Moderamen Canangkan Tahun Program  GBKP 2020   “Bijak Menggunakan Informasi Teknologi”

Gereja sebagai komunitas yang beriman, yang mengembara dalam ruang dan waktu, tidak pernah sepi dari tantangan. Kemajuan di bidang teknologi informasi, pengaruh media sosial tak luput menerpa gereja dan gereja harus mengambil peran sebagai garam dan terang. Dalam situasi ini, gereja diuji untuk tetap menjalankan fungsinya.
Tantangan digitalisasi dalam konteks masyarakat global adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk membangun komunitas. Membangun hubungan dalam komunitas, membuka akses  terhadap bagaimana gereja melalui imajinasi digital ekklesiologi melakukan penetrasi kultural-spritual dalam masyarakat teknologi.
Tahun ini, GBKP menetapkan thema “ Meningkatkan kemampuan warga GBKP dalam pengelolaan informasi dan keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi”. Tema ini sangat menantang,  dan tentunya menjadi perhatian bersama seluruh elemen gereja khususnya para pelayan untuk tetap berpikir atau bertindak kreatif dan inovatif dengan melibatkan warga gereja dalam menghadapi tantangan perubahan budaya konvensional ke budaya modern di era milenial.  Tantangan ini perlu direspon dan disikapi dengan mempertahankan hakekat gereja “Let the Church be the Church”.
Untuk penjemaatan tahun program GBKP 2020 ini, telah dilakukan pencanangan secara sinodal di 2 wilayah di Sumatera yakni di Medan dan Siosar (Tanah Karo). Pencanangan untuk wilayah Medan sekitar dilaksanakan Jumat (10/1)  di Balai Zeqita, Medan dengan tuan rumah Klasis Medan Delitua.
Kabid Marturia Moderamen Pdt Kongsi Kaban dalam khotbahnya mengatakan, dalam menjalani hidup kita harus tetap bersyukur. Susah senang harus tetap bersama Tuhan. Setia sampai mati.Menghadapi perubahan dan tantangan zaman dengan teknologi yang semakin canggih  Pdt Kongsi  mengajak jemaat untuk berkarya dengan memanfaatkan  teknologi itu sendiri  dan itu semua untuk kemuliaan Tuhan. 
Pencanangan ditandai dengan penyerahan vandel logo program oleh Moderamen kepada perwakilan pengurus klasis dan unit pelayanan. Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran aplikasi GBKP oleh Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba. Dalam aplikasi ini, pengguna bisa melihat data dan fakta tentang GBKP.
Seusai kebaktian dilaksanakan ceramah tentang informasi teknologi dengan narasumber Staf Khusus Menteri BUMM Arya Mahendra Sinulingga.  Pada intinya Arya mengajak jemaat untuk bijak dalam menggunakan teknologi karena teknologi mampu mengubah prilaku manusia. GBKP juga diharapkannya memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dan harus tetap berhikmat.
Arya juga mengatakan, Permata (kaum muda) GBKP juga harus dimanfaatkan perannya dan diberi ruang seluas-luasnya dalam berkreasi namun harus tetap bijak dan berlandaskan kasih.
Sementara itu Moderamen GBKP diwakili Pdt Agustinus Purba dalam sambutannya mengajak jemaat dan para hamba Tuhan untuk  bijak dalam membuat status di media sosial dan manfaatkanlah itu untuk menyebarkan kabar sukacita. Dia juga mengatakan, biarlah gereja tetap sebagai gereja dan gereja dinamis dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi. Untuk itu, dia juga mengharapkan dukungan dari semua pihak atas permasalahan yang dihadapi khususnya di Tanah Karo.
Pdt Agustinus juga mengajak generasi muda gereja untuk menunjukkan peran di gereja serta terus berkreasi. Mendukung gereja dalam pemanfaatan teknologi.
Ketua Panitia  Pt Ir Ananta Purba dalam sambutannya mengatakan,  acara tersebut  selain sebagai pencanangnan tahun program GBKP juga menjadi tempat bersilaturahmi sesama jemaat GBKP. Dari pencanangan ini yang akan diteruskan ke runggun-runggun, diharapkan jemaat GBKP bisa memanfaatkan teknologi  secara bijak dan meningkatkan pelayanan gereja. Turut memberi sambutan Ketua Klasis Medan Delitua Pdt Darius Rinaldi Sembiring MTh.
Acara yang dihadiri sekitar seribuan  orang tersebut berlangsung  dengan penuh sukacita.  Pujian dipersembahkan  antara lain oleh Morimar GBKP Rg Delitua, Mamre Rg Bahagia,  Permata Bethlehem GBKP Km7 Medan, PG Whorship, dan koor pendeta dan vicaris Klasis Medan Delitua. Acara juga dimeriahkan dengan penarikan lucky draw.
Rayon Gugung
Sementara itu untuk wilayah Gugung dilaksanakan Desa Siosar dengan tuan rumah Klasis Kabanjahe Sukarame, Sabtu (11/1). Acara diawali dengan konvoi sebagian peserta  dari Kantor Moderamen Kabanjahe menuju Siosar dilanjutkan dengan karnaval budaya, mobil hias dan kreativitas teknologi.
Kabid Diakonia Moderamen GBKP Pdt Rosmalia dalam khotbahnya mengatakan, tema khotbah Soli Deo Gloria, semua kemuliaan hanya untuk Tuhan.  Dalam perkembangan teknologi terlihat berkat dan karya Tuhan  luar biasa. Jangan dunia mengalahkan kita, jangan handphone mengalahkan kita. Tapi kita harus bisa memanfaatkan  teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Pada kesempatan itu, Pdt Rosmalia juga mengajak semua masyarakat Tanah Karo untuk mengubah Karo menjadi lebih baik. Menjelang Pilkada jangan mau menerima uang sogok dari calon.  Kita telah ditebus mahal dengan darah Kristus jadi jangan rendahkan diri kita. Sogok adalah kutuk, jangan biarkan kutuk tertinggal pada kita.
Deklarasi Gerah
Di dalam acara pencanangan juga dideklarasikan Gerakan Karo Berubah (Gerah) oleh Moderamen GBKP sebagai satu komitmen untuk partisipasi Gereja dalam kontrol sosial di Karo.
Ketua Moderamen Pdt Agustinus Purba didampingi seluruh Moderamen mengatakan, Gerah jadi sarana. Semua masyarakat yang merasa perlu perubahan di Karo boleh ambil bagian, tidak terbatas hanya anggota GBKP. Di posko setiap hari dilakukan diskusi berbagai permasalahan yang dialami masyarakat. Tujuan Gerah baik dan tidak masuk politik praktis. Relawan Gerah kampanye dan sosialisasi anti money politics, bahaya penyalahgunaan Narkoba dan lainnya.
Dijelaskan juga, Gerah tidak bisa ambil keputusan, tapi segala sesuatunya  harus dilaporkan terlebih dahulu ke Moderamen.
Wakil Bupati Karo Corry Sebayang yang hadir dalam sambutannya mengatakan, Tuhan memberi akal budi kepada manusia untuk memilih yang baik dan buruk. Pemda Karo sepenuhnya mendukung GBKP melalui Gerah untuk perubahan Karo menjadi lebih baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Jidin Ginting MH dalam sambutannya menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran jemaat yang sangat antusias. Menurutnya, kehadiran mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap gereja. Dia juga berharap, melalui pencanangan, masyarakat juga semakin mengerti IT dan bisa menggunakannya dengan baik dan benar. Itu semua untuk Tuhan.
Dengan pemilihan tempat di Siosar, dia juga berharap Siosar akan semakin dikenal sebagai desa wisata dan semakin  banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Pdt Rocky M Tarigan yang melayani di Bekerah Simacem sekaligus Ketua Sadar Wisata Siosar sangat berbahagia,  Siosar dipercaya sebagai tuan rumah dan mempersiapkan hal-hal yang mendukung terselenggaranya acara. Pemilihan tempat di Siosar sebagai lokasi pencanangan adalah cara GBKP mendukung program Siosar menjadi desa wisata.
Acara dimeriahkan oleh pelawak Karo yang juga menjadi MC Merap-Dogol yang dengan guyonannya mampu mengundang tawa para hadirin. (Berbagai sumber/##)

Komentar

Mungkin Anda Menyukai