Bahasa Indonesia

Oikotree Indonesia

Pdt. Imanuel Ginting, S.Th | 22-02-2022

Justice at the hearth of Faith
…dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa (Wahyu 22:2b)

Peluncuran ruang kabar baik kanal youtube Oikotree Indonesia oleh Pdt. DR. Albertus Patty, dengan tema :  “Keserakahan dan kerapuhan kita!”

Ada penyataan yang mengatakan bahwa jika 50 tahun lagi proses eksploitasi alam dalam kerakusan manusia tidak dihentikan maka bumi akan berakhir dan kehidupan punah. Dalam hal ini menghadapai panggilan eskatologis adalah membawa perdamaian Ilahi, umat harus bersiap dan berjaga-jaga. Dengan bekerja mengupayakan keadilan dan perdamaian untuk menjaga alam dari neoliberasme. Gerakan Oikotree adalah panggilan untuk memulihkan/menyembuhkan relasi iman, alam dan manusia. 


Bagaimana menghadirkan keadilan di tengah dunia dalam rawa paya? Stiglitz mengatakan,”Great divine-kita sekarang hidup dalam era keserakahan, manusia dikuasai ketamakan. Keserakahan yang menghancurkan alam raya, sesama  dan adanya pola relasi yang tidak seimbang dalam relasi manusia dengan Allah, sesama dan alam semesta. Manusia sebagai pusat, melihat yang lain sebagai obyek alat produksi/asset (human trafficking). Penguasa pengusaha memanfaatkan lemahnya system hukum untuk menguasai lahan orang miskin. Bumi sebagai asset yang sesukanya dieksploitasi (hegemony). Ketika umat manusia dan bumi jadi alat produksi, pada saat itu kita melawan dan mematikan Allah!  Seperti Adam dan Hawa yang ingin mendapatkan lebih, menjadi seperti Allah. Konteks ini sering melandaskan tindakannya pada kitab suci (Theo-capitalism). Ayat-ayat yang membinasakan ciptaan Allah. Akar keserakahan deforestasi dari Adam Smith adalah kita sebagai manusia yang bisa memanfaatkan semuanya untuk kehidupan kita mendapat untung (Theo-centric yang menjadi anthropo-centric).


Ketimpangan pentingan manusia yang segelintir menguasai mayoritas kehidupan dunia. Kesenjangan luar biasa dalam kehidupan. Homo economicus untuk menguasai, eksploitasi untuk korporasi. Di Indonesia kondisi parah selingkuh bisnis dan penguasa menguasai semua. Dalam PB keserahan/aplistos mengingini sesuatu yang bukan milik sendiri. Lukas 12-15 mengingatkan agar berjaga-jaga terhadap segala ketamakan. Terjadi kehancuran habis-habisan dunia ini. Kemajuan teknologi mempercepat pembinasaan bumi dengan pemanasan global, menuju bunuh diri massal! Bahkan kiamat sudah terjadi sebelum kedatangan Tuhan itu sendiri. Untuk itu kita harus berjuang menyembuhkan dunia dan relasi yang terluka. Menuju peradaban yang ekologis dan saling berkegantungan. Ecological civilization =kita hidup saling bergantung dalam kapal yang sama, yang hampir karam. Kita berpikir untuk keselamatan seperti bahtera Nuh, keselamatan alam raya ciptaan Tuhan. 


Korporasi seharusnya menjadi mediasi antara kesejahteraan kuasa dan masyarakat, tetapi kenyataan korporasi mengeruk alam tanpa batas yang mengakibatkan kehancuran tanpa batasan pula. Covid-19 bisa jadi dampak ketidakseimbangan alam itu sendiri. Melalui Oikotree visi dan mentalitas baru untuk membangun kesadaran inter-connectivas saling menopang dan mendukung common good.  


Migrasi manusia terjadi dalam kelenturan dan kelonggaran nilai budaya serta eksploitasi berlebih di masyarakat (kasus di NTT). Bagaimana kerasulan dan advokasi Gereja di tengah situasi human trafficking? Situasi climate change menyebabkan orang mencari penghidupan di daerah dan negara lain. Pekerja perkebunan, pekerja rumah tangga, sector nelayan (maritim). Pemulihan theology gereja dan regulasi negara juga sangat penting untuk kepentingan rakyat. 


Krisis bumi terjadi akibat salah kaprah konsep kemakmuran (bahan bakar fosil), dan terjadinya ledakan penduduk. Yang sangat dibutuhkan adalah adanya sinergi bersama untuk memperbaharui lingkungan, dengan konsep kemakmuran bukan materi tapi adalah kelestarian alam. Butuh nurani dan nyali kesederhanaan pemimpin gereja untuk bergerak bersama penderitaan dan pergumulan rakyat. Masih terjadi konten persidangan gereja sebagai kemasan tidak kena mengena sinergis dan selaras untuk menggemakan nilai-nilai spiritualitas yang asali. Bagaimana keputusan persidangan diberi roh dan aksi spiritual yang konkrit dan kokoh? Di sisi lain  kesadaran yang tidak bertumbuh dalam masyarakat melihat kenyataan persoalan krisis yang terjadi dan dihadapi adalah juga tantangan tersendiri.


Peluncuran kanal youtube Oikotree menampilkan kreatifitas, usaha dan upaya masyarakat bawah menghadapi dan mengatasi persoalan dan pergumulan kehidupannya. Agenda sharing 1 bulan sekali untuk sharing topik lingkungan. (Jumat ke-3 setiap bulannya)


(Pdt. Imanuel Kemenangan Ginting, STh. Biro Humas dan IT Moderamen GBKP)