 0205 Tanah Karo Letkol. Inf Agustatius Sitepu setelah mendengar hasil kelompok tersebut mengingatkan semua pihak agar dalam penanganan dampak erupsi sinabung mengedepankan kepentingan masyarakat dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Sementara karo Terkelin Brahmana berjanji akan segera menindaklanjuti hasil dari kelompok dan memerintahkan SKPD yang terkait agar sesegera mungkin mengerjakan hal-hal yang sudah dapat dikerjakan. (Humas Moderamen)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai