RATUSAN PERTUA DAN DIAKEN GBKP PRIODE KEDUA SAMPAI DENGAN CALON EMERITUS MENGIKUTI PEMBINAAN se-GBKP MAJELIS KLASIS KABANJAHE-TIGAPANAH TAHUN 2018

KABANJAHE,GBKP.OR.ID-Bertempat di PPWG GBKP-Zentrum, Kabanjahe, ratusan Pertua dan Diaken menghadiri kegiatan pembinaan untuk Pertua dan Diaken se-GBKP Majelis Klasis Kabanjahe-Tigapanah. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan dari GBKP Majelis Klasis Tigapanah di dalam merespon Tahun pelayanan GBKP tahun 2018 yaitu Tahun Politik. Pdt. Novita Hero Rossa Br Surbakti, dalam Kotbah nya pada kebaktian membuka kegiatan ini, menyaksikan bagaimana awal ketika mersakan panggilan pelayanan untuk menjadi seorang Pendeta. Sebagai salah satu peserta Crash Program GBKP yang dahulu diselenggarakan bagi Sarjana non Teologia yang ingin melayani GBKP sebagi Pendeta. Walaupun secara materi pendeta ini harus meninggalkan pekerjaannya yang sudah memadai namun ada pergumulan yang dia rasakan ketika mendengarkan penerimaan pendeta non Teologia.

Mengangkatkan nats Alkitab dari Lukas 5:1-11, bagaimana Yesus memanggil murid-MuridNya melalui suatu kesaksian yaitu bagaimana Simon Petrus yang telah lelah semalaman mencari ikan harus mengikuti permintaan Yesus untuk kembali menebar jalanya, walaupun dengan perasaan letih, pada akhirnya Simon Petrus menyaksikan dan merasakan sendiri bahwa ketika ia dan teman-temannya kembali menabur jala, maka banyak ikan yang diperolehnya bahkan jala tersebut hampir koyak,sehingga Simon Petrus harus memanggil teman-temannya untuk membantu Simon Petrus membawa ikan-ikan yang berada didalam jalanya.

Demikian juga selaku Pertua dan Diaken yang telah menjalani pelayanan periode kedua sampai dengan calon Emeritus, melihat, merasakan dan menyaksikan di dalam pelayanan yang telah dilakukan di tengah-tengah jemaat, walaupun merasa kesusahan, letih dan kecewa namun bersama Yesus dapat merasakan mujizat dan sukacita didalam melayani. Tidak selalu bersungut-sungut karena teman sepelayanan, maupun melihat respon jemaat yang kurang antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan gereja. Selanjutnya disebutkan Pdt Novita Hero Rossa Br Surbakti pengalaman dalam mengikuti pendidikan Manager CUM yang dikelola oleh bapak M.P Ambarita, yang menekankan bagaimana Firman Tuhan dan Iman kekristenan disampai kan tidak hanya di gereja, PJJ, PA Kategorial, namun sampai kepada pintu-pintu rumah jemaat, meja makan, pasar-pasar, ladang, kantor yang mana menjadi kesehari-harian jemaat. Kegiatan gereja tidak hanya secara seremonial, program tapi semakin mendarat agar pelayanan gereja tidak terkesan jalan ditempat dirasakan oleh jemaat. Mengingat perkembangan jemaat di tengah-tengah masyarakat plural dan urban society. Oleh karena itu pelayanan semakin harus upto date.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pdt. Julianus Barus, S.Th di dampingi Pdt. Elieser Tarigan Tambun, S.Th, dalam kata sambutan pada pembukaan kegiatan pembinaan ini, bahwa ada 8 sessi materi yang selama 2 hari harus diikuti oleh Pertua dan Diaken, yaitu Melayani dengan Sukacita, Kreatifitas pelayan, Doktrin keselamatan, Kepemimpinan yang dipenuhi kasih karunia, tanggung jawab Pertua dan Diaken, Hamba yang berharga, sinergi Pertua dan Diaken dan pengurus kategorial, Seminar Politik dan workshop lurah/kepala desa/pengulu nagori.

Melihat antusias para peserta, BPMK Kabanjahe-Tigapanah optimis bahwa kegiatan ini sangat dinanti-nanti oleh Pertua dan Diaken, sebagai penyegaran dan menambah warna di dalam pelayanan di jemaat masing-masing. Nara sumber yang mendukung kegiatan ini antara lain yaitu Pdt. Agustinus Purba, Pdt. Yunus Bangun, Pdt. Kalvinsius Jawak, Pdt. Nurbety Br Ginting, dll.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, 19-20 Juni 2018 ini, menjadi harapan BPMK dan BPMR yang telah di putuskan pada Sidang Program Majelis Klasis Katipa pada bulan September 2017, sebagai pendukung kemampuan SDM para Pertua dan Diaken yang juga sebagian merupakan BPMR se GBKP Majelis Klasis Kabanjahe-Tigapanah. Hal yang menarik yaitu pada hari kedua pada kegiatan ini akan dilaksanakan workshop dengan lurah/kepala desa/pengulu Nagori mengenai pendampingan penggunaan Dana Desa mengingat program pemerintah untuk meningkatkan daya serap program desa se-Indonesia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa wilayah pelayanan GBKP Majelis Klasis Kabanjahe-Tigapanah mencakup kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun yang merupakan wilayah masyarakat semi perkotaan dan desa yang saat ini semakin pluralisme. GBKP Majelis Klasis Kabanjahe-Tigapanah juga terdiri dari 32 Majelis Runggun, sehingga melalui pembinaan ini semakin meningkatkan kemampuan di dalam melayani jemaat Tuhan. Menurut catatan sekretariat yaitu D. Perwira Ginting dan Dk. Usaha Sitepu bahwa peserta yang hadir hampir melebihi kapasitas yang di pesan panitia kepada PPWG GBKP, sehingga Panitia cukup kemalahan dalam melayani perserta yang hadir.

Cuplikan kegiatan pembinaan ini juga dapat ditonton pada aplikasi youtube. Selamat dan Sukses Mengikuti Pembinaan Pertua dan Diaken GBKP priode kedua sampai dengan calon emeritus, Selamat Melayani.(Pdt. Miron Stp/IT katipa)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai