GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) berakar pada misi pekabaran Injil oleh misionaris Belanda (NZG) di Tanah Karo sejak 18 April 1890, yang dimulai di Buluh Awar, dengan penolakan awal karena terkait penjajahan Belanda, namun perlahan berkembang dengan keterlibatan orang Karo sendiri dan ditandai dengan baptisan pertama tahun 1893, pendirian gereja pertama tahun 1899, serta penetapan nama GBKP dan pentahbisan pendeta Karo pertama tahun 1941, menjadikannya gereja suku yang mengintegrasikan budaya Karo dalam ibadah dan pengambilan keputusan (runggu).
Pekabaran Injil dimulai dari satu Desa bernama Buluhawar. Sementara nama GBKP ditetapkan pada Sidang Sinode I, 21 Juli 1941 di Sibolangit, sekaligus pentahbisan dua orang Karo menjadi pendeta pertama orang Karo, Pdt. Palem Sitepu dan Pdt. Thomas Sibero. Sebelumnya mereka berdua mendapat pendidikan formal di Seminari Sipoholon (HKBP).Perkembangan Injil di karo sangat lambat. Perkembangannya yang pesat baru terjadi setelah peristiwa G30S-PKI yang mendorong banyak orang berlindung di GBKP. Sejak 1970, GBKP menekankan program pembinaan warga jemaat, termasuk keterlibatannya dalam memberdayakan warga gereja dan masyarakat.GBKP resmi menjadi anggota PGI 25 Mei 1950. Selain itu juga menjadi anggota Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (DGD). GBKP bermitra dengan Nederlanse Hervormde Kerk di Belanda, Evangelical Lutheran Church in America (ELCA) serta United Evangelism Mission (UEM) dari Jerman.
Menjadi Kawan Sekerja Allah untuk Menyatakan Rahmat Allah Kepada Dunia.