Bahasa Indonesia

Solidaritas Pasca Bencana: MODERAMEN GBKP Hadir di Sibolga, Fokus Pemulihan Trauma dan Kesehatan Lingkungan

Pdt. Benny Antony Kaban, S.Th, M.MB | 16-12-2025

Moderamen, pada 25 November 2025, serangkaian bencana hidrometeorologi parah melanda wilayah Pulau Sumatera, dipicu oleh curah hujan tinggi akibat Siklon Senyar. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 14 Desember 2025 mengungkapkan skala tragedi ini: sedikitnya 1.016 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini diperkirakan berdampak langsung pada lebih dari 3,3 juta jiwa penduduk di sekitar 50 kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut. Bencana yang terjadi antara pukul 06.00 hingga 11.45 WIB ini didominasi oleh banjir dan tanah longsor. Kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) juga disebut-sebut memperparah bencana ini.

Korban jiwa dan kerusakan parah di beberapa wilayah.
Rekapitulasi sementara hingga 14 Desember 2025 mencatat total 1.016 korban meninggal dunia:
Sumatera Utara: sekitar 283 jiwa meninggal dunia.
Aceh: Sekitar 156 jiwa meninggal dunia.
Sumatera Barat: Sekitar 165 jiwa meninggal dunia.
Setidaknya 212 orang masih hilang dan satu juta orang terpaksa mengungsi. Di Kota Sibolga, misalnya, 2.096 orang mengungsi di 35 titik pengungsian.
Wilayah spesifik yang mengalami kerusakan parah meliputi:
Sumatera Utara: Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, dan Langkat.
Aceh: Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.
Sumatera Barat: Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman.

Respons Kemanusiaan GBKP: Donasi Terkumpul Rp1,2 Miliar
MODERAMEN GBKP, melalui Komisi Penanggulangan Bencana (KPB GBKP), segera merespons bencana ini. Sejak 25 November 2025, koordinasi dilakukan dengan BPMK dan Tim Mitigasi Bencana Klasis.
Gerakan kemanusiaan "Donasi GBKP Peduli" diluncurkan pada 26 November 2025, hingga berita ini diturunkan  dana yang sudah terkumpul sebesar Rp1,2 miliar melalui Rekening Dana Tanggul Bencana MODERAMEN GBKP (Bank Mandiri: 105-00-0590826-8). Bantuan sandang dan pangan juga telah didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak, termasuk Sibolga, Tebing Tinggi, Indra Kasih, Langkat, Aceh Tenggara, Desa Babo Aceh Tamiang serta posko terpadu PGI-UEM dan PGIW Aceh.

Upaya penyelamatan dan koordinasi lapangan,
KPB GBKP menghadapi tantangan akses jalan yang terputus saat mencoba masuk ke Tapanuli Tengah dan Sibolga. Namun, pada dini hari 30 November 2025, KPB GBKP berhasil memasuki Sibolga melalui Sumbulsalam dengan membawa bantuan logistik dan Starlink untuk komunikasi darurat.
Koordinasi erat juga terjalin dengan Pemerintah Kecamatan Simpang Empat, BPBD Kabupaten Karo, dan Staf Bupati Karo untuk menginformasikan akses penjemputan masyarakat Lingga Julu yang terjebak di Pandan, Tapanuli Tengah. Rombongan Serayan GBKP Runggun Lingga Julu, yang sedang menjalani retret, berhasil dipastikan aman di Grand Pandan Hotel setelah upaya komunikasi KPB GBKP dengan mitra pelayanan setempat.
Melalui Zoom Meeting dengan 27 BPMK dan Tim Mitigasi Bencana pada 27 November 2025, MODERAMEN GBKP menyatukan persepsi pelayanan. Kesepakatan utama mencakup pengaktifan Tim Mitigasi Bencana di tingkat klasis dan runggun, serta pembagian peran dalam pelayanan darurat dan masa pemulihan (recovery). Hingga saat ini, proses pencarian, evakuasi, dan pemulihan masih terus berlangsung seiring pembaruan data korban dan pengungsi.

Dalam upaya penguatan solidaritas pasca bencana hidrometeorologi, jajaran MODERAMEN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) melancarkan kunjungan pelayanan terpadu ke Sibolga. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Minggu (7/12/2025) hingga Selasa (9/12/2025), ini menegaskan komitmen GBKP untuk mendampingi warga jemaat di masa-masa sulit.
Ketua Umum MODERAMEN GBKP, Pdt. Krismas Imanta Barus, M. Th, LM., bersama Kepala Bidang (Kabid) Diakonia, Pdt. Seth Perangin-angin, M. Th., memimpin langsung rombongan dengan dipandu KPB GBKP : Pdt. Benny A. Kaban, S. Th., MMB. Turut serta dalam tim ini perwakilan dari KPB GBP, Biro Pastoral GBKP Pdt. Marta Jadiate Br. Ginting, S. Th., M. Psi., dan Unit DiaKaRo GBKP Pdt. Surya A. Surbakti, S. Th.
Rombongan memulai misi pelayanan dengan mengunjungi sejumlah rumah warga jemaat di Sibolga pada hari pertama untuk memberikan penguatan moral secara langsung.

Kerja Sama Lintas Wilayah

Pada Senin (8/12/2025), kerja sama apik terjalin dengan Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK) Pematangsiantar. Pertemuan diadakan bersama warga jemaat dan Badan Pekerja Majelis Runggun (BPMR) GBKP Sibolga. Pesan sentral yang disampaikan adalah pentingnya memprioritaskan kesehatan di situasi pascabencana dan berjuang bersama melalui masa-masa trauma.
“Apa yang menjadi beban GBKP Runggun Sibolga adalah beban dan doa bersama bagi seluruh warga GBKP,” tegas Pdt. Krismas Imanta Barus, menyuarakan semangat kebersamaan melalui gerakan ‘GBKP Peduli’.

Mitra PGI-UEM dan Panggilan Kritis Lingkungan

Kunjungan diakhiri pada Selasa (9/12/2025) dengan mengunjungi Posko Terpadu PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) – UEM (United Evangelical Mission) di HKBP Resort Sibolga Julu. GBKP telah menunjukkan dukungan nyata sejak awal bencana dengan mengirimkan bantuan logistik satu truk Colt Diesel untuk kebutuhan masyarakat umum di posko tersebut.
Pdt. Krismas Imanta Barus menyatakan bahwa GBKP akan terus hadir di Tapanuli Raya sebagai mitra strategis PGI dan UEM dalam penanganan bencana dan pascabencana.
Secara terpisah, Pdt. Seth Perangin-angin, M. Th., selaku Kabid Diakonia, mengajak seluruh gereja untuk bersikap lebih kritis dan proaktif terhadap kerusakan lingkungan di wilayah Tapanuli Raya. "Bencana tidak dapat dihindari, akan tetapi efek bencana dapat diminimalisir dengan langkah preventif yang dapat dilakukan bersama-sama," ujarnya.


Himbauan Waspada dan Donasi Terus Berjalan

MODERAMEN GBKP menghimbau seluruh warga jemaat untuk tetap waspada menghadapi perubahan iklim ekstrem. Partisipasi aktif dalam "Gerakan GBKP Peduli" melalui Donasi Tanggul Bencana sangat dinantikan, mengingat donasi ini akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudari yang menjalani masa pemulihan.
Gerakan penggalangan dana Bencana Hidrometeorologi ini akan dibuka oleh MODERAMEN GBKP hingga Februari 2025.
Mari, warga GBKP, kita amalkan firman: "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus" (Galatia 6:2). (Pdt. Benny Antony Kaban, S. Th, M.MB)