Kegiatan

Detail Kegiatan

Satu Hati dalam Kemanusiaan: GBKP Perkuat Sinergi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi
Selasa, 20 Januari 2026

Satu Hati dalam Kemanusiaan: GBKP Perkuat Sinergi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda pada 25 November 2025 lalu telah menguji ketangguhan dan solidaritas kita sebagai keluarga besar GBKP. Menanggapi situasi tersebut, Moderamen GBKP bersama Komisi Penanggulangan Bencana (KPB) GBKP terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan pelayanan gereja hadir secara nyata, mulai dari masa tanggap darurat hingga fase pemulihan.

Audiensi dan Laporan Umum KPB GBKP 

Rangkaian koordinasi ini dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026, di Kantor Moderamen GBKP, Kabanjahe. KPB GBKP yang diwakili oleh Pdt. Benny A. Kaban, S.Th., MA, MMB., dan Wahyudi Mangara Tarigan menyampaikan laporan komprehensif terkait aksi tanggap darurat yang telah dilakukan di wilayah
Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Daerah Istimewa Aceh. Kehadiran jajaran Moderamen GBKP, di antaranya Pdt. Krismas Imanta Barus, M.Th., LM., Pdt. Yunus
Bangun, M.Th., Pdt. Seth Perangin-angin, M.Th., Pdt. DR. Kalvinsius Jawak, M.Si., Pdt. Liza Selvina Br. Tarigan, S.Th, MM., Pt. Agustinus V. Ginting, SE dan Pt. Enriko Fenri Tarigan, S.Si,MM., menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh atas pelayanan kebencanaan tersebut sebagai dasar langkah pemulihan selanjutnya.

Pertemuan Lintas Klasis dan Unit Pelayanan: Merajut Sinergi

Sebagai tindak lanjut, pada Kamis, 15 Januari 2026, Moderamen GBKP mengundang perwakilan klasis terdampak, klasis pendukung, serta unit pelayanan terkait dalam sebuah rapat koordinasi besar. Pertemuan ini dihadiri oleh utusan dari Klasis P. Siantar, Medan- Kuta Jurung, Pembangunan - Medan Delitua, Medan-Delitua, Binjai-Langkat, Medan-Kampung Lalang, Lubuk Pakam.
Apresiasi khusus diberikan kepada Klasis Lau Baleng yang merespons cepat permintaan dukungan pelayanan ke Aceh atas koordinasi dengan PGI dan PGI Wilayah Aceh. Moderamen GBKP juga
menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Ate Keleng (YAK), BPR Pijer Podi, dan BPP MORIA GBKP atas kontribusi luar biasa di lapangan.

Suara dari Wilayah Pelayanan

Dalam diskusi tersebut, para ketua klasis menyampaikan dinamika yang dialami jemaat. Pdt. Bandri Senja Sembiring (Klasis Medan Kampung Lalang) dan Pdt. Demar Ginting (Sekretaris Klasis Binjai
Langkat) menekankan mendesaknya pelatihan mitigasi bagi tim di tingkat klasis dan runggun serta ketersediaan alat kelengkapan bencana. Di sisi lain, Pdt. Albert Ginting (Ketua Klasis Lubuk Pakam) membagikan kesaksian menyentuh tentang bagaimana kantor klasis menjadi shelter bagi warga lintas iman, di mana sekat perbedaan terkikis oleh semangat kemanusiaan. Harapan senada disampaikan oleh Pdt. Perbeliten Tarigan (P. Siantar), Pdt. Arapen Perangin-angin (Medan Kuta Jurung), dan Pdt. Via Dala Rosa (Pembangunan – Medan Delitua) agar bantuan logistik dan kebutuhan dasar seperti air bersih di Sibolga tetap menjadi prioritas selama masa pemulihan.

Laporan Unit Pelayanan dan Solidaritas Jemaat

Semangat "GBKP Peduli" terbukti nyata melalui laporan Unit Pelayanan. BPP MORIA GBKP tercatat telah menyalurkan lebih dari 1.200 paket logistik bagi anggotanya yang terdampak. Sementara itu,
YAK dan BPR Pijer Podi memberikan pendampingan khusus bagi nasabah dan anggota CU yang mengalami kerugian akibat bencana. Ketua Moderamen GBKP, Pdt. Krismas Imanta Barus, dengan penuh syukur mengumumkan bahwa hingga 8 Januari 2026, total donasi "GBKP Peduli" yang terkumpul dari seluruh warga jemaat telah mencapai angka Rp 1,4 miliar.

Menuju Pelayanan Satu Pintu

Kabid Diakonia GBKP, Pdt. Seth Perangin-angin, menekankan bahwa seluruh pelayanan harus bergerak "Satu Pintu" dan terukur secara sinodal. KPB GBKP juga meminta agar setiap unit dan klasis segera menyerahkan laporan tertulis dan melakukan cross-check data sesuai mekanisme gereja. Sekretaris Umum Moderamen, Pdt. Yunus Bangun, berharap dana yang terkumpul dapat segera disalurkan secara tepat sasaran. Ditargetkan, seluruh dukungan pemulihan pascabencana ini akan tuntas didistribusikan selambat-lambatnya pada Februari 2026. Demikian juga Pdt. Liza S. Br. Tarigan menyampaikan bahwa seluruh unit pelayanan di bawah Bidang 
Koinonia, bersedia kapan saja jika dibutuhkan oleh KPB GBKP untuk bersinergi dalam pelayanan pemulihan seperti yang sudah dilakukan di Klasis Binjai-Langkat beberapa waktu lalu. Melalui koordinasi ini, GBKP berkomitmen untuk tidak hanya menjadi organisasi yang tanggap saat bencana, tetapi juga menjadi gereja yang tangguh melalui penguatan Tim Mitigasi Bencana di seluruh jenjang pelayanan sesuai amanat Sidang Sinode (Pdt. Benny Antony Kaban, S.Th, MA, MMB - Ketua KPB GBKP).


Kegiatan Lainnya