Kreatif Merawat Lingkungan (Pelatihan “Bank Sampah” PERMATA GBKP)

KABANJAHE- GBKP.OR.ID . Generasi Muda Menjadi Berkat menjadi salah satu prioritas pelayanan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). Karena Generasi Muda, salah satunya adalah PERMATA GBKP merupakan generasi masa kini dan masa akan datang untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, GBKP terus melibatkan PERMATA GBKP dalam merespon tahun tema pelayanan termasuk merespon tahun tema pelayanan GBKP di tahun 2022.

Tahun tema pelayanan GBKP 2022 yaitu Kreatif Merawat Lingkungan. Dimana lingkungan yang dimaksudkan adalah keutuhan dan kebersamaan seluruh ciptaan Allah, yakni manusia, alam, dan hewan. Menyadari dahsyat karya penciptaan Allah, kita harus menyadari bahwa manusia adalah salah satu bagian dari karya besar tersebut, bukan satu-satunya. Terlebih jika ditinjau dari kisah “penciptaan” dalam Kejadian 1. Manusia adalah ciptaan yang paling akhir yang diciptakan pada hari ke 6 sebelum Allah beristirahat pada hari ke 7. Kalau “penciptaan” itu dianalogikan sebagai “kelahiran” maka manusia adalah anak bungsu yang menurut tradisi haruslah hormat kepada saudara yang lebih tua. Demikianlah eratnya hubungan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. Sehingga keutuhan dan kebersamaan seluruh ciptaan Allah harus tercipta, semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan, dan keutuhan ciptaan Tuhan di bumi.

Lingkungan sebagai tempat seluruh ciptaan Allah tinggal, kini sudah tercemar. Tidak lain itu semua karena ulah manusia. Manusia yang sudah terlena dan tidak menyadari bagaimana bahayanya ketika membuang sampah sembarangan, tidak memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang kembali, dan tidak mau tau apa akibatnya ketika sampah sudah menumpuk di sekitar tempat tinggal kita.

Limbah sampah selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik pencemaran tanah maupun laut. Limbah dari sampah menimbulkan bahaya lingkungan yang serius bagi kesehatan manusia. Jika sampah tidak dibuang dengan benar, hal tersebut dapat berdampak pada lingkungan dengan menyebabkan penyumbatan sampah dan saluran air hujan. Salah satu limbah yang mengundang banyak perhatian adalah limbah sampah plastik. Ini tidak lepas dari meningkatnya produksi barang-barang plastik sekali pakai, namun tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menangani limbahnya. Dampak yang ditimbulkannya cukup serius sehingga kita perlu meningkatkan kesadaran untuk menangani salah satu permasalahan lingkungan ini. Tetapi jika diolah dengan baik, sampah plastik daur ulang dapat menghasilkan keuntungan sebesar. Demikian juga sampah-sampah rumah tangga lainnya.

Untuk menjawab masalah sampah yang merupakan masalah dunia tersebut, maka Moderamen GBKP (melalui Bidang Koinonia dan Bidang Usaha Dana) bekerja sama dengan Pengurus Pusat PERMATA GBKP kolaborasi program dengan BPP Mamre Pusat, melakukan recruitmen 6 orang PERMATA GBKP dari ke 27 Klasis di GBKP untuk dilatih menjadi tenaga ahli dalam mencacah (mendaur ulang) sampah plastik, dan sampah rumah tangga lainnya (yang ke depan tetap bekerja sama dengan Moderamen GBKP). Puji Tuhan, GBKP mendapat bantuan dana dari Lembaga Mitra di Jerman, UEM (United Evangelical Mission).

Dari ke 27 Klasis ada peserta yang mendaftar sebanyak 19 orang (Klasis Barus Sibayak: 1 orang, Klasis Kabanjahe Sukarame: 3 orang, Klasis Tiga Binanga: 2 orang, Klasis Lau Baleng: 1 orang, Klasis Kabanjahe Tigapanah: 2 orang, Klasis Medan Namo Rambe: 2 orang,  Klasis Sinabun: 5 orang, Klasis Medan Delitua: 1 orang , Klasis Kuala Langkat: 1 orang, dan Klasis Medan Kuta Jurung: 1 orang ). Seleksi wawancara dilakukan pada hari Sabtu, 27 November 2021 di GBKP Jalan Bahagia Klasis Medan Delitua. Peserta yang hadir ketika mengikuti seleksi wawancara sebanyak 17 orang. Dan pengumuman hasil seleksi wawancara diumumkan pada hari Jumat, 03 Desember 2021 di Kantor Moderamen GBKP. Demikian hasil seleksi peserta pelatihan Kreatif Merawat Lingkungan (pelatihan Bank Sampah): 1. Pdt. Irena Beta Pekerti, S.Th (Runggun Guru Benua, Klasis Kabanjahe Sukarame), 2. Enita Berena Br. Karo (Runggun Lambar Klasis Kabanjahe Tigapanah), 3. Efredi Tarigan (Runggun Kuta Bangun, Klasis Tiga Binanga),                               4. Ruben Zevanya Pelawi (Runggun Km. 7 Padang Bulan Medan, Klasis Medan Delitua), 5. Dandi Pranata Surbaki (Runggun Susuk Klasis Sinabun), 6. Efraim Fernando Tarigan (Runggun Simpang Selayang, Klasis Medan Namorambe). Pelatihan akan dilakukan selama tiga bulan di Cengkareng, mulai bulan Januari 2022. Di Cengkareng telah ada pusat pengelolaan sampah, yang dikelola oleh anggota jemaat GBKP Runggun Cengkareng (Bp. Karlia Barus). Beliau nantinya akan banyak membantu untuk melatih ke 6 PERMATA GBKP tersebut, berikut juga membantu menyediakan tempat tinggal, kebutuhan makanan sehari-hari, bahkan memberikan uang saku. Pengelolaan sampah menjadi pekerjaannya sehari-hari dan sudah mempekerjakan banyak pegawai. Maka di sanalah nantinya 6 orang PERMATA GBKP ini dilatih untuk mampu mengelola sampah.

Harapan ke depan, ke 6 orang PERMATA GBKP tersebut mampu menjadi pengusaha “Bank Sampah” mengelola sampah plastik menggunakan/mengoperasikan mesin pencacah plastik yang sudah tersedia di kantor Moderamen GBKP (bantuan dari Pemerintah Kota Medan), dan mampu mengolah sampah rumah tangga lainnya. Mimpi kita, ke depan mereka mampu mempekerjakan banyak karyawan di pusat pengelolaan sampah milik GBKP. Di samping lingkungan kita bersih, keutuhan dan kebersamaan seluruh ciptaan Allah terjaga dan harmonis, tercipta pula entrepreneur muda yang ke depan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi PERMATA GBKP lainnya. Terpuji nama Tuhan. Amin.

Pdt. Mira M. Sinulingga, S. Th

Komentar

Mungkin Anda Menyukai