Moderamen GBKP Adakan Diskusi Pelayanan dan Pengembangan RS Zending/RSU Kabanjahe

KABANJAHE.GBKP.OR.ID. Moderamen GBKP melalui bidang Diakonia menyelenggarakan diskusi tentang pelayanan dan pengembangan RS Zending/RSU Kabanjahe pasca terbitnya sertipikat tanah RSU Kabanjahe atas nama GBKP. Diskusi ini dilaksanakan pada senin(12/02) di PPWG GBKP Zentrum Kabanjahe.

Dalam sambutannya Kabid Diakonia Moderamen GBKP Pdt. Rosmalia br Barus mengatakan bahwa diskusi yang dilaksanakan merupakan diskusi awal pembahasan tentang pengembangan dan pelayanan RSU Kabanjahe  yang telah terbit sertipikat tanahnya atas nama GBKP dan merupakan bentuk persiapan dari Moderamen bila nantinya proses penyerahan aset pemerintah yang ada diatas tanah tersebut telah selesai serah terima. Serta nantinya dapat dihasilkan rancangan yang akan dibawa ke Sidang Kerja Majelis Sinode 2018.

Sementara itu Pdt. Rehpelita Ginting menyampaikan bahwa diskusi tersebut merupakan amanat dari Sidang Sinode GBKP ke- 35 beberapa tahun yang lalu, dimana persidangan tersebut mengamanatkan kepada Moderamen GBKP untuk membuat perencanaan pengelolaan RSU Kabanjahe setelah terbitnya sertipikat tanah atas nama GBKP

“Ini merupakan amanat dari sidang sinode kita beberapa tahun yang lalu, dimana sidang mengamanahkan kepada Moderamen untuk membuat persiapan, pasca terbitnya sertipikat atas nama GBKP” terangnya.

Terkait dengan proses penyerahan aset diatas tanah RSU Kabanjahe dari pemerintah kepada GBKP dikatakan Pdt. Rehpelita Ginting bahwa Moderamen GBKP terus melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah agar proses tersebut dapat cepat terselesaikan.

Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt. Agustinus Purba dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam hal ini BPN Karo yang telah menerbitkan sertipikat tanah RSU Kabanjahe atas nama GBKP.

“ Atas nama Moderamen GBKP dan seluruh jemaat GBKP kami mengucapkan terima kasih kepada BPN Karo” ucapnya.

Dia juga mengharapkan nantinya melalui diskusi tersebut menghasilkan ide-ide yang komprehensif dan matang yang tidak terlepas dari aspek teologis historis, ekonomis dan aspek-aspek lainnya yang dianggap perlu, sehingga nantinya dapat tercipta ide-ide yang simultan dan strategis.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Pdt. Yunus Bangun, Pdt. Sarianto Purba, Dk. Khristiani br Ginting, Pdt. Krismas Barus, Pt. Mulia Peranginangin, Pt. Jetra Sembiring, Pdt. Matius Panji Barus, Pdt. Nangkasi Keliat, Pdt. Setia Ulina br Tarigan, Pdt. Simon Tarigan, Pdt. Julianus Keliat, Kepala BPN Karo Neteral Sitepu, Dr. Daniel Ginting, mewakili klasis Kabanjahe-tigapanah, mewakili runggun Simp. 6 Kabanjahe, pendeta tugas khusus unit dan biro moderamen serta dari Yayasan SHEEP Yogyakarta. (Humas Moderamen)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai