Bahasa Indonesia

Penjabaran Program Partnership UEM

Humas Moderamen | 08-06-2022

Kabanjahe, 08.06.2022. 
Ringan i aula kantor Moderamen GBKP ilakokan Sosialisasi koneksi pendahin ras UEM, eme menyangkut aspek kolaborasi dingen subsidi man kerina unit pelayanan rikut biro Moderamen GBKP. Ketua Moderamen GBKP Pdt. Krismas I. Barus, MTh.LM memaparkan kerna UEM selaku Mitra gereja 3 benua, 37 anggota Asia, Afrika dan Eropa (17 di Asia, 14 di Indonesia). 5 pilar utama program (advocacy, diaconia, development, evangelism, partnership). UEM mengarahken anggota untuk membuat program yang membangun kedekatan dan kekerabatan, Gereja yang terbuka kepada masyarakat. Gereja diharapkan senantiasa dibangun semangat kebersamaan, tidak pernah untuk diri sendiri. Diakonia sosial, pelayanan di mana Gereja aktif mencari ruang, sahabat yang menolong dan ikut bergumul persoalan masyarakat (empowering) bukan ketergantungan, tapi memberdayakan dan memandirikan. 

Kasus terbesar saat ini adalah masalah advokasi, misalna kasus i Mentawai. I daerah e la  dibangun infrastruktur, tetapi pemodal telah habis membeli lahan rikut iikuti agenda dakwah agama tertentu, rikut masuk modal asing. Terjadi masalah pembodohan akut di tengah masyarakat si musil dingen tertading bas kemajuan pembangunan. Hal enda tentu harus jadi perhatian advokasi gereja-gereja. 

Herawaty br Bangun selaku kontak person program UEM (Biro Oikumene) memaparken maka relasi  UEM ras GBKP genduari enda sangat intens, bagian kita adalah sebagai anggota. GBKP saat ini menjadi bagian yang juga menyokong dan menopang keuangan UEM. Setiap tahun dibuat proposal program (sebelum September setiap tahun. Enca pelaksanaan sebelum Mei sudah dilaporkan pemakaian tahun yang lewat, laporan akhir ipeseh 3 bulan enca program enggo erkedungen pelaksanaanna) untuk anggaran rutin dan insidental (sigenduari lit idukung dana UEM eme KAKR, TK,KPB, YAKES, SAITUN, HIV/AIDS, PERMATA, BGA, Pelaksanaan ibadah live streaming, tim PI, YAK GBKP, Konseling Pastoral). Selain anggaran program rutin, maka lit ka anggaran insidentil sibanci  diakses (Euro 5.000,-/project).

Mari menyusun program alu berangkat bas akar persoalan untuk menjadi proposal yang didukung oleh UEM. Inilah bagaimana kita mengakses program dan anggaran yang ada. 42 unit, hanya TK yang mensosialisasikan UEM. Terakan program yang mana akan didukung oleh UEM untuk tahun depan. Perlu dibuat penjelasan dalam narasi yang kuat untuk planning, monitoring and evaluation (PME). Juga diharapkan adanya dukungan keuangan (minimal 10%)serta lampiran dokumentasi (foto kegiatan, di google drive-jpg-resolusi asli). Untuk keberlanjutan kerja sama ras  UEM perlu kal litna tanggungjawab pengelolaan program dan keuangan dari setiap unit penerima secara disiplin menurut kalender kerja program.

Alu litna perjumpan enda lit 3 proses kebersamaan  lintas unit sinuate ibangun Moderamen GBKP eme kebersamaan bas erban program, monitoring rikut evaluasi eme segelah ilakoken secara bersama-sama. Hal enda pe menghindari tumpang tindih program, bagepe pelaksana silanga terkordinasi alu mehuli. Untuk pengajuan proposal kedepan perlu ikaitken ras 17 poin tujuan  SDG's, termasuk pada dampak dari program yang diajukan.

(Pdt. Imanuel Kemenangan Ginting, STh-Biro Humas dan IT Moderamen GBKP).