Klasis Kabanjahe

Klasis Kabanjahe

Ikuti Kami di Sosial Media
Tentang Klasis
GBKP Klasis Kabanjahe beralamat di Jl. Kiras Bangun No.11, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Klasis lahir bersamaan dengan proklamasi kemandirian GBKP (GBKP Njayo) tanggal 23 Juli 1941 pada sidang sinode pertama GBKP di Sibolangit. Sidang sinode ini merupakan tonggak peralihan dari sistem pelayanan badan zending ke sistem pelayanan gereja secara struktural. Pada sidang sinode ini ditetapkan 2 daerah pelayanan GBKP, yaitu Klasis Karo Jahe dan Klasis Karo Gugung. Klasis Karo Jahe adalah Klasis Sibolangit dan Klasis Karo Gugung adalah Klasis Kabanjahe. Pada sidang sinode yang pertama ini ditetapkan kepengurusan Moderamen GBKP yang pertama sbb :

Pada mulanya daerah pelayanan GBKP Klasis Kabanjahe meliputi seluruh Kabupaten Karo. Pada tahun-tahun berikutnya, GBKP Klasis Kabanjahe memekarkan diri membentuk GBKP Klasis Tiga Binanga, GBKP Klasis Tiga Nderket, GBKP Klasis Berastagi, GBKP Klasis Kabanjahe Tiga Panah dan GBKP Klasis Kabanjahe Sukarame. Pemekaran demi pemekaran telah memperkecil wilayah pelayanan Klasis ini, namun memperluas pelayanan gereja secara umum. Saat ini, wilayah pelayanan GBKP Klasis Kabanjahe terdiri dari 24 Runggun, dan 5 Perpulungen. Adapun nama-nama Runggun dan Perpulungen sebagai berikut :


Ada 5 Kategorial yang bergerak untuk meningkatkan pelayanan di Klasis Kabanjahe, yaitu Moria, Mamre, PERMATA, Saitun dan KAKR. Adapun pengurus Kategorial Klasis pada periode 2025-2030 adalah sebagai berikut :



Adapun personalia dan Detaser serta pegawai yang melayani di GBKP Klasis Kabanjahe saat ini adalah sbb :


Ada 5 Tim Kerja GBKP Klasis Kabanjahe yang mendukung setiap pelayanan yang ada di Klasis yaitu:

Program-program pelayanan di GBKP Klasis Kabanjahe mengikuti fokus pelayanan GBKP dan juga Garis Besar Pelayanan GBKP. Salah satu program unggulan GBKP Klasis Kabanjahe tahun 2026 adalah: KARYA KASIH DALAM GEBYAR ERSULI. Satu program kolaborasi semua kategorial dan semua runggun untuk PEMBINAAN SPIRITUALITAS ANAK & KELUARGA. Selama 5 hari, sekitar 300-an anak dibina di desa Lingga, untuk meningkatkan spiritualitas dan kemandiriannya. Dan sekitar 70-an keluarga tempat anak-anak tinggal juga diberikan pembinaan bagaimana menjadikan keluarga menjadi ruang anak mengenal Tuhan, dengan  cara setiap hari melakukan ibadah keluarga serta mengajak anak untuk ikut dalam PJJ Jetro. Setiap harinya, anak-anak dibina oleh kategorial yang hadir dari setiap runggun dengan aktivitas yang berbeda. Saitun dari runggun-runggun hadir untuk bercerita dengan anak dalam kelompok kecil tentang turi-turin/ Dongeng Karo serta mengajar anak ertutur. Mamre dari runggun-runggun hadir mengajak anak untuk bermain beberapa permainan out bond. Moria dari runggun-runggun hadir dan mengajak anak memasak bersama dalam kelompok-kelompoknya. Permata hadir mengajari anak-anak untuk berlatih kreativitas berdasarkan minat mereka.