Bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda pada 25 November 2025
lalu telah menguji ketangguhan dan solidaritas kita sebagai keluarga
besar GBKP. Menanggapi situasi tersebut, Moderamen GBKP bersama Komisi
Penanggulangan Bencana (KPB) GBKP terus melakukan langkah-langkah
strategis untuk memastikan pelayanan gereja hadir secara nyata, mulai
dari masa tanggap darurat hingga fase pemulihan.
Audiensi dan Laporan Umum KPB GBKP
Rangkaian koordinasi ini dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026, di Kantor
Moderamen GBKP, Kabanjahe. KPB GBKP yang diwakili oleh Pdt. Benny A.
Kaban, S.Th., MA, MMB., dan Wahyudi Mangara Tarigan menyampaikan laporan
komprehensif terkait aksi tanggap darurat yang telah dilakukan di
wilayah
Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Daerah Istimewa Aceh. Kehadiran
jajaran Moderamen GBKP, di antaranya Pdt. Krismas Imanta Barus, M.Th.,
LM., Pdt. Yunus
Bangun, M.Th., Pdt. Seth Perangin-angin, M.Th., Pdt. DR. Kalvinsius
Jawak, M.Si., Pdt. Liza Selvina Br. Tarigan, S.Th, MM., Pt. Agustinus V.
Ginting, SE dan Pt. Enriko Fenri Tarigan, S.Si,MM., menegaskan
pentingnya evaluasi menyeluruh atas pelayanan kebencanaan tersebut
sebagai dasar langkah pemulihan selanjutnya.
Pertemuan Lintas Klasis dan Unit Pelayanan: Merajut Sinergi
Sebagai tindak lanjut, pada Kamis, 15 Januari 2026, Moderamen GBKP
mengundang perwakilan klasis terdampak, klasis pendukung, serta unit
pelayanan terkait dalam sebuah rapat koordinasi besar. Pertemuan ini
dihadiri oleh utusan dari Klasis P. Siantar, Medan- Kuta Jurung,
Pembangunan - Medan Delitua, Medan-Delitua, Binjai-Langkat,
Medan-Kampung Lalang, Lubuk Pakam.
Apresiasi khusus diberikan kepada Klasis Lau Baleng yang merespons cepat
permintaan dukungan pelayanan ke Aceh atas koordinasi dengan PGI dan
PGI Wilayah Aceh. Moderamen GBKP juga
menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Ate Keleng (YAK), BPR Pijer
Podi, dan BPP MORIA GBKP atas kontribusi luar biasa di lapangan.
Suara dari Wilayah Pelayanan
Dalam diskusi tersebut, para ketua klasis menyampaikan dinamika yang
dialami jemaat. Pdt. Bandri Senja Sembiring (Klasis Medan Kampung
Lalang) dan Pdt. Demar Ginting (Sekretaris Klasis Binjai
Langkat) menekankan mendesaknya pelatihan mitigasi bagi tim di tingkat
klasis dan runggun serta ketersediaan alat kelengkapan bencana. Di sisi
lain, Pdt. Albert Ginting (Ketua Klasis Lubuk Pakam) membagikan
kesaksian menyentuh tentang bagaimana kantor klasis menjadi shelter bagi
warga lintas iman, di mana sekat perbedaan terkikis oleh semangat
kemanusiaan. Harapan senada disampaikan oleh Pdt. Perbeliten Tarigan (P.
Siantar), Pdt. Arapen Perangin-angin (Medan Kuta Jurung), dan Pdt. Via
Dala Rosa (Pembangunan – Medan Delitua) agar bantuan logistik dan
kebutuhan dasar seperti air bersih di Sibolga tetap menjadi prioritas
selama masa pemulihan.
Laporan Unit Pelayanan dan Solidaritas Jemaat
Semangat "GBKP Peduli" terbukti nyata melalui laporan Unit Pelayanan.
BPP MORIA GBKP tercatat telah menyalurkan lebih dari 1.200 paket
logistik bagi anggotanya yang terdampak. Sementara itu,
YAK dan BPR Pijer Podi memberikan pendampingan khusus bagi nasabah dan
anggota CU yang mengalami kerugian akibat bencana. Ketua Moderamen GBKP,
Pdt. Krismas Imanta Barus, dengan penuh syukur mengumumkan bahwa hingga
8 Januari 2026, total donasi "GBKP Peduli" yang terkumpul dari seluruh
warga jemaat telah mencapai angka Rp 1,4 miliar.
Menuju Pelayanan Satu Pintu
Kabid Diakonia GBKP, Pdt. Seth Perangin-angin, menekankan bahwa
seluruh pelayanan harus bergerak "Satu Pintu" dan terukur secara
sinodal. KPB GBKP juga meminta agar setiap unit dan klasis segera
menyerahkan laporan tertulis dan melakukan cross-check data sesuai
mekanisme gereja. Sekretaris Umum Moderamen, Pdt. Yunus Bangun, berharap
dana yang terkumpul dapat segera disalurkan secara tepat sasaran.
Ditargetkan, seluruh dukungan pemulihan pascabencana ini akan tuntas
didistribusikan selambat-lambatnya pada Februari 2026. Demikian juga
Pdt. Liza S. Br. Tarigan menyampaikan bahwa seluruh unit pelayanan di
bawah Bidang
Koinonia, bersedia kapan saja jika dibutuhkan oleh KPB GBKP untuk
bersinergi dalam pelayanan pemulihan seperti yang sudah dilakukan di
Klasis Binjai-Langkat beberapa waktu lalu. Melalui koordinasi ini, GBKP
berkomitmen untuk tidak hanya menjadi organisasi yang tanggap saat
bencana, tetapi juga menjadi gereja yang tangguh melalui penguatan Tim
Mitigasi Bencana di seluruh jenjang pelayanan sesuai amanat Sidang
Sinode (Pdt. Benny Antony Kaban, S.Th, MA, MMB - Ketua KPB GBKP).