STMIK GBKP NEUMANN menjadi yang pertama di Indonesia, dan pertama di Asia yang mewajibkan para mahasiswanya mengikuti pelatihan bahasa Korea Employment Permit System (EPS) TOPIK. Pelatihan bahasa Korea ini akan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan kampus. Peluncuran pelatihan bahasa Korea Program EPS-TOPIK terintegrasi ke dalam kurikulum kampus dilakukan pada hari Senen, 22 Mei 2023, di Kampus STMIK Neuman, Jl. Djamin Ginting, Medan. Pelatihan bahasa Korea ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh STMIK Neumann dalam rangka meningkatkan kapasitas para mahasiwa memasuki persaingan dunia kerja global.
“Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menawarkan ratusan ribu kesempatan kerja bagi pekerja migran setiap tahunnya, untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja non-profesional. Untuk mengatur dan melindungi kehadiran pekerja migran, pemerintah Korea Selatan memperkenalkan Employment Permit System (EPS) pada tahun 2004, dengan mengeluarkan Undang-Undang Khusus tentang Pekerja Asing (ACT on Foreign Workers Employment). Program EPS ini merupakan kesempatan luar biasa bagi siapa saja termasuk para mahasiswa Neumann untuk dapat bekerja dengan gaji yang tinggi,” ujar Pak Zakaria Sembiring S.T., M.Sc. Ketua STMIK Neumann.
Saat ini di Korea Selatan upah minimum bagi para pekerja asing maupun warga Korea sebesar 9.620 won per jam, sehinga upah bulanan atau gaji UMR para pekerja adalah sebesar 2.010.580 won, diluar upah lembur. Dengan nilai tukar 1 won setara 12 rupiah, maka besaran UMR Korea Selatan tahun 2023 adalah setara dengan 24.100.000 rupiah, jika dihitung dengan lemburan dapat mencapai 35 jutaan Rupiah. Besaran upah minimum tersebut berlaku untuk semua tempat kerja, apapun sektor industrinya.
“Kami ingin para mahasiswa STMIK Neumann dapat bekerja di Korea Selatan, dengan gaji tinggi, bahkan sebelum lulus kuliah jika mereka lolos seleksi program EPS, kami “rela” dan mendukung mereka untuk mendapatkan berangkat ke Korea. Oleh karena itu, sejak dari awal masuk kampus kami mempersiapkan mahasiswa kami dengan mewajibkan mereka mengikuti program pelatihan bahasa Korea khusus EPS-TOPIK (test of Proficiency in Korean). Untuk bisa bekerja di Korea Selatan lewat program EPS ini, harus mengikuti tes keterampilan dan bahasa sebagai syarat untuk bekerja di Korea Selatan. Calon pekerja migran akan dipilih berdasarkan hasil tes keterampilan dan bahasa. Mereka yang lulus seleksi akan diberikan visa kerja. Setelah mendapatkan visa kerja, pekerja migran akan ditempatkan di perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja asing. Pemerintah Korea Selatan bekerja sama dengan instansi pemerintah (BP2MI) dalam proses penempatan ini, sehingga program ini sangat kredible dan dapat dipertanggungjawabkan. Kuota tahun 2023 untuk pekerja dari Indonesia sebanyak 10.000 orang, dan untuk itu kami ingin para mahasiswa kami bisa mengambil kesempatan ini lanjut pak Sembiring.
Saat ini STMIK Neumann telah memiliki Kerjasama dengan Medan Korean Center (MKC) yang akan menyediakan instruktur bahasa korea dan fasilitas laboratorium bahasa untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. MKC juga menjadi mitra strategis kami yang akan membimbing dan mendampingi para mahasiswa kami mengikuti tahapan tahapan persiapan dan ujian EPS-TOPIK program G to G, program beasiswa ke Korea dan program kerja di perusahaan perusahaan korea di Indonesia.
STMIK Neumann juga saat ini sedang melakukan “benchmarking” ke Korea melalui Kerjasama internasional dengan kampus-kampus di Korea, sehingga para mahasiswa kami setelah lulus bisa melanjutkan pendidikan dan bisa mendapatkan beasiswa 50-100% ke kampus kampus mitra kami di Korea. Dengan kehadiran Medan Korean Center (MKC), yang berlokasi di Kampus Neumann masyarakat umum juga dapat mengikuti kelas kelas bahasa Korea secara online dan offline, serta mengikuti kegiatan kegiatan budaya Korea nantinya. Kampus STMIK Neumann saat ini sedang berkomunikasi dengan salah satu kampus terkemuka di Korea, untuk menjadikan mereka sebagai model – benchmarking STMIK Neumann. Dalam waktu dekat ini pemimpin-an kampus akan segera berkunjung ke Korea merealisasikan program Kerjasama ini.ST