Moderamen Gereja Batak Karo Protestan
(GBKP) menerima kunjungan dari keluarga Pdt. Erika Bogatzky (Pendeta Tugas Khusus/Co-worker
dari Jerman untuk GBKP tahun 1990-2002), keluarga Pdt.
Norita Br Sembiring, keluarga Pdt. Abram Pehulisa Barus dan Pdt. Rosmalia Br
Barus di Kantor Moderamen GBKP, pada Kamis, 23/7/2026. Pertemuan berlangsung dalam
suasana hangat dalam hubungan persaudaraan sekaligus membahas peluang penguatan
kerja sama pelayanan antara GBKP dan mitra internasional. Kunjungan diawali
dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt. Yunus
Bangun, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum Moderamen GBKP,
Pdt. Krismas Imanta Barus. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pdt. Liza
Selvina Br. Tarigan (Ketua Bidang
Koinonia), Pdt. Kalvinsius Ginting Jawak (Ketua Bidang Marturia),
Pdt. Seth Perangin-angin
(Ketua Bidang Diakonia), Pt. Enriko Fenri Tarigan (Wakil Sekretaris Umum) , Pt. Agustinus Ginting (Bendahara Umum), Pdt. Mira Mutianta Br
Sinulingga (Pendeta
Tugas Khusus PERMATA GBKP) dan Pdt. Bertha Wandasari
Sinukaban (Pendeta Tugas
Khusus Unit Humas IT & WGM).
Dalam sambutannya, Pdt. Erika Bogatzky
menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Moderamen GBKP. Ia juga
membawa salam dari rekan-rekan di Jerman. Ia juga mengungkapkan tema pelayanan
gereja di Jerman adalah dari Wahyu 21, "Lihatlah, Aku menjadikan segala
sesuatu menjadi baru," Pdt. Erika mengajak seluruh peserta untuk terus
memandang pembaruan sebagai bagian dari karya Allah dalam kehidupan gereja.
Holgar Bogatzky juga membagikan pengalamannya melihat perkembangan GBKP selama
sekitar tiga dekade terakhir. Menurutnya, banyak perubahan positif telah
terjadi dalam pelayanan dan pengembangan gereja.
Pada kesempatan yang sama, Pdt. Abram
Pehulisa Barus memaparkan perkembangan pelayanannya di Weiglehaus Essen sebagai
pendeta yang diutus GBKP. Ia menjelaskan bahwa ibadah Minggu diikuti sekitar
70–80 orang jemaat. Pelayanan untuk pemuda juga dikembangkan dengan pembagian
kelompok usia. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum untuk membangun
hubungan yang semakin harmonis di antara para pelayan gereja.
Sementara itu, Pdt. Norita Br. Sembiring,
yang melayani di Departemen Global Education United Evangelical Mission (UEM) di Kantor
Wuppertal, Jerman, memaparkan berbagai peluang kerja sama antara UEM dan
gereja-gereja anggotanya. Ia menjelaskan bahwa melalui dokumen Sharing
Mission, pertukaran staf dan pendeta antar anggota UEM kini
semakin terbuka. Pdt. Norita juga menjelaskan tiga fokus utama pelayanan UEM,
yaitu pendidikan berbasis nilai anti-rasisme dan anti-diskriminasi melalui
seminar dan pembinaan bagi para pekerja gereja; pengembangan jaringan misi dan
evangelisasi di bawah Departemen Marturia; serta pelayanan musik internasional.
Selain itu, UEM juga memiliki komite beasiswa dan di bidang diakonia, UEM
secara berkala membuka Program Magister Diakonia setiap dua tahun sekali
Menanggapi berbagai pemaparan tersebut,
Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt. Krismas Imanta Barus menyampaikan sejumlah
perkembangan pelayanan dan kemitraan internasional yang sedang dijalankan GBKP, seperti Pos PI GBKP di Penang dan pelayanan kepada diaspora di Jepang dalam kebaktian
minggu melalui zoom meeting dan live streaming di kanal youtube dan facebook resmi GBKP kini telah menjangkau sekitar 130 orang. Sementara itu, di bidang
Koinonia, beberapa klasis baru serta kategorial PERMATA GBKP berharap adanya
peluang menjalin kemitraan dengan gereja-gereja anggota UEM. Dalam bidang
marturia, Pdt. Kalvinsius Jawak menegaskan bahwa pembangunan fasilitas gereja
perlu berjalan seiring dengan pengembangan pelayanan. "Gereja tidak akan
berkembang tanpa pendirian jemaat-jemaat baru," ujarnya. Pertemuan
dilanjutkan dengan makan siang bersama dan komitmen untuk terus mempererat hubungan
persaudaraan dan memperluas kemitraan pelayanan lintas negara demi mendukung
pertumbuhan misi, pendidikan, diakonia, dan pemberdayaan warga gereja di masa
mendatang (Pdt. Bertha W. Sinukaban).
