Bahasa Indonesia

Stop Judi di Karo, Ratusan Jemaat GBKP Aksi Damai 

Biro Humas/ER | 19-06-2022

Ratusan jemaat GBKP perwakilan dari berbagai wilayah  (9 klasis) di Kabupaten Karo  melakukan aksi damai ke kantor DPRD Karo, Polres Tanah Karo, Kejaksaan Negeri Karo dan kantor Bupati Karo di Kabanjahe, Kamis (16/6/2022).

Massa berkumpul  di Menara Jubileum 125 Tahun GBKP dan  diawali dengan doa dipimpin Sekum Moderamen Pdt Yunus Bangun. Spanduk bertuliskan "Berantas judi, Narkoba dan prostitusi di Tanah Karo" dibentangkan dan berjalan kaki menuju kantor DPRD Karo.  Dengan antusias massa bernyanyi dan meneriakkan yel-yel, "Bersihkan judi, narkoba dan prostitusi di Tanah Karo".

Dalam aksinya mereka menuntut supaya pemerintah dan instansi terkait bertindak tegas dalam memberantas judi, penyalahgunaan Narkoba dan prostitusi. Semua lembaga terkait supaya melaksanakan tugas dan fungsinya agar Karo bebas dari judi, penyalahgunaan Narkoba  dan prostitusi.

 Pdt Makarios Sinupayung dan Pdt Kawalta Barus didampingi koordinator lapangan

Pdt Masada Sinukaban yang menjadi koordinator lapangan, dalam orasinya di DPRD Karo, meminta supaya Pemkab dan DPRD Karo segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) tentang anti judi, Narkoba dan prostitusi. Dengan demikian, jelas aturan yang mengikat dan harus dijalankan.  Dewan sebagai wakil rakyat agar bisa melihat kondisi warganya yang menderita akibat judi, Narkoba dan prostitusi.

Diharapkan, para anggota dewan bisa proaktif mempersiapkan Perda bersama dengan Pemkab Karo. Karena akibat judi dan Narkoba, ekonomi masyarakat banyak hancur.  Hubungan kekeluargaan berantakan.

Setelah pernyataan sikap diserahkan  kepada Plt Sekwan Rutina Br Sembiring karena semua anggota dewan  sedang bertugas di luar daerah, massa bergerak menuju Mapolres Karo.

Di  Mapolres Tanah Karo massa diterima Wakapolres Tanah Karo Kompol Aron Siahaan. Massa yang diwakili Pdt Andohar Purba dan Pdt Josep Gurukinayan menyatakan dukungannya kepada Polri untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pengayom masyarakat. Namun mereka meminta agar polisi bertindak lebih tegas lagi  sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Menutup judi dan memberantas penyalahgunaan Narkoba yang telah menyebabkan banyak masyarakat menderita.
Disebutkan Pdt Andohar, Indonesia memang sudah 77 tahun merdeka, tapi sebenarnya belum merdeka bila judi dan Narkoba masih marak.  Diharapkan, polisi melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan tidak  mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin mengintervensi untuk membelokkan kebenaran. Diyakini, menjadi seorang polisi bukan karena kebetulan tapi merupankan orang yang terpilih dan dipilih Tuhan. 
Wakapolres dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian GBKP dan tetap mengharapkan dukungan dan doa dalam mereka melaksanakan tugas.

Tuntutan yang sama juga disampaikan di Kejari Karo. Mereka meminta kejaksaan untuk bersikap tegas dalam menegakkan kebenaran. Junjung tinggi kebenaran, tegakkan keadilan, jangan tergoda untuk membelokkan kebenaran.
Massa diterima oleh Kasintel Kejari Karo Il Nardo Sitepu dan menyatakan, tuntutan massa akan diteruskan ke pimpinan.

Massa kemudian bergerak menuju kantor Bupati Karo yang diterima Asisten 3 Mulianta Tarigan.  Pdt Eben Karo Sekali dan Pdt Leo Ketaren  menyampaikan tuntutan agar Pemkab Karo bersinergi dengan DPRD Karo menerbitkan Perda tentang judi dan Narkoba. Massa juga meminta bupati menerbitkan Perbup anti judi  dan Narkoba. Bersinergi dengan Polres Karo menindak perjudian.

Bupati katanya mempunyai wewenang untuk mengajak Forkopimda untuk bersinergi memberantas judi dan Narkoba dan berwenang mengevaluasi.

Massa berharap bupati sebagai ibu dan wakil bupati sebagai bapak supaya menunjukkan perhatiannya untuk warganya dan mengayomi.
GBKP akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan tindak lanjut yang dibuat pemerintah. Aksi damai akan  berlanjut hingga Tanah Karo bersih dari judi dan penyalahgunaan Narkoba.

Acara berakhir di kantor bupati dengan kata penutup dan doa oleh Pdt Krimas Barus.
Secara terpisah Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt Krismas Barus  mengatakan, aksi ini dilaksanakan menyikapi suara jemaat yang  mengeluhkan banyaknya judi yang berakibat kepada menurunnya tingkat perekonomian  mereka. Demikian juga hubungan kekeluargaan yang jadi kurang harmonis.

GBKP katanya akan terus berkomitmen mendengar suara jemaat dan mendukung pemerintah serta siap bersinergi dalam membuat pembaharuan ke arah yang lebih baik. 

"Kita tahu ini bukan tugas yang mudah, pasti banyak tantangan. Namun bila ada niat baik dan komitmen untuk membangun Karo menjadi lebih baik dan semua instansi bersinergi, kita yakin pasti bisa," sebutnya.

Gereja disebutkan, hadir dari niat baik untuk berkontribusi dalam membangun Karo. Gereja menjalankan tugasnya melalui pembinaan-pembinaan rohani.  Namun,untuk mengubah mindset warga perlu proses dan waktu. Dalam kehidupan berbangsa juga ada aturan dan hukum yang harus ditegakkan yang merupakan tupoksi pemerintah. Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Program gereja diintegrasikan pemerintah, demikian juga gereja akan mengintegrasikan program pemerintah. Pemerintah membuat peraturan hukum yang harus ditegakkan dan menindak aparat yang menyalahi. Demikian juga, gereja membuat aturan dalam tata gereja dan aturan kepersonalian. 
“Kita siap diajak bekerja sama dalam semua bidang oleh pemerintah dan lembaga/instansi lainnya untuk Karo lebih baik, menuju kesejahteraan masyarakat. Semua kita jadi berkat bagi sesama. Gereja akan tetap berdoa dan bekerja. Mari bersihkan Karo dari penyakit sosial masyarakat,” katanya. 

Turut hadir dalam aksi tersebut Moderamen GBKP, Sekretaris Umum Pdt Yunus Bangun, Kabid Diakonia Pdt Mestika N Ginting, Pdt Kalvinsius Jawak, Pdt Christoper Sinulingga, Pdt Jenni Keliat, Pdt Natallidna Tarigan, Pt Ananta Purba dan Pt Jetra Meliala. 

(Biro Humas/ER)