BPP MORIA
Ikuti Kami di Sosial Media
Tentang Unit
Berbicara tentang MORIA GBKP tidak terlepas dari organisasi Christellyke Meisjes Club Maju (CMCM) yang terbentuk pada masa NZG melayani di Tanah karo. NZG berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat karo tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan (bd. Kej. 1:27). Pemahaman kesetaraan ini akan lebih cepat tersosialisasi jika anak perempuan diberikan kesempatan mengecap pendidikan formal dan non formal. Secara formal NZG membangun sekolah-sekolah dan menerima siswa laki-laki dan perempuan. Sementara pendidikan non formal diberikan dengan kursus keterampilan dan pendidikan karakter. Supaya pendidikan non formal ini tercapai dibentuklah organisasi perempuan yang disebut Christeijke Meisjes Club Maju (CMCM). Di sini perempuan belajar berorganisasi, belajar memimpin, belajar Alkitab, nyanyian gereja, koor, menjahit dan merajut wool. Selain itu perempuana diajar dan dilatih untuk perduli kebersihan lingkungan hidup dan memasak. CMCM ini dibentuk sampai ke desa-desa. Kegiatan CMCM terhenti pada masa penjajahan Jepang. Meskipun organisai CMCM terhenti, namun kegiatannya diteruskan oleh perempuan-perempuan gereja khususnya dalam peningkatan kapasitas perempuan dan pemahaman kesetaraan antar laki laki dan perempuan.
Pada Sidang Sinode di Tigabinanga, tahun 1956 muncullah usul untuk membentuk suatu wadah atau organisasi kaum ibu di jemaat GBKP. Pada tanggal 16 Oktober 1957 diadakan musyawarah kaum ibu GBKP bertempat di kantor sinode GBKP Kabanjahe. Dalam musyawarah ini, peserta sepakat memutuskan untuk membentuk organisasi kaum ibu atau pernanden GBKP yang dinamai Moria GBKP.
Moria sebagai bagian dari kategorial, merupakan organisasi perempuan internal GBKP bekerjasama dengan kategorial yang lainnya bersama-sama mewujudkan kerajaan Allah di dunia ini. Moria hadir sebagai teman sekerja Allah untuk menyampaikan Kasih Allah dalam Yesus Kristus.
Tujuan persekutuan Kategorial Moria GBKP adalah :
- Agar status dan martabat Perempuan sesuai dengan rencana Tuhan dalam menciptakan laki-laki dan perempuan seturut gambar dan rupa Allah. (Kej. 1:27, Gal. 3:28).
- Agar anggotanya mengetahui dan memahami Alkitab secara mendalam sehingga imannya semakin teguh (Roma 10:14).
- Terciptanya persekutuan antar sesama anggotanya.
- Berperan aktif di dalam organisasi gereja dan masyarakat baik Nasional maupun Internasional.
Struktur Kepengurusan Moria :
Ketua Umum : Pdt. Nurbety br Ginting, M.Th.
Ketua Bidang 1 : Pdt. Linawati br Ginting, S.Th.
Ketua Bidang 2 : Mibersim br Sembiring
Ketua Bidang 3 : Pt. Ely Jundrita br Ginting
Ketua Bidang 4 : Dk. Susilawati br Ginting
Sekretaris Umum : Pdt. Rosani br Sembiring, S.Th.
Sekretaris : Rikawati Ginting Munthe, SE, M.Si
Bendahara Umum : dr. Vanny Marianta br Sembiring, MARS
Bendahara : Roslianna br Bangun. AMK