Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan Indonesia
Pelangi Nusantara (IPN) menandatangani perjanjian kerjasama di Kantor
Moderamen GBKP, Kabanjahe, Kamis (4/6/2026). Kesepakatan tersebut menjadi
langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan misi penginjilan.
Acara penandatanganan diawali dengan kata sambutan oleh
Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt. Krismas Imanta Barus, M. Th, LM, yang
menyatakan sambutan baik GBKP atas kerjasama ini. Moderamen GBKP yang turut
hadir adalah Sekretaris Umum Moderamen GBKP, Pdt. Yunus Bangun, M. Th, Wakil
Sekretaris Umum, Pt. Enriko Fenry Tarigan, S.Si, M.M, Ketua Bidang Marturia,
Pdt. DR. Kalvinsius Jawak, M. Si, Ketua Bidang Diakonia, Pdt. Set
Perangin-angin, M. Th., Bendahara Umum, Pt. Agustinus V. Ginting, SE dan Jepta
Sembiring Meliala dari unit Hukum dan Harta Benda GBKP.
Sementara itu, dari pihak IPN hadir dan memaparkan profil
serta arah pelayanan organisasi, antara lain Pdt. Milkho M. E Legie, S.Th, Pdt.
Hendry C Pangaribuan, S.T.,M.Th., Selamat Irianta Munthe, Daniel Purba,
Aleksander Sebayang, Meriwati Br Sebayang, Devi Br Sinulingga, Esi Br Purba,
Herry Kristanto, serta Pdt. Dr. Alex Stefanus Ginting, Th.D.
Dalam pemaparannya, Pdt. Milkho menjelaskan bahwa IPN
berdiri sejak tahun 1991 dengan fokus pelayanan melakukan riset kepada
suku-suku terabaikan di Indonesia. Sebagai jaringan pelayanan interdenominasi,
IPN bekerja sama dengan berbagai gereja, sinode, sekolah tinggi teologi, dan
lembaga pelayanan lainnya. Saat ini, IPN memiliki 12 regional yang tersebar di
18 provinsi di Indonesia.
IPN juga memperkenalkan kelompok kerja yang menopang
pelayanannya, yaitu: Pokja Doa, Mobilisasi, Church Planting Movement (CPM),
Member Care, Riset, Media, Partnership Development dan Mentoring Gereja. Dalam sesi dialog, pihak IPN memberikan
gambaran tentang program yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kerja, seperti Member
Care yang berfokus pada pendampingan kemanusiaan, pendidikan, dan
kesejahteraan para pelayan misi. Melalui bidang ini, IPN membuka peluang
kolaborasi dengan tenaga profesional, termasuk tenaga kesehatan dan berbagai
profesi lainnya yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan masyarakat.
Selain itu, IPN mengembangkan pelayanan misi yang
memperhatikan konteks budaya dan lingkungan. Penggunaan media sosial dan
berbagai platform digital menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan kabar
baik secara kontekstual. Dalam kesempatan tersebut, IPN juga menyatakan
kesiapannya mendukung pengembangan media pelayanan bagi gereja-gereja mitra. Pada
bidang penerjemahan Alkitab, IPN saat ini mendampingi proses penerjemahan bagi
suku Gowa dan suku Alas. Menurut IPN, proses tersebut melibatkan anggota
masyarakat dari suku yang bersangkutan sehingga selain menghasilkan terjemahan
Alkitab, juga menjadi sarana pembinaan dan pemuridan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Pokja doa IPN secara rutin melaksanakan doa
bersama setiap hari pukul 17.00. Secara khusus, doa bagi suku-suku di wilayah
Sumatera Bagian Utara dilakukan pada minggu ketiga setiap bulan. Kelompok kerja
ini bekerja sama dengan kelompok kerja riset dalam mendukung pelayanan misi
yang berbasis kebutuhan lapangan.
Masih dalam sesi dialog, Pdt. Yunus Bangun menyampaikan bahwa
kerja sama antara GBKP dan IPN diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan
penginjilan, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan di tengah
masyarakat, seperti yang selama ini telah dilakukan oleh Bidang Diakonia GBKP
dan Bidang Marturia GBKP dalam program Unit Misi Terpadu Pertanian dan
Peternakan. Menurutnya, pelayanan gereja perlu diwujudkan secara holistik
melalui pemberitaan Injil yang disertai upaya pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Pdt. Kalvinsius Ginting Jawak menegaskan
bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kerja
sama yang lebih intensif pada masa mendatang. Ia berharap GBKP dan IPN dapat
segera merancang program-program bersama, termasuk dalam upaya perekrutan dan
pengembangan tenaga misionaris untuk menjawab kebutuhan pelayanan di berbagai
daerah.
Melalui penandatanganan perjanjian kerjasama ini, GBKP dan IPN berkomitmen
memperkuat sinergi pelayanan guna menjangkau suku-suku terabaikan di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pelayanan yang menyentuh
aspek rohani, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara
berkelanjutan (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban, M. Th).
