TANTANGAN DAN HARAPAN UNTUK PENINGKATKAN UNIT USAHA GBKP DAN EKONOMI JEMAAT DI ERA MEA

TANTANGAN DAN HARAPAN 

UNTUK PENINGKATKAN UNIT USAHA GBKP DAN EKONOMI JEMAAT DI ERA MEA

 

Pt. Ir. Alam Sembiring  & Dk. Khristiani Ginting

I.PENDAHULUAN

Kita sudah berada di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berjalan pada akhir Desember 2015 lalu, sehingga mau atau tidak mau kita sudah harus berada didalam persaingan global, baik dunia Usaha jasa, properti, pendidikan, pertanian, kesehatan, perkebunan, dan lainnya. Tantangan kita bukan hanya dari segi kompetisi harga-harga produk, namun juga kita bersaing secara kualitas produk dan service (pelayanan) kepada customer. Bila ini tidak kita jalankan secara bersungguh-sungguh maka bisa jadi, kita akan menjadi penonton di negeri sendiri. Untuk itulah peran gereja harus ikut memberi edukasi kepada segenap lapisan jemaat kita yang beragam profesi, agar senantiasa beradaptasi dan bisa ikut terlibat dalam persaingan ini, karena teori Evolusi Charles Darwin “Natural Selections” atau seleksi alam (siapa bertahan akan menang) akan sangat terjadi dalam situasi saat ini. Untuk itulah kita harus memberi perhatian yang lebih dalam membantu jemaat GBKP dari beragam profesi, supaya semua tumbuh dan berkembang masing-masing usahanya, tentunya demi kesinambungan masa depan jemaat sendiri dan gereja.

 

Potensi SDM (Sumber Daya Manusia) ditengah-tengah jemaat kita sangat banyak dan beragam, ada berprofesi sebagai dosen (hingga bergelar Profesor) dengan berbagai pendidikan yang berbeda-beda, pengusaha sukses (baik properti, pengangkutan, peternakan, perkebunan, usaha dagang, rumah makan), politikus, PNS, Pegawai unit Swasta, BUMN, Wiraswasta, Petani “Berdasi” dan lainnya, sehingga ini bisa kita hadirkan untuk membagi ilmu atau berbagi pengalaman sebagai narasumber atau motivator bagi jemaat yang mempunyai usaha sama, agar semua maju pada bidang masing-masing. Saatnya kita saling berbagi seperti tema Tahun Gereja di 2016 yaitu  “Meningkatkan komitmen warga GBKP yang missioner untuk berpartisipasi dalam pelayanan”.

 

Bidang Usaha dan Dana GBKP periode 5 (lima) tahun kedepan (2016-2020), ingin memberikan kontribusi bagi unit usaha GBKP dan usaha jemaat GBKP dengan merangkul profesional dari jemaat. Seperti kita ketahui bahwa Unit Usaha yang ada di GBKP langsung dibawah Ketua Bidang Usaha dan Dana ada 7 (tujuh) Unit, yaitu: RC Sukamakmur, PPWG GBKP, Percetakan Abdi Karya, Warta Gereja Maranatha (WGM), Asrama Pemuda Maranatha, STMIK Neumann, dan PT. Jasa Nioga. Dengan tersedianya SDM handal ditubuh GBKP serta banyaknya profesi jemaat kita yang masih membutuhkan bimbingan, seharusnya bisa saling melengkapi, karena wadah atau tempat pertemuan untuk seminar, training, diklat sangat banyak di GBKP, seperti di Medan (STMIK Neumann, Asrama Pemuda Maranatha), RC di Sukamakmur, PPWG di Kabanjahe, dan ada Juma Alpha Omega di Lingga. Yang kita perlukan adalah bagaimana kita ikut terlibat dan saling membantu satu dengan yang lainnya.

II.SASARAN DAN RENCANA PROGRAM KERJA

Rencana Kerja Periode 5(lima) tahun kedepan  (2016 – 2020) team Usaha dan Dana, akan fokus di dua kegiatan besar yaitu :

  1. Upaya Meningkatkan Profit dari Masing-Masing Unit Usaha GBKP.
  2. Upaya Meningkatkan Ekonomi Jemaat GBKP

 

  1. Meningkatkan Profit dari Masing-Masing Unit Usaha GBKP

Unit Usaha GBKP saat ini, mengharapkan peran Ketua Bidang Usaha dan Dana GBKP untuk mendorong semua stakeholder bisa memberi sumbangan yang lebih besar lagi dalam kontribusi ke kas umum GBKP. Untuk itulah team Usaha dan Dana akan bekerjasama dengan semua unit untuk memberi perhatian, arahan dan masukan demi peningkatan sumber pemasukan dengan langkah-langkah kongkrit dan terukur, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bukan saja oleh pegawai unit, namun juga bisa meningkatkan kesejahteraan seluruh pendeta dan pegawai GBKP dari kontribusi unit Usaha ini.

Ada 3(tiga) fokus yang akan mulai dikerjakan dalam tahun 2016  yaitu :

 

  1. Pemberdayaan SDM yang ada
  2. Merekrut Team Marketing Yang Handal
  3. Kesadaran Rasa Memiliki dan Melayani

a.Pemberdayaan SDM (Sumber Daya Manusia)

Pemberdayaan SDM di unit usaha Moderamen selama ini sudah cukup baik, namun ada beberapa hal yang perlu lebih ditingkatkan lagi, seperti Customer Service (Pelayanan), prioritas kerja, penetapan dan capaian target, Usaha unit untuk profit,  serta system reward dan punisment kepada seluruh pegawai unit. Sehingga semua bekerja dan bersaing secara profesional untuk menghasilkan yang terbaik.

Dunia Usaha saat ini peran pelayanan kepada pelanggan sangatlah diutamakan (bandingkan dengan bank), bagaimana kita tetap mempertahankan pelanggan setia selama ini dengan cara menjalin hubungan baik, dan juga bisa merangkul pelanggan baru, sehingga kedepannya mereka akan tetap menjadi pelanggan kita. Di dunia marketing biasa dilakukan “Hukum Pareto” atau prinsip 80/20 yang ditemukan tahun 1897 oleh ekonom Italia Vilfredo Pareto yaitu : Jika Anda Memusatkan Perhatian Pada Kegiatan Yang Masuk kategori 20% terpenting, Anda akan mendapatkan hasil 80%. Bisa dilihat semua pengunjung ke unit usaha kita, baik Toko Abdi Karya, PPWG, RC Suka Makmur, maka ketika kita data, rata-rata dari total pengunjung 20%  adalah mereka yang selalu berhubungan dengan kita, telah menyumbang 80% dari omset unit (bisa di data per unit Usaha, orang atau lembaga kategorial, pjj, runggun, klasis yang berkunjung).

Unit Usaha yang berada di Moderamen seharusnya semua berorentasi ke profit, untuk itulah kepada semua pemangku jabatan didalam unit usaha harus memikirkan profit. Salah satu cara mendapatkan profit tersebut adalah dengan membedakan tarif pemakaian fasilitas untuk jemaat GBKP dengan warga lainnya (umum), sehingga pendapatan dari masing-masing unit dapat ditingkatkan dan masing-masing unit dapat berkembang. Karena dengan adanya profitlah pegawai unit bisa meningkat salary dan kesejahteraannya juga investasi lebih luas.

Semua pegawai unit harus mengacu pada prioritas kerja, karena dengan mengenal prioritas kerja, akan menentukan masa depan unit itu sendiri. Kalau kita ingin sejahtera bersama-sama, maka unit usaha GBKP harus dibangun dengan SDM dan team yang solid, dengan orentasi masa depan pegawai unit dan gereja. Untuk itulah para pegawai unit harus memiliki budaya kerja disipin, terjadwal dan terukur, sehingga hasil yang kita dapatkan bisa maksimal, contohnya : bila kita sudah janji orderan tertentu dengan jadwal waktu tertentu, maka tidak ada alasan apa pun yang menyebabkan tertunda, karena janji itu menentukan masa depan unit itu sendiri. Untuk itulah setiap divisi yang memerlukan penanganan yang terus menerus berjalan maksimal, perlu diangkat Supervisor per Divisi, sehingga bisa melakukan penanganan secara maksimal. Tapi yang terpenting adalah komitmen antar team dan orang per orang. Dari team inilah orang bisa melihat sepuluh tahun lagi unit usaha ini akan seperti apa masa depannya.

b.Team Marketing Yang Handal

Selama ini kita belum mempunyai team marketing dalam unit Usaha, sebut saja PPWG, RC Suka Makmur, WGM, Asrama Pemuda Maranatha dan Abdi Karya, sehingga sasaran jumlah pelanggan kita masih sebatas orang-orang atau instansi tertentu saja, bisa dilihat data terakhir kunjungan tamu ke unit usaha kita, mungkin tidak lebih 10% ada pertambahan orang/instansi baru. Untuk itulah perlunya kita merekrut tenaga marketing untuk memperkenalkan unit dan fasilitas yang kita miliki, paling tidak kita siapkan brosur berwarna lengkap dengan tarif dan fasilitas. Tim marketing nantinya akan memasuki pasar baru seperti perusahaan swasta, multinasional, perguruan tinggi, Paguyuban, STM, persatuan marga dan lainnya, sehingga semakin banyak orang yang hadir, tentu semakin banyak pendapatan kita.

Untuk warga jemaat GBKP juga tetap harus dimaksimalkan sosialisasi ke runggun-runggun, hanya saja perlu kita berikan discount special sehingga mereka bisa terus memakai fasilitas unit yang kita miliki, seperti Kebaktian Lapangan (RC), Catering, pesta ulang tahun, ngembah belo selambar (PPWG, Aula Asrama Pemuda Maranatha), undangan proposal kerja tahun, undangan pasu-pasu, spanduk vynil, dan lainnya.

c.Kesadaran Rasa Memiliki dan Melayani

Kita semua harus menyadari, bahwa kita bekerja buka semata-mata mencari uang, namun yang terpenting adalah rasa memiliki aset GBKP  serta melayani dengan tulus iklas penuh semangat. Kata seorang Motivator  Theocentric (Eloy Zalukhu) kita harus memahami yang namanyaSucces Triangle Principles” atau Tiga Pilar Kesuksesan sejati untuk meraih hasil terbaik dalam karier dan hidup, maka pilar pertama yang harus dimiliki adalah Personal Mastery yaitu kemampuan mengenal dan mengelola diri sendiri, Pilar kedua adalah Interpersonal Mastery yaitu kemampuan memulai membangun hubungan baik dengan orang lain. Pilar ketiga yaitu Spritual Mastery yaitu pemahaman yang benar disertai dengan kesungguhan dalam berelasi dengan Tuhan Pencipta pemelihara kehidupan. Sehingga seseorang itu akan bekerja dengan mencurahkan kemampuannya untuk memulai dan mengelola perubahan, serta keterampilan sejati untuk mencapai tujuan dengan hasil yang terbaik. Bila ini diyakini dan kerjakan oleh kita semua, yakin dan percayalah unit usaha GBKP akan maju pesat dari tahun ke tahun.

2.Meningkatkan Ekonomi Jemaat

Dalam periode 5(lima) tahun kedepan (2016-2020), ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh tim Usaha dan Dana, bagaimana bisa semua profesi jemaat mendapatkan pelayanan sesuai dengan profesi jemaat, seperti profesi rumah makan, kedai kopi, UKM, pedagang pusat pasar, pedagang sembako, jasa, wiraswasta terutama petani, agar bisa mendapatkan pelatihan, diklat, penyuluhan sesuai profesi jemaat, sehingga kehadiran MEA tidak menjadi momok yang menakutkan, karena ada pendampingan dari kita untuk kita.

Tahun 2016 ini, tim Usaha dan Dana mencoba fokus di bidang pertanian, baik untuk komoditas tanaman semusim maupun tanaman tahunan, juga peternakan dan perikanan seiring dengan itu akan dilakukan pendataan profesi jemaat.

Tim Usaha dan Dana akan melakukan beberapa kegiatan menyangkut cara berbudidaya pertanian yang baik serta penaggulangan hama dan penyakit tanaman, dengan cara memberi penyuluhan pertanian ke runggun-runggun (via Klasis), serta memilih lahan bermitra untuk melakukan Demo Plot dengan petani (untuk mempraktekkan cara budidaya pertanian dengan benar), sehingga dari tahap awal persemaian, pengolahan lahan, pembedengan, pemasangan mulsa, penanaman, pemeliharaan, penanggulangan HPT dan pasca panen bisa langsung dipraktekkan dilapangan. Khusus tahun 2016, demo plot pertanian komoditi tanaman horticultura akan di coba di 4 (empat) Klasis dahulu yaitu Klasis Kabanjahe dan Klasis Kabanjahe-Tigapanah  untuk wilayah Karo, Klasis Medan Kutajurung dan Klasis Kuala Langkat untuk wilayah Medan sekitarnya. Kita bukan saja memberi materi dan praktek, tapi juga kita mengajari cara menghitung  analisa usaha tani komoditasnya, sehingga petani mengetahui BEP (Break Event Poin).

Demikian juga untuk budidaya dan penanggulangan tanaman perkebunan atau tanaman tahunan seperti kakao, jeruk, dan kopi akan terus menerus kita beri penyuluhan dan pelatihan dilapangan petani, sehingga manfaatnya cukup baik, harapan kita semua para petani bisa meningkatkan perekonomiannya. Kita juga akan melakukan penyuluhan tentang beternak ayam petelur dan pedaging, penggemukan sapi, cara berbudidaya ikan yang baik dan berproduksi maksimal.

Rencana mulai tahun 2016 kita akan membuat kolom ‘Klinik Pertanian, Peternakan dan Perikanan’ di Warta GBKP Maranatha yang dikelola oleh Ketua Bidang Usaha dan Dana beserta tim, petani bisa dengan bebas terbuka bertanya seputar permasalahan pertanian, peternakan dan perikanannya, dan tim nantinya yang memberi jawaban.

 

III. PENUTUP

Apa yang sudah kita uraikan diatas adalah bentuk perhatian kita bersama, bagaimana agar semua unit usaha GBKP bisa menghasilkan profit demi kelangsungan usaha ini, yang tentunya membuka lapangan pekerjaan bagi seluruh jemaat kita dengan berbagai latar belakang pendidikan, juga akan menambah jumlah Pendeta dan Pegawai GBKP dan tidak kalah penting adalah, semua Pendeta dan Pegawai GBKP bisa digaji lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi masing-masing provinsi dimana mereka ditempatkan.

Sementara untuk jemaat yang berbagai  profesi akan kita tingkatkan kemampuannya dengan melakukan berbagai teknik teori dan praktek (petani), seminar, diklat, studi banding, dan lainnya. Dengan adanya pendampingan seperti ini dari gereja, tentunya menambah semangat bagi semua jemaat kita, yang akhirnya bisa meningkatkan  kesejahteraannya. Marilah kita semua jemaat yang mempunyai talenta, kita aplikasikan Tema Tahun 2016 ini “Meningkatkan komitmen warga GBKP yang missioner untuk berpartisipasi dalam pelayanan”. Jadilah terang dan garam, Semoga Sukses ! Tuhan Yesus memberkati….amin.

Komentar

Mungkin Anda Menyukai