Kegiatan

Detail Kegiatan

Retreat Pendeta GBKP Tekankan Spiritualitas Kontemplatif dalam Pelayanan
Kamis, 05 Maret 2026

Retreat Pendeta GBKP Tekankan Spiritualitas Kontemplatif dalam Pelayanan

Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menyelenggarakan kegiatan Retreat Pendeta yang bertajuk “Merayakan Peziarahan Panggilan”, sebagai upaya memperdalam spiritualitas dan memperkuat panggilan pelayanan para pendeta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat gelombang, yang masing-masing berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian program yang terstruktur dan reflektif. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 23-25 Februari 2026, gelombang kedua pada tanggal 26-28 Februari 2026 dan gelombang ketiga 2-4 Maret 2026 di Retreat Center, Sukamakur. Sedangkan gelombang keempat dilaksanakan di Rumah Retreat Panti Semedi, Yogyakarta pada tanggal 20-22 April 2026. Setiap gelombang retreat ini dibimbing oleh Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF., Ph.D, Kepala Pusat Studi Spiritualitas dan Pengembangan Spiritual (PSSPS) Dosen Spiritualitas, Liturgi, dan Seksualitas Fakultas Teologi UKDW Yogyakarta.

Retreat diawali dengan kebaktian pembukaan yang dilayani oleh Moderamen GBKP. Kebaktian Pembukaan gelombang ketiga dilayani oleh Pdt. Yunus Bangun, M.Th (Sekretaris Umum Moderamen GBKP). Ia mengatakan bahwa kita dipilih dari ketidaklayakan sama seperti Abraham yang mendapat kasih karunia Tuhan. Berefleksi dari Kejadian 16-17, ketika Abraham mengalami kegagalan, Allah kembali meneguhkan panggilan. “Kita adalah orang yang sering gagal tetapi Tuhan selalu memulihkan dan itulah alasan kita merayakan peziarahan ini. Panggilan itu dirayakan karena melalui panggilan yang dirayakan kita akan menemukan banyak relasi yang perlu dirayakan”, tegasnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai sesi yang berfokus pada pengembangan spiritualitas pendeta. Pada hari pertama, peserta diajak memahami pentingnya spiritualitas dalam perjalanan panggilan melalui sesi “Apa itu Pengembangan Spiritualitas bagi Pendeta?” serta mendalami keheningan sebagai jalan spiritual di tengah dinamika pelayanan.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan praktik Lectio Divina, yaitu metode doa kontemplatif yang berakar dari tradisi gereja mula-mula. Para peserta kemudian mengikuti sesi “Vocational Check-Up” untuk merefleksikan kembali panggilan pelayanan mereka, para peserta diberikan beberapa pertanyaan dan diajak untuk memaknai kembali arti panggilan sebagai seorang hamba Tuhan. Selain itu, materi tentang luka-luka batin dan self-healing turut diberikan guna menolong peserta mengenali serta memulihkan pengalaman batin dalam pelayanan.

Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti sesi Spiritual Direction, baik secara personal maupun kelompok, serta diskusi tentang membangun panggilan kolegial-kontemplatif di tengah konteks pelayanan GBKP. Sesi kepemimpinan kontemplatif menjadi salah satu sorotan, yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang reflektif dan tidak reaktif.

Pada malam hari, peserta mengikuti ibadah kontemplatif sebagai bagian dari proses menghayati kembali identitas diri sebagai pelayan Tuhan. Ibadah ini dirancang secara simbolik dan reflektif, melibatkan pengalaman indrawi sebagai sarana perenungan panggilan. Peserta diajak mengecap jeruk nipis dan permen coklat melalui indra perasa sebagai sarana untuk mengkontemplasikan pengalaman asam, pahit, getir dan manis dalam pelayanan. Selain itu, para peserta retreat juga diajak untuk menyentuh jubah dan stola yang dibawa dan diletakkan di depan mereka yang duduk bersila kemudian mengingat pengalaman pertama mereka mengenakannya sebagai pendeta. Peserta juga diajak memeluk jubah dan menghayati peziarahan pelayanan yang telah dilalui bersama jubah tersebut.

Hari ketiga diisi dengan praktik mindfulness di alam terbuka, dilanjutkan dengan sesi tentang discernment atau kepekaan rohani sebagai kompas dalam mengambil keputusan, baik secara personal maupun komunal. Selain sesi-sesi tesebut, hal menarik lainnya adalah mulai makan pagi hari kedua peserta diajak untuk mensyukuri makanan dan minuman yang diberikan Tuhan melalui makan kontemplatif, fokus menikmati makanan dan minuman tanpa berbicara dengan orang lain. Kegiatan retreat ditutup dengan kebaktian penutupan yang dirangkaikan dengan Sakramen Perjamuan Kudus, yang dilayani secara konselebrasi oleh perwakilan pendeta GBKP dan Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF., Ph. D., sebagai wujud semangat oikoumenis yang dihidupi GBKP.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendeta GBKP semakin diperlengkapi secara spiritual, mampu mengelola dinamika batin dalam pelayanan, serta menjalankan panggilan dengan kedewasaan iman dan kepemimpinan yang kontemplatif. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para peserta kembali ke tempat pelayanan masing-masing untuk melanjutkan peziarahan panggilan (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban, M. Th - Unit Humas - IT & WGM).

 


Kegiatan Lainnya