Bahasa Indonesia

Smart Orientasi Klasis Kuala Langkat

Humas Moderamen | 15-07-2022

Kuala-05 Juli 2022

Pelaksanaan orientasi Klasis Kuala Langkat sekali enda tampil beda. Sihadir bas BPMK bagepe perwakilan BPMR seh teremna. Acara orientasi siilakoken pe teridah semarak, ija enca dung sermon, iterusi alu ceramah dingen bedah buku siibabai narasumber si luar biasa dingen reh i kuta sindauh nari Kota Pelajar Jogjakarta, eme Dk. Dr. Andreanyta Meliala, Ph.D. Kerehen nara sumber enda eme guna nehken ceramah dingen bedah buku, alu judul Book Seminar: “Bagaimana Mengatasi 7 Jenis Stres Mematikan?” garis besar isina, eme :

Stres diawali ketika kita gagal mengenali bahwa situasi sulit / tekanan hidup diijinkan Tuhan terjadi demi kebaikan kita. Melalui tekanan hidup, sejatinya kita diajak untuk terus bertumbuh seperti biji benih yang harus melawan kerasnya tanah padat dalam rangka memunculkan tunasnya.

Stres bisa dibagi menjadi dua, eustress dan distress. Eustress adalah jenis stres yang normal, yang tujuannya untuk mempertahankan hidup atau disebut sebagai survival. Contohnya adalah saat kita menyalakan api kompor, atau saat kita akan menyeberang jalan yang ramai lalu lintas, kondisi itu menimbulkan stres normal yang timbul dalam rangka kehati-hatian, kewaspadaan, agar kita mengambil keputusan yang pas untuk tetap dalam keadaan aman / selamat.

Stres jenis distress, melibatkan berbagai bentuk kondisi mental seperti marah, cemas, takut, khawatir, timbulnya rasa bersalah, kepahitan, keinginan yang salah (hawa nafsu), ketamakan, sampai rasa iri / dengki. Selanjutnya, kata stres yang dibahas kemudian adalah jenis distress. Jika seseorang hidup dipenuhi stres, bisa dikatakan ia sedang mengalami slow death (kematian perlahan-lahan), mengapa?

Misalnya, ketika seseorang dihina atau dimaki-maki di depan umum, alih-alih menanggapinya dengan sabar (sesuai ajaran Kristus), seringnya justru itu memancing amarahnya dan ingin membalas, atau setidaknya membela diri (dengan klarifikasi) – yang mana itu adalah biasa dan wajar menurut ajaran dunia.

Sementara, Yesus sudah mengajarkan suatu kebenaran yang berlawanan dengan ajaran dunia; ini membawa kita ada di persimpangan jalan à (roh) kita ingin bersikap sabar, legowo, namun seringnya yang kita lakukan justru sebaliknya: marah dan mau membalas. Pertentangan ini membawa manusia masuk ke dalam semacam arena peperangan batiniah, yang lalu secara alamiah diterima otak manusia sebagai pesan bahwa ini kondisi darurat à otak melepaskan hormon kortisol yang kemudian memicu sistem organ seperti sistem jantung & pembuluh darah, sistem pencernaan, dan lain sebagainya untuk mengaktifkan kondisi SIAGA. Dalam kondisi ini, tekanan darah meninggi, kadar gula darah meningkat karena dibongkarnya cadangan energi yang disimpan di hati, dan lain sebagainya, dengan tujuan: mempersiapkan diri untuk menghadapi peperangan.

Sesuai maksud dan tujuannya, sebenarnya fenomena ini hanya diberlakukan dalam kondisi darurat, untuk survival. Tentunya manusia tidak di desain untuk terus menerus dalam kondisi darurat; namun karena desakan pola peradaban dunia yang makin menua, manusia sering mengarahkan pikiran dan menempatkan perasaannya di medan peperangan yang serba darurat.

Persaingan (kompetisi) status, krisis eksistensi diri, materialisme, adu ketenaran dan banyak tuntutan dunia lainnya mendorong manusia hanyut dalam pola permainan duniawi, yang tentu semakin menjerumuskan masyarakat dalam pikiran dan pengertian yang salah. Kondisi darurat berkembang menjadi suatu keseharian/rutinitas. Tekanan darah cenderung naik, memberatkan beban kerja jantung dan kerja ginjal, yang bisa merembet ke segala area merusak kinerja sistem organ manusia. Inilah mengapa disebutkan amarah, ketakutan, kekhawatiran, dan pikiran-pikiran yang salah ini disebut sebagai kondisi slow death (mati perlahan-lahan). Jika jantung terus dipacu tanpa tujuan yang benar, bukankah bisa memicu kondisi serangan jantung?

Melalui buku “bagaimana mengatasi 7 stres mematikan” –  kita diajak untuk meneliti diri kita masing-masing, apakah kita ternyata sedang berada dalam kondisi pikiran yang salah? Apakah kita sedang mengembangkan 1-2 jenis gangguan di sistem organ kita? Jika ya, apakah yang dapat kita lakukan menurut Alkitab untuk terbebas dari kondisi distress tersebut? Dapatkah gangguan kesehatan tersebut disembuhkan tuntas?

Secara mendasar, buku ini mengajak kita untuk mempelajari trikotomi manusia, bahwa manusia dibangun oleh 3 dimensi yaitu: roh-jiwa-tubuh. Amarah, ketakutan, kepahitan adalah beberapa contoh dari dasar pelanggaran kebenaran Allah. Pelanggaran terhadap kebenaran Tuhan akan dikenali oleh roh, yang muncul sebagai suatu keadaan pertentangan batin, menyebabkan kegelisahan jiwa akibat perang batin (mengerti sikap yang direstui kebenaran Allah, namun justru melakukan / bersikap sebaliknya) – situasi itu menekan tombol darurat, dan dimensi fisik / tubuh manusia menanggapinya dengan misalnya: tekanan darah dan detak jantung meningkat, dan seterusnya.

Maka;

Jika kita ingin menikmati hidup yang sehat, bebas stres, di saat menghadapi berbagai tekanan (oleh karena peristiwa yang tidak kita inginkan) kita diajak untuk meresponinya menurut kebenaran Allah, atau sederhananya: meneladan sikap Kristus. Agar mampu meresponi keadaan apapun sesuai kebenaran Allah, maka kita perlu secara konsisten terhubung dengan Allah (Sang Sumber). Terhubung adalah kondisi komunikasi yang intim, kita berdoa untuk menyampaikan isi hati kita pada Allah, dibarengi dengan kita melakukan meditasi Firman Allah untuk dapat mendengar / memahami / menerima hikmat petunjuk dari Allah untuk setiap permasalahan yang kita hadapi. Keserasian antara dimensi roh dan dimensi jiwa  adalah kunci dasar dari kesehatan dimensi tubuh. Haleluya.

Enca dung man ciger sientabeh alu menu manuk gule, ilanjutken alu sosialisasi program rikut kinerja WGM Maranatha siibabai Dk. Aswan Sembiring. Sinuriken kerna isi WGM rikut Ngajuk sipulung guna jadi penulis dingen langganan WGM situhu-tuhu melala gunana bas nambahi pemeteh rikut informasi, dingen pengajaran erpalasken Pustaka si Badia.

Enca sie iumputi sosialisasi program biro Humas dan IT Moderamen GBKP siibabai Pdt. Imanuel Kemenangan Ginting STh. Ija ipaparken pengelolaan IT eme guna mpepaguhi berita kerna tritugas Gereja. Alu bage pe membangun citra rikut persepsi (brand) GBKP selaku Gereja sinyata bertindak i tengah perpulungen bagepe ku tengah masyarakat. Enda tujuanna segelah berita i masyarakat eme berita si mehuli dingen positif, ula kerna sisaling-salingen entah perjengilen singurangi terang dingen Erga Sira erkiniteken. Bagepe ilakoken secara langsung download One Click GBKP secara gratis bas playstore, rikut tiktok Moderamen GBKP.

Agenda berikutna eme praktek entry data siaj. Kegiatan enda inarasumberi Mahdianta Pandia. Antusiasme peserta tuhu teridah bas setiap poin ras contoh masalah mis iban solusi penyelesaian.

Dung kerina acara peserta ersikap guna ngelanjutken acara, eme erwisata ku Sabang. Tuhu kreatif dingen smart orientasi Klasis Kuala Langkat sekali enda. Semangat melayani, terpuji termulia Tuhan-ta.

(Dk. Dr. Andreanyta Meliala, Ph.D-Pdt. Imanuel Kemenangan Ginting, STh (Biro Humas dan IT Moderamen GBKP.)