PGI Sosialisasikan Program ke GBKP

Dalam kunjungan kerjanya ke GBKP Pdt. Gomar Gultom didampingi oleh Pdt. Penrad Siagian (Sekretaris Eksekutif Bidang Marturia PGI), Jeirry Sumampow (Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI ), Trisno S. Sutanto (Koordinator Peneliti Biro Penelitian dan Komunikasi PGI) dan Beril Huliselan (Staf Komisi Pengkajian Teologi GKI) melakukan sosialisasi program-program kerjanya ke GBKP. Kegiatan tersebut dilaksanakan Kamis (11/06) di PPWG Zentrum Kabanjahe yang dihadiri oleh Moderamen GBKP, utusan 3 klasis (Klasis Berastagi,Kabanjahe dan Sinabun) serta utusan unit/biro pelayanan Moderamen GBKP.

Sebelum acara dimulai terlebih dahulu Sekum Moderamen GBKP Pdt. Rehpelina Ginting, S.Th, M.Min mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari PGI dan memperkenalkan Moderamen yang baru dan undangan yang hadir.

Dalam presentasinya Pdt. Gomar Gultom menjelaskan tentang tantangan gereja-gereja di Indonesia yang semakin hari semakin kompleks. Secara garis besar dia menjelaskan ada 4 hal yang menjadi tantangan gereja saat ini yaitu :

1.Kemiskinan.

Tingkat kemiskinan masyarakat Indonesia yang masih tinggi

2. Ketidakadilan

Banyak sisi-sisi kehidupan kita dimana masih sangat terasa ketidakadilan ,jurang pemisah yang dalam antara simiskin dan sikaya. Bagaimana orang miskin kurus karena tidak mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya namun si kaya mengeluarkan banyak uang untuk menguruskan badanya.

3.Radikalisme.

Dapat dilihat baik dalam pemberitaan elektronik maupun surat kabar dimana di berbagai daerah di Indonesia maupun dunia banyak terjadi tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama.

4.Rusaknya lingkungan.

Diberbagai daerah banyak terjadi penebangan-penebangan hutan secara ilegal yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat besar. Sampah-sampah dan limbah yang memenuhi sungai-sungai yang mengakibatkan rusaknya ekosistem sungai.

Akar permasalah dari keempat hal diatas adalah keserakahan manusia yang tidak pernah mengatakan cukup. Itulah yang harus diatasi oleh gereja-gereja di Indonesia.

Pdt. Penrad Siagian dalam presentasinya menyampaikan bahwa Kementrian Agama telah melibatkan unsur-unsur gereja untuk memberikan masukan-masukan pada draft RUU Perlindungan Umat Beragama. (Era Purnama/Humas Moderamen)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai