Bahasa Indonesia

Peringatan HAKTP, Moria GBKP dan KAKR GBKP Komitmen Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pdt. Bertha W. Sinukaban, M. Th | 10-12-2025

Moria GBKP dan KAKR GBKP menyelenggarakan peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak (HAKTP), Rabu (10/12/2025) di aula Kantor Moderamen GBKP di Kabanjahe. Dalam memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak  yang dimulai  25 November hingga 10 Oktober 2025 dengan tema: “Kita punya andil, kembalikan ruang aman,” Moria GBKP dan KAKR GBKP mengundang semua unsur peduli perempuan dan anak ke dalam kegiatan ini dan dihadiri oleh perwakilan PWKI, Yapidi, SMPN 1 Kabanjahe, SMAN 1 Kabanjahe, SD dan SMP Metodis Kabanjahe, SD Swasta 4 Kabanjahe, SMA Swasta GBKP Kabanjahe, OSIS SMA Swasta Masehi Berastagi, Forum Anak Kabupaten Karo, DP3AP2KB, Komisi Anak Metodis Kabanjahe, Komisi Perempuan GKPPD Kabanjahe, Komisi Perempuan BNKP Kabanjahe, Komisi Perempuan HKBP Kabanjahe, Komisi Perempuan Metodis Kabanjahe, BP Moria Klasis Kabanjahe, BP Moria Klasis Kabanjahe-Sukarame, BP Moria Klasis Kabanjahe-Tiga Panah, PP PERMATA GBKP, BPP Mamre GBKP, PPA Tanah Karo, PKK Kab. Karo, KAKR Klasis Kabanjahe-Tiga Panah, KAKR Klasis Kabanjahe, KAKR Klasis Kabanjahe-Sukarame, Perempuan Peduli Tanah Karo, PERUATI GBKP, WKRI dan Kominfo. Peserta yang hadir berjumlah 99 orang, belum termasuk panitia.
Kegiatan ini dibuka dengan lagu pujian  yang dipimpin oleh Pdt. Rosani Br Sembiring, S. Th (Sekretaris Umum BPP Moria GBKP) dan dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Pdt. Bangun Firdaus Sembiring, S. Th. Kata sambutan disampaikan oleh Pdt. Nurbety Br Ginting, M. Th (Ketua Umum BPP Moria GBKP), yang menegaskan, “Melalui kegiatan ini kita akan membuat komitmen untuk melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak”. Selain itu, Pdt. Bangun Firdaus Sembiring (Pendeta Tugas Khusus dan Sekretaris KAKR Moderamen GBKP) menambahkan ajakan kepada para peserta dengan menghimbau, “Mari kita ikuti acara ini dengan baik walaupun hanya sebentar namun membawa makna yang besar”. 
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan latar belakang HAKTP oleh Pdt. Suenita Br Sinulingga, M. Th. Dikatakan, peringatan HAKTP berawal dari tiga orang bersaudara yang berjuang melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kisahnya dapat disaksikan dalam film yang berjudul “In the time of butterflies”. Pada tahun 1991, tanggal 25 November-10 Desember ditetapkan sebagai hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. HAKTP ini bertujuan untuk mendorong kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran HAM.
Dalam kegiatan ini, Ketua PKK Kabupaten Karo, Dk. Roswitha Br Bukit didampingi jajarannya Dahlia Br Sinuhaji, Dk. Rehmilna Br Sembiring dan  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Data Martina Br Ginting, AP., M.Si. dalam sambutannya, menyampaikan bahwa edukasi untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dimulai dari keluarga. “Ajarkan batasan-batasan pada tubuh sehingga anak-anak dapat mengerti dan menjaga tubuh mereka dengan baik. Orang dewasa harus melindungi anak-anak. Kita harus bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman. PKK dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatannya tetap menyuarakan 10 program pokok PKK, yang juga memiliki fokus untuk memberikan lingkungan yang aman di rumah, sekolah dan masyarakat,” katanya.
Disebutkan,  cara yang paling efektif untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak dimulai dari mencegah penyebabnya. 
Setelah acara seremoni selesai,  para peserta turun ke jalan dan menyerukan untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan slogan “STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK”. Rute arak-arakan dimulai dari Kantor Moderamen GBKP sampai Tugu Bambu Runcing Kabanjahe. Di Tugu Bambu Runcing Kabanjahe peserta mendeklarasikan komitmen untuk berperan aktif menghentikan kekerasan terhadap anak dan perempuan serta membuat video akan disebarkan di media sosial. Selain itu, peserta juga membagikan sticker yang bertuliskan “STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK” dan bunga mawar sebagai lambang perdamaian. Kegiatan kemudian diteruskan dengan mengunjungi SMKN 1 Kabanjahe, SD dan SMP Metodis Kabanjahe untuk menyuarakan upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak (Pdt. Bertha W. Sinukaban, M. Th – Humas IT & WGM).