Misi Bidang Pembinaan

                                                                  Misi Bidang Pembinaan                                                                                  

Pdt. Yunus Bangun, M.Th

 

Biro Litbang GBKP pada periode yang lalu menemukan spritualitas warga GBKP ada dalam tiga kategori,  yaitu Apathos, Simpathos dan Empathos.  Yang pertama adalah Apathos. Ini  merupakan kategori  Jemaat yang tidak mengambil bagian dalam pelayanan apa pun (bdk KBBI: Apatis: acuh atak acuh, tidak peduli). Justru jumlah kategori ini paling banyak dalam gereja. Yang kedua adalah Simpathos yaitu Jemaat yang ambil bagian dalam kegiatan gereja bila ada yang menggerakkan. Yang ketiga adalah Empathos  Jemaat yang telah dari panggilan imannya ambil bagian dalam segala aktifitas gereja. Oleh sebab itu maka seharusnya segenap program dan kegiatan kita hendaknya bermuara kepada terjadinya transformasi ke pada jemaat yang “EMPATHOS.”

Untuk menjawab tantangan dan persoalan di atas maka dalam Bidang Pembinaan GBKP telah mengambil strategi pelayanan ke depan. Bidang Pembinaan akan fokus di bidang pengajaran “dogma” GBKP. Dengan suatu kesadaran bahwa gereja yang kuat adalah gereja yang memahami dan menghayati “ajaran gerejanya.”

Dalam Perjanjian Lama kita menemukan bagaimana orang Jahudi mempertahankan identitasnya sebagi bangsa pilihan ditengah ancaman “baalisme” (berhala-berhala) bangsa-bangsa disekitarnya. Salah satu kekuatan bangsa ini adalah tradisi mengajar yang menjadi bagian kehidupan setiap hari. Tanggung jawab pengajaran itu diawali dari keluarga. Kedua orang tuanya bertanggung jawab mengajarkan Taurat kepada anak-anak mereka (Ulangan 6:7-9). Di samping Taurat maka pengajaran tentang hikmat menjadi kepedulian mereka. Oleh sebab itu kita menemukan perkembangan kitab-kitab Hikmat (Amsal, Ayub, Pengkhotbah) adalah bagian dari perkembangan pemahaman mereka tentang Allah yang mereka sembah. Bahkan ketika mereka di buang ke Babil selama 70 tahun mereka tidak kehilangan identitas ketika kembali ke negeri Kanaan.

Dalam Perjanjian Baru ada dua bagian Alkitab yang menjadi perhatian kita. Yang pertama adalah dari Matius 28:18-20. Prof. Ulrich Luz mengatakan bahwa mengajar merupakan fokus ataupun penekanan utama Yesus dalam perintah pemuridan tersebut. “…Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku perintahkan kepadamu”. Yang kedua dari tradisi gereja perdana yang kita lihat dari Kisah Rasul 2:41-42. Pada saat hari Pentakosata, khotbah Petrus membuat ada tiga ribu orang percaya dan di baptis. Yang pertama dilakukan para rasul setelah mereka dibaptis adalah mengajar mereka. Dikatakan dalam ayat 42, mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Bertekun adalah satu aspek keseriusan gereja perdana untuk memuridkan orang percaya. Kata “bertekun” dapat diartikan memberi waktu banyak dan menyibukkan diri dalam pengajaran.

Jadi, baik dari tradisi Jahudi dan gereja  kita menemukan sebuah kata kunci untuk menjadikan warga gereja menjadi murid Tuhan Yesus adalah dengan memberi pengajaran yang baik dan benar secara terus menerus.

Oleh sebab itu bidang Pembinaan berserta unit-unitnya akan fokus dalam pengajaran GBKP. Untuk mencapai tujuan kita bersama maka ada beberapa dasar yang harus kita pahami bersama. Filosofi pembinaan yang menyangkut ajaran telah dituangkan dalam Tata Gereja GBKP bahwa dasar utama pengajaran GBKP adalah Alkitab yang bertujuan  mendidik warga gereja agar mampu menjadi manusia yang dewasa secara iman sehingga dapat menjadi garam dan terang dunia dalam praktik hidup sehari-hari. Pengajaran GBKP senantiasa mempertimbangkan aspek perkembangan manusia seutuhnya, yang senantiasa memperhatikan keseimbangan teori dan praktik serta latihan.

Ada dua kata kunci dalam pembinaan yaitu terencana dan berkesinambungan. Oleh sebab itu penting mengidentifikasi akar permasalahan dan kemudian mengambil langkah-langkah yang strategis dan terencana, serta berkelanjutan. Hal ini supaya langkah-langkah yang dibuat sungguh merupakan jawaban atas permasalah yang kita hadapi, sekaligus adanya kesadaran bahwa proses pembinaan membutuhkan proses yang tidak sekejap. Oleh sebab itu maka menjadi penting dalam Bidang Pembinaan merancang dan memafaatkan seluruh unit yang ada dibawah koordinasinya untuk menjadi wadah pembinaan yang tepat guna.

Ada empat unit yang dibawah koordinasi Bidang Pembinaan yaitu Biro Teologi, PPWG, Retreat Center dan Kategori Profesi. Biro Teologi dalam programnya mengkaji dan memberi masukan bagi tema-tema Teologi yang kontemporer yang menjadi kebutuhan GBKP seturut konteksnya. Masukan-masukan Teologi pada kesempatanya akan diolah dan disajikan menjadi konsumsi warga jemaat bagi pembinaan spritualitas dan pemahamannya akan iman kepada Allah. PPWG adalah merupakan pusat pembinaan warga menyangkut nilai-nilai, sikap, pengetahuan dan ketrampilan dalam dunia yang terus menerus mengalami dinamika perubahan (Hard Skill). Retreat Center sejak semula telah dirancang menjadi pusat pembinaan spritulitas (Soft Skill) melalui program retreat bagi seluruh warga GBKP. Unit Kategori Profesi adalah wadah pembinaan bagi peningkatan Skill dan Spritulitas agar di dalam bidang Profesi masing-masing jemaat dapat menjadi garam dan terang dunia.

Pada periode ini kita telah memberi karakter kepada masing-masing bentuk pelayan pengajaran dalam persekutuan. Selama ini hampir tidak dapat dibedakan antara PA dan PJJ. Penelaahan Alkitab (PA, Bible Study Group) adalah berbasis penelitian teks Alkitab secara mendalam. Oleh sebab itu dibutuhkan pembimbing PA yang telah disermon. Sementara Perpulungen Jabu-Jabu berbasis pada persekutuan (Care Group) dan mencurahkan hati (penggejapen) yang berupa kesaksian hidup. Sebagai perbandingannya adalah; dalam PA pengkajian Alkitab sekitar enam puluh persen dan pujian, kebersamaan dan aplikasi sekitar empat puluh persen. Sementara PJJ justru  adalah kebalikannya yaitu pengkajian Alkitabnya sekitar empat puluh persen dan pujian, kebersamaan dan aplikasinya sekitar enam puluh persen. Oleh sebab itu bentuk dan penyajian PJJ tahun ini telah berubah menjadi sebuah bentuk yang baru. Tetapi dari keseluruhan pembaharuan ini satu hal yang tetap menjadi fokus dalam pembinaan adalah yang didalamnya memungkinkan adanya relasi, pertumbuhan rohani, dan misi yang dilakukan bersama sehingga seseorang dapat secara aktif membangun dirinya dalam kelompok itu.

Ada tiga Pekan-Pekan yang diselengarakan dalam gereja kita. Pada tahun ini kita akan memulai memberi karakter kepada ketiga pekan tersebut. Disampaing adanya perubahan bulan dalam pelaksanaannya juga akan diberi penekanan khusus kepada masing-masing pekan. Pekan Penatalayaan akan membuka jendela dari penekaan program setiap tahunnya. Melalui pekan ini setiap jemaat akan melihat benang merah kemana kita akan melangkah selama satu tahun. Pekan Doa akan dilaksanakan setelah kenaikan Yesus ke surga sampai turunnya Roh Kudus. Pada saat itu semua murid bersekutu dan berdoa. Kemungkinan pekan ini akan juga menjadi sepuluh hari berdoa bagi jemaat. Modelnya akan banyak berupa meditasi dan doa. Pekan Keluarga adalah kesempatan bagi keluarga untuk mempersiapkan menyambut Minggu-Minggu Adven dan Natal. Bentuknya adalah kebersamaan dan akan kita coba model keluarga dan melibatkan anak-anak kita.

Beberapa penekanan program kedepan adalah pelatihan bagi pengajar katekisasi, pengajaran konfesi GBKP melalui berbagai media diantaranya (buku saku, CD, You Tube dll). Dengan satu kerinduan agar mudah dan cepat dapat dijangkau oleh siapapun dan dimanapun. Pembinaan Pt/Dk yang terus menerus melalui Buku Setialah dan Suplemen Materi seturut konteks penekanan tahun berjalan. Dengan satu harapan bahwa dalam Lima Tahun ke depan GBKP mengalami sebuah transformasi melalui berbagai bentuk pembinaan seturut dengan kebenaran Firman Tuhan. ECCLESIA REFORMATA SEMPER REFORMANDA EST SCUNDUM VERBUM DEI.

Ketua Bidang Pembinaa Moderamen GBKP : Pdt. Yunus Bangun, M.Th

Komentar

Mungkin Anda Menyukai