Pernyataan GBKP atas Kasus Ahok dinyatakan bersalah karena penistaan agama

KABANJAHE.GBKP.OR.ID- Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal dengan  Ahok (Gubernur Jakarta) karena dituduh melakukan tindakan criminal penistaan agama telah mejadi isu global.

Ahok, seorang Cina-Kristen, terangkat diatas ketidakberuntungan ganda yang dimilikinya sebagai kaum minoritas menjadi orang pertama dari etnis Cina Kristen yang menjalankan ibukota Indonesia. Beliau juga adalah gubernur pertama dari non-Muslim yang terpilih selama setengan abad ini. Hal ini dipandang sebagai perkembangan yang signifikan untuk kelompok agama minoritas, khususnya mengingat kerusuhan anti-Cina yang terjadi pada tahun 1998.

Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menyatakan kepedulian dan keprihatinan atas vonis hakim tersebut. Pdt. Agustinus P. Purba, S.Th, M.A selaku Ketua Umum Moderamen GBKP menyatakan: “Keputusan pengadilan sepertinya takut atas intimidasi massa yang menuduh Ahok sebagai penista agama. Tapi itulah kenyataan yang harus diterima oleh Ahok. Sebagai pemuka agama, saya sangat tersentuh dan bangga melihat figur Pak Ahok yang tetap mempertahankan integritasnya sebagai pejabat pemerintahan dalam mematuhi dan menerima keputusan pengadilan, serta meminta naik banding, meskipun pada akhirnya beliau harus juga masuk penjara dan kemudian dipindahkan lagi ke Mako Brimob Kelapa Dua. Ahok adalah orang yang konsisten dalam menyuarakan suara kenabian di jaman ini. Semoga ini dapat menjadi teladan atas panggilan iman dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Dari sisi lain, saya melihat bahwa ini adalah perjuangan yang dilakukan Pak Ahok, meskipun pada saat ini beliau harus dikorbankan untuk pembaharuan bangsa ini. Seorang yang berani memberangus korupsi nasional harus menghadapi konsekuensi ini. Dari perspektif hukum dengan dijatuhkannya vonis terhadap Ahok, sudah menjadi keharusan bagi aparat hukum untuk menyeret dan memberikan vonis yang sama bagi pelaku dan bagi siapa saja yang dituduh serta terbukti melanggar hukum. Saya tiada henti-hentinya berdoa bagi Ahok, istri dan anak-anaknya.”

Sementara itu, Sekretaris Umum Moderamen GBKP, Pdt. Rehpelita Ginting, S.Th, M.Min mengatakan: “Ahok adalah pegawai pemerintah yang sangat taat pada hukum. Beliau telah memberikan contoh yang baik bagi seluruh warga untuk mematuhi hukum dan peraturan. Beliau telah menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada maksud sedikitpun untuk menista agama apapun. Namun demikian beliau tetqap mau meminta maaf jika oleh karena pernyataannya ada banyak orang yang merasa terusik dan tidak senang.

Moderamen GBKP berdoa untuk perjuangan yang dihadapi oleh Ahok, dan juga berdoa bagi bangsa ini, agar kebenaran dapat ditegakkan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan. Kita berdoa bagi orang-orang yang berjuang untuk kebenaran dan bagi orang-orang yang mengalami tekanan oleh karena ketidakadilan. Kita berdoa semoga rakyat Indonesia bisa lebih dewasa lagi. Apa yang dialami oleh Ahok hendaknya bias menjadi sebuah refleksi bagi kita semua untuk menjadi lebih bijaksana dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Harus ada pengorbanan, namun kita tidak boleh mundur. Percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang percaya kepadaNya. (Humas Moderamen)

Komentar

You May Also Like