Unit-unit Bidang Diakonia GBKP mengadakan rapat koordinasi (Rakor) Rabu, 28 Januari 2026 di Jambur PPOS, Taman Jubileum 100 Tahun GBKP, Sukamakmur. Rapat dipimpin Kabid Marturia Moderamen GBKP, Pdt. Seth Perangin-angin, M. Th.
Sebelumnya dilakukan ibadah pembuka dengan Pengkhotbah Pdt. Yusni Rut Mentina Br Pandia, S.Si (Teol) (Direktur Yayasan Ate Keleng) dengan bahan diambil dari Lukas 10:25-37. Pdt Rut mengatakan bahwa "Gereja dapat hidup tanpa gedung, tetapi tanpa diakonia gereja adalah mati". Ungkapan ini mengatakan, iman Kristen bukan pada pengakuan, tapi perbuatan. Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati katanya, menegaskan bahwa iman sejati adalah iman yang hidup dan bergerak dalam tindakan kasih. Orang Samaria itu tidak hanya melihat penderitaan, tetapi bertindak: menolong, merawat, dan menanggung kebutuhan korban hingga tuntas. Inilah iman yang berbuah melalui belas kasihan. Berbeda dengan imam dan Lewi yang terikat oleh ritual dan rutinitas, orang Samaria menempatkan kasih sebagai prioritas iman. Percaya kepada Tuhan harus diwujudkan dalam perbuatan nyata, melayani, menolong, dan berdiakonia tanpa memandang perbedaan. Sebagai pelayan di bidang diakonia, kita dipanggil untuk menghidupi iman yang benar: iman yang tulus, ikhlas, dan berdampak. Kiranya pada tahun pelayanan 2026 ini, diakonia GBKP semakin hidup, nyata, dan menjadi berkat bagi jemaat, gereja, dan dunia.
Rakor dihadiri Pendeta Tugas Khusus dan perwakilan pengurus unit yang berada dalam naungan diakonia yakni Unit Diakaro (Diakonia Karitatif dan Reformatif), Credo Union Modifikasi (CUM), HIV/AIDS & NAPZA, Komisi Pelayanan Bencana (KPB), Yayasan Panti Asuhan Kristen (PAK) GBKP Gelora Kasih, Pusat Pembinaan Orangtua Sejahtera (PPOS), Yayasan Ate Keleng (YAK), Yayasan Kesehatan (YAKES) dan Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas (YKPD) GBKP Alpha Omega. Rakor mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan masing-masing unit selama tiga bulan terakhir dan rencana pelaksanaan program tiga bulan ke depan yang dipaparkan oleh perwakilan masing-masing unit. Setiap unit mendapat nadukan dan saran dari para peserta. Pdt. Seth mengatakan, kita membangun relasi dengan Tuhan melalui diakonia ( pelayanan kasih). Sesuai denga sasaran pelayanan GBKP, penguatan spiritualitas berbasis keluarga. Spiritualitas tersebut antara lain berdiakonia. Dikatakan, dengan bersinergi dan berkolaborasi, pelayanan akan berhasil.
Salah satu hal yang cukup mendapat respon yang dipaparkan Pendeta Tugas Khusus di Komisi HIV/AIDS & NAPZA, Pdt. Masada Sinukaban, M. Si (Teol) tentang maraknya warung remang-remang, judi dan penyalahgunaan Narkotika di Karo. Pdt. Masada mengemukakan pendapatnya tentang rencana aksi damai yang telah disetujui di sidang sinode lalu. Disahuti Pdt Seth, setiap program yang telah disetujui dalam persidangan gereja sudah bisa dieksekusi melalui perencanaan yang matang (Varny - Humas It & WGM GBKP).