Rapat Koordinasi (Rakor) Umum Unit dan Kategorial Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 di Kantor GBKP Klasis Kabanjahe. Kegiatan ini diawali dengan kebaktian pembuka yang dipimpin oleh Pdt. Liza Selvina Br Tarigan, S.Th., M.M., M.Min. Dalam khotbah yang didasarkan pada Amsal 16:1–3 dengan tema “Manusia Ngerencanaken, Dibata Simutusken”, peserta diajak merefleksikan pentingnya ketergantungan kepada Allah dalam setiap perencanaan pelayanan. Dalam khotbahnya, Pdt. Liza menyampaikan bahwa manusia memiliki kreativitas dan kemampuan merencanakan, tetapi Allah tetap memegang kendali atas segala sesuatu. Menurutnya, setiap pelayan Tuhan tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan sendiri, melainkan harus senantiasa bergantung pada kehendak Allah. “Manusia memiliki kendala, tetapi Tuhan memiliki kendali. Kita boleh kreatif karena kreativitas adalah anugerah Allah, namun Tuhanlah yang menentukan arah dan hasil dari setiap rencana,” ujarnya. Ia juga mengingatkan peserta agar waspada terhadap subjektivitas diri dalam menyusun dan menjalankan program pelayanan. Menurutnya, Tuhan tidak hanya melihat keberhasilan sebuah pekerjaan, tetapi juga motivasi yang mendasarinya. Selain itu, Pdt. Liza menegaskan bahwa kunci mencapai tujuan pelayanan adalah menyerahkan seluruh rencana kepada Tuhan. Penguatan dan peneguhan dari Allah merupakan berkat yang memungkinkan setiap program pelayanan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.
Sementara itu, dalam sambutan dan arahannya, Pdt. Krismas Imanta Barus, M.Th., LM., menekankan pentingnya penyusunan program yang strategis dan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh unit dan kategorial untuk menyusun program yang memiliki nilai tinggi, memberi dampak jangka panjang, serta menjadi dasar bagi pembangunan pelayanan yang lebih kokoh pada masa mendatang. Menurutnya, program yang dirancang harus bersifat konstruktif, yakni membangun sesuatu yang dapat dilanjutkan dan dikembangkan di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa persiapan yang matang jauh lebih penting daripada sekadar pelaksanaan program.“Marilah kita menyusun program dengan baik agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya,” katanya. Pdt. Krismas juga mengingatkan pentingnya mengenali tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2027 di masing-masing unit pelayanan. Dengan demikian, setiap unit dapat mempersiapkan program yang relevan dan mampu menjawab kebutuhan gereja maupun masyarakat. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat sebelum program dijalankan. Menurutnya, pengolahan data merupakan langkah penting dalam menentukan arah pelayanan yang tepat. Ia menegaskan bahwa misi pelayanan harus lebih diutamakan daripada publikasi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong setiap unit untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program-program pelayanan. Menurutnya, kerja sama yang baik akan memperkuat efektivitas pelayanan GBKP.
Pada sesi berikutnya, Pdt. Yunus Bangun, M.Th., menyampaikan bahwa keberhasilan GBKP dapat dilihat ketika warga jemaat merasa bahwa GBKP adalah keluarga mereka sendiri. “Keluarga adalah tempat untuk merasakan kebahagiaan, tetapi juga tempat di mana seseorang dapat mengalami luka. Karena itu, gereja harus mampu menghadirkan suasana kekeluargaan yang sehat bagi seluruh jemaat,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa setiap orang dapat berteologi, namun doktrin gereja tetap menjadi pegangan utama karena merupakan dasar pengajaran yang telah ditetapkan melalui keputusan bersama gereja.
Sementara itu, Pdt. Liza Selvina Br Tarigan kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antarsatuan pelayanan. Ia berharap penyusunan program dilakukan bersama unit-unit, kategorial, dan klasis sehingga tercipta sinergi yang baik dalam pelayanan GBKP. “Jangan ada program yang muncul secara tiba-tiba karena dalam pengelolaan keuangan Moderamen GBKP tidak dikenal istilah biaya tak terduga,” tegasnya.
Selanjutnya masing-masing Ketua Bidang Moderamen GBKP memaparkan laporan program yang telah terlaksana dan yang akan dilaksanakan. Pdt. Seth Perangin-angin, M.Th., memaparkan laporan bidang Diakonia., Pdt. DR. Kalvinsius Jawak memaparkan bidang Marturia, Pt. Agustinus Ginting, SE memaparkan bidang keuangan. Pt. Enriko Fenri Tarigan, S.Si, MM., sebagai Wakil Sekretaris Umum Moderamen GBKP juga turut hadir dalam pertemua ini beserta perwakilan dari unit-unit dan kategorial GBKP. Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh unsur pelayanan GBKP dapat menyusun program yang terarah, strategis, dan kolaboratif guna memperkuat pelayanan gereja di masa mendatang (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban).