Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menyelenggarakan kegiatan
Retreat Pendeta yang bertajuk “Merayakan Peziarahan Panggilan”, sebagai upaya
memperdalam spiritualitas dan memperkuat panggilan pelayanan para pendeta.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat gelombang, yang masing-masing berlangsung
selama tiga hari dengan rangkaian program yang terstruktur dan reflektif.
Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 23-25 Februari 2026, gelombang
kedua pada tanggal 26-28 Februari 2026 dan gelombang ketiga 2-4 Maret 2026 di
Retreat Center, Sukamakur. Sedangkan gelombang keempat dilaksanakan di Rumah
Retreat Panti Semedi, Yogyakarta pada tanggal 20-22 April 2026. Setiap
gelombang retreat ini dibimbing oleh Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF.,
Ph.D, Kepala Pusat Studi Spiritualitas dan Pengembangan Spiritual (PSSPS) Dosen
Spiritualitas, Liturgi, dan Seksualitas Fakultas Teologi UKDW Yogyakarta.
Retreat diawali dengan kebaktian pembukaan yang dilayani
oleh Moderamen GBKP. Kebaktian Pembukaan gelombang ketiga dilayani oleh Pdt.
Yunus Bangun, M.Th (Sekretaris Umum Moderamen GBKP). Ia mengatakan bahwa kita
dipilih dari ketidaklayakan sama seperti Abraham yang mendapat kasih karunia
Tuhan. Berefleksi dari Kejadian 16-17, ketika Abraham mengalami kegagalan,
Allah kembali meneguhkan panggilan. “Kita adalah orang yang sering gagal tetapi
Tuhan selalu memulihkan dan itulah alasan kita merayakan peziarahan ini.
Panggilan itu dirayakan karena melalui panggilan yang dirayakan kita akan
menemukan banyak relasi yang perlu dirayakan”, tegasnya. Kegiatan kemudian
dilanjutkan dengan berbagai sesi yang berfokus pada pengembangan spiritualitas
pendeta. Pada hari pertama, peserta diajak memahami pentingnya spiritualitas
dalam perjalanan panggilan melalui sesi “Apa itu Pengembangan Spiritualitas
bagi Pendeta?” serta mendalami keheningan sebagai jalan spiritual di tengah
dinamika pelayanan.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan praktik Lectio
Divina, yaitu metode doa kontemplatif yang berakar dari tradisi gereja
mula-mula. Para peserta kemudian mengikuti sesi “Vocational Check-Up”
untuk merefleksikan kembali panggilan pelayanan mereka, para peserta diberikan
beberapa pertanyaan dan diajak untuk memaknai kembali arti panggilan sebagai
seorang hamba Tuhan. Selain itu, materi tentang luka-luka batin dan self-healing
turut diberikan guna menolong peserta mengenali serta memulihkan pengalaman
batin dalam pelayanan.
Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti sesi Spiritual
Direction, baik secara personal maupun kelompok, serta diskusi tentang
membangun panggilan kolegial-kontemplatif di tengah konteks pelayanan GBKP.
Sesi kepemimpinan kontemplatif menjadi salah satu sorotan, yang menekankan
pentingnya kepemimpinan yang reflektif dan tidak reaktif.
Pada malam hari, peserta mengikuti ibadah kontemplatif
sebagai bagian dari proses menghayati kembali identitas diri sebagai pelayan
Tuhan. Ibadah ini dirancang secara simbolik dan reflektif, melibatkan
pengalaman indrawi sebagai sarana perenungan panggilan. Peserta diajak mengecap
jeruk nipis dan permen coklat melalui indra perasa sebagai sarana untuk
mengkontemplasikan pengalaman asam, pahit, getir dan manis dalam pelayanan.
Selain itu, para peserta retreat juga diajak untuk menyentuh jubah dan stola
yang dibawa dan diletakkan di depan mereka yang duduk bersila kemudian
mengingat pengalaman pertama mereka mengenakannya sebagai pendeta. Peserta juga
diajak memeluk jubah dan menghayati peziarahan pelayanan yang telah dilalui
bersama jubah tersebut.
Hari ketiga diisi dengan praktik mindfulness di alam
terbuka, dilanjutkan dengan sesi tentang discernment atau kepekaan
rohani sebagai kompas dalam mengambil keputusan, baik secara personal maupun
komunal. Selain sesi-sesi tesebut, hal menarik lainnya adalah mulai makan pagi
hari kedua peserta diajak untuk mensyukuri makanan dan minuman yang diberikan
Tuhan melalui makan kontemplatif, fokus menikmati makanan dan minuman tanpa
berbicara dengan orang lain. Kegiatan retreat ditutup dengan kebaktian
penutupan yang dirangkaikan dengan Sakramen Perjamuan Kudus, yang dilayani
secara konselebrasi oleh perwakilan pendeta GBKP dan Pdt. Stefanus Christian
Haryono, MACF., Ph. D., sebagai wujud semangat oikoumenis yang dihidupi GBKP.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendeta GBKP semakin
diperlengkapi secara spiritual, mampu mengelola dinamika batin dalam pelayanan,
serta menjalankan panggilan dengan kedewasaan iman dan kepemimpinan yang
kontemplatif. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para peserta kembali
ke tempat pelayanan masing-masing untuk melanjutkan peziarahan panggilan (Pdt.
Bertha Wandasari Sinukaban, M. Th - Unit Humas - IT & WGM).