Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas (YKPD) GBKP Alpha Omega
Ikuti Kami di Sosial Media
Tentang Unit
YKPD (Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas) Alpha Omega adalah salah satu unit pelayanan di bawah naungan Gereja Batak Karo Protestan. Unit ini adalah pelayanan yang dikhususkan bagi para penyandang Disabilitas. Pelayanan ini adalah salah satu pengaplikasian dari tri tugas gereja yaitu Diakonia yang berlandaskan pada kasih Allah kepada dunia ( band Lukas 4 : 16-30 ). Pelayanan ini bertujuan untuk memberikan perhatian dan juga pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas.
Latar belakang/sejarah berdirinya YKPD GBKP Alpha Omega dimulai dari pergumulan Pdt. Salomo Sitepu, STh. (Alm) yang memiliki anak bernama Ruth Br Sitepu yang mengalami keterbelakangan mental. Beliau sangat bergumul akan pendidikan anaknya. Oleh karena itu, beliau mendiskusikan pergumulan tersebut dengan Moderamen GBKP. Melalui diskusi tersebut maka solusi yang diberikan adalah Ruth Br Sitepu dibawa ke Panti Karya Hepata di Laguboti, suatu tempat pemeliharaan dan pendidikan bagi orang–orang disabilitas yang dikelola oleh Diakonia Charitas HKBP. Setelah Ruth br Sitepu mengenyam pendidikan dan tinggal di asrama Panti Karya Hepata di Laguboti, ternyata Pdt. Salomo Sitepu S.Th (Alm) menemukan bahwa ada beberapa orang penyandang disabilitas dari Kabupaten Karo yang tinggal di Panti tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, Pdt. Salomo Sitepu S.Th (Alm) mengusulkan kemungkinan untuk membuka Panti bagi para penyandang disabilitas pada sidang-sidang Gereja di GBKP. Usul tersebut tidak langsung diterima karena adanya keraguan akan jumlah penyandang Disabilitas di Kabupaten Karo yaitu wilayah pelayanan GBKP. Namun, pada akhirnya Pdt. Dr. A. Ginting Suka, S.Th (ketika itu menjabat sebagai Ketua Umum Moderamen GBKP) mengingatkan pesan Sidang Raya Dewan Gereja sedunia tahun 1983 di Vancouver Canada. Pada sidang raya tersebut, banyak isu-isu kemanusiaan yang menjadi perhatian khusus antara lain: korban test nuklir di Kepulauan Pasifik, korban akibat kurangnya pemeliharaan ibu sewaktu mengandung dan pemeliharaan balita yang mengakibatkan banyak anak–anak mengalami cacat tubuh dan mental. Hasil keputusan sidang raya tersebut menyatakan bahwa setiap insan manusia diberikan pelayanan yang baik, karena setiap insan walau bagaimanapun keadaan tubuh dan jiwanya adalah anak–anak Tuhan yang diciptakan berdasarkan gambar Allah. Berdasarkan hal itu, mereka berhak mendapatkan pemeliharaan di dalam dunia ini. Dewan Gereja Sedunia menganjurkan agar Gereja–Gereja menangani masalah–masalah kemanusiaan.
Gagasan dan pergumulan tersebut diatas kemudian dibicarakan oleh Moderamen GBKP dengan Dewan Pekabaran Injil NHK Belanda yang pada waktu itu diketuai oleh Pastor Yacob Slobb. Gagasan ini benar – benar mendapat sambutan dari Dewan Pekabaran Injil NHK dan muncul juga pemahaman bahwa harus ada keseimbangan antara pembangunan gedung dengan pelayanan jiwa. Akhirnya Dewan Pekabaran Injil NHK bersedia mendukung dengan mencari dana pembangunan rumah (panti perawatan dan pendidikan) bagi penyandang disabilitas.
Akhirnya pembangunan rumah (panti) bagi penyandang disabilitas dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Parpem GBKP dalam hal ini Pdt. Borong Tarigan, S.Th dan Pdt. Selamat Barus, S.Th dengan cara swakelola. Disamping itu, Pdt. Salomo Sitepu, S.Th bertugas untuk menjajaki anak–anak penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Karo. Berdasarkan hasil pendataan penyandang disabilitas, ternyata sebahagian besar jenis kedisabilitasan anak-anak adalah Disabilitas Intelektual, Tunarungu dan Tunawicara. Berdasarkan data tersebut, maka Moderamen GBKP memutuskan membuka pelayanan untuk Disabilitas Intelektual,Tunarungu dan Tunawicara. Akhirnya pada tanggal 21 Juli 1988, didirikanlah Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas GBKP Alpha Omega dengan Akte Notaris sebagai pendiri Pdt. DR. A. Ginting Suka, S.Th,(Ketua Umum), Pdt. E.P.Ginting, S.Th (Sekum) dan Pdt. Salomo Sitepu, S.Th (Sekretaris Bidang II Pengembangan GBKP).
Setelah pembangunan berjalan dengan baik, akhirnya GBKP juga mengadakan kerjasama untuk pengadaan guru karena keberadaan guru penyandang Disabilitas masih sangat jarang. Akhirnya Gereja Jerman mengutus Almuth Grothaus anak dari Pdt. Wagner Grothaus (yang pernah melayani di GBKP) yang baru saja menyelesaikan pendidikan dalam bidang pendidikan anak cacat untuk melayani menjadi guru di YKPD GBKP Alpha Omega.
Dalam perkembangan selanjutnya yayasan ini secara terus menerus mencari dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan juga berkembang tidak hanya di dalam lingkup panti saja, tapi sosialisasi juga dilaksanakan untuk tujuan mengubah pemahaman keluarga bahwa kecacatan bukanlah kutukan dari Allah, tapi merupakan tanggungjawab yang diberikan Allah kepada orang tua dan masyarakat. Selain itu, jemaat GBKP juga diajak untuk memberikan perhatian dan kepedulian kepada para penyandang Disabilitas.
Pada tahun 2017 terjadi perubahan nama yaitu Yayasan Kesejahteraan Penyandang Cacat (YKPC) GBKP Alpha Omega diganti menjadi Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas (YKPD) GBKP Alpha Omega.
Visi : Mensejahterakan Penyandang Disabititas
Misi :
- Mengasuh, mencerdaskan dan merehabilitasi serta memandirikan penyandang disabilitas sehingga hidup mereka lebih sejahtera dan dapat berperan aktif, berprestasi, terampil dan berdedikasi dalam pembangunan bangsa.
- Mengubah pola pikir masyarakat yang masih negatif terhadap penyandang disabilitas, agar masyarakat melihat setiap manusia sebagai ciptaan yang utuh dan berharga sehingga semuanya dapat diperlakukan sama.
Data Anak YKPD GBKP Alpha Omega: 46 orang anak berada di Juma Lingga dengan berbagai kegiatan dan vocasional di Juma Lingga, 40 orang anak bersekolah dan 20 orang bersekolah, tinggal bersama orang tua. Total keseluruhan 106 orang anak
Yayasan YKPD Alpha Omega:
Ketua : Pt. Em. Ir. Sanusi Surbakti, MBA
Sekretaris : Pt. Em. Ir. Budiman Sinulingga
Bendahara : Dk. Hartalina Br Sembiring, BBA
Anggota :
- Matius Bukit, SE
- Dr. Ida Rohriani Damanik
Direktur : Pdt. Monalisa Br Ginting, S.Si. Theol, M. Sos
Manager Workshop dan Pelatihan : Pdt. Paskaria Imanuel Perangin – Angin, S. Th, M. Si
Data Staff YKPD GBKP Alpha Omega
No. Jumlah Staff Keterangan
1. 2 Orang Pegawai kantor
2. 17 Orang Pegawai Sekolah (SLB)
3. 21 Orang Pengasuh
4. 3 Orang Pegawai Dapur
5. 1 Orang Pegawai Fisioterapy
6. 1 Orang Pegawai Kesehatan
7. 1 Orang Cleaning Service
8. 1 Orang Supir
9. 2 Orang Pegawai Peternakan
10. 2 Orang Pegawai Pertanian
11. 1 Orang Pegawai Security
12. 8 orang Pegawai café
Total 60 Orang Pegawai