Kegiatan

Detail Kegiatan

Moderamen GBKP dan Pendeta Tugas Khusus di Jerman Perkuat Kerjasama untuk Pengembangan Pelayanan Gereja
Senin, 27 Juli 2026

Moderamen GBKP dan Pendeta Tugas Khusus di Jerman Perkuat Kerjasama untuk Pengembangan Pelayanan Gereja

Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menerima kunjungan dari keluarga Pdt. Erika Bogatzky (Pendeta Tugas Khusus/Co-worker dari Jerman untuk GBKP tahun 1990-2002), keluarga Pdt. Norita Br Sembiring, keluarga Pdt. Abram Pehulisa Barus dan Pdt. Rosmalia Br Barus di Kantor Moderamen GBKP, pada Kamis, 23/7/2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dalam hubungan persaudaraan sekaligus membahas peluang penguatan kerja sama pelayanan antara GBKP dan mitra internasional. Kunjungan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt. Yunus Bangun, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt. Krismas Imanta Barus. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pdt. Liza Selvina Br. Tarigan (Ketua Bidang Koinonia), Pdt. Kalvinsius Ginting Jawak (Ketua Bidang Marturia), Pdt. Seth Perangin-angin (Ketua Bidang Diakonia), Pt. Enriko Fenri Tarigan (Wakil Sekretaris Umum) , Pt. Agustinus Ginting (Bendahara Umum), Pdt. Mira Mutianta Br Sinulingga (Pendeta Tugas Khusus PERMATA GBKP) dan Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban (Pendeta Tugas Khusus Unit Humas IT & WGM).

Dalam sambutannya, Pdt. Erika Bogatzky menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Moderamen GBKP. Ia juga membawa salam dari rekan-rekan di Jerman. Ia juga mengungkapkan tema pelayanan gereja di Jerman adalah dari Wahyu 21, "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu menjadi baru," Pdt. Erika mengajak seluruh peserta untuk terus memandang pembaruan sebagai bagian dari karya Allah dalam kehidupan gereja. Holgar Bogatzky juga membagikan pengalamannya melihat perkembangan GBKP selama sekitar tiga dekade terakhir. Menurutnya, banyak perubahan positif telah terjadi dalam pelayanan dan pengembangan gereja.

Pada kesempatan yang sama, Pdt. Abram Pehulisa Barus memaparkan perkembangan pelayanannya di Weiglehaus Essen sebagai pendeta yang diutus GBKP. Ia menjelaskan bahwa ibadah Minggu diikuti sekitar 70–80 orang jemaat. Pelayanan untuk pemuda juga dikembangkan dengan pembagian kelompok usia. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum untuk membangun hubungan yang semakin harmonis di antara para pelayan gereja.

Sementara itu, Pdt. Norita Br. Sembiring, yang melayani di Departemen Global Education United Evangelical Mission (UEM) di Kantor Wuppertal, Jerman, memaparkan berbagai peluang kerja sama antara UEM dan gereja-gereja anggotanya. Ia menjelaskan bahwa melalui dokumen Sharing Mission, pertukaran staf dan pendeta antar anggota UEM kini semakin terbuka. Pdt. Norita juga menjelaskan tiga fokus utama pelayanan UEM, yaitu pendidikan berbasis nilai anti-rasisme dan anti-diskriminasi melalui seminar dan pembinaan bagi para pekerja gereja; pengembangan jaringan misi dan evangelisasi di bawah Departemen Marturia; serta pelayanan musik internasional. Selain itu, UEM juga memiliki komite beasiswa dan di bidang diakonia, UEM secara berkala membuka Program Magister Diakonia setiap dua tahun sekali

Menanggapi berbagai pemaparan tersebut, Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt. Krismas Imanta Barus menyampaikan sejumlah perkembangan pelayanan dan kemitraan internasional yang sedang dijalankan GBKP, seperti Pos PI GBKP di Penang dan pelayanan kepada diaspora di Jepang dalam kebaktian minggu melalui zoom meeting dan live streaming di kanal youtube dan facebook resmi GBKP kini telah menjangkau sekitar 130 orang. Sementara itu, di bidang Koinonia, beberapa klasis baru serta kategorial PERMATA GBKP berharap adanya peluang menjalin kemitraan dengan gereja-gereja anggota UEM. Dalam bidang marturia, Pdt. Kalvinsius Jawak menegaskan bahwa pembangunan fasilitas gereja perlu berjalan seiring dengan pengembangan pelayanan. "Gereja tidak akan berkembang tanpa pendirian jemaat-jemaat baru," ujarnya. Pertemuan dilanjutkan dengan makan siang bersama dan komitmen untuk terus mempererat hubungan persaudaraan dan memperluas kemitraan pelayanan lintas negara demi mendukung pertumbuhan misi, pendidikan, diakonia, dan pemberdayaan warga gereja di masa mendatang (Pdt. Bertha W. Sinukaban).



Kegiatan Lainnya