Palembang, 18 Juli 2026 – Pelatihan Sistem Informasi Anggota Runggun
(SIAR) GBKP Klasis Sumbagsel yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, di
Politeknik Pariwisata Palembang telah berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan
ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan data anggota
runggun guna mendukung pelayanan gereja yang lebih terarah.
Sepanjang kegiatan, para peserta memperoleh pembinaan mengenai
penggunaan SIAR, penginputan data anggota runggun, pembaruan data keluarga,
pemeriksaan kelengkapan data, serta pentingnya melakukan verifikasi secara
berkala. Para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai kendala yang ditemukan
dalam proses pendataan dan mendapatkan pendampingan untuk menyelesaikannya.
Klasis dan seluruh runggun di wilayah Klasis Sumbagsel menyatakan
komitmen penuh untuk memperbarui dan melengkapi data anggota runggun. Komitmen
tersebut dipandang bukan hanya sebagai pekerjaan administratif, melainkan
sebagai salah satu wujud nyata pelayanan gereja kepada seluruh jemaat.
Ketua Klasis GBKP Sumbagsel, Pdt. Ekwin Wesly Ginting, S.Th., M.Div.,
menyampaikan bahwa data jemaat yang lengkap dan akurat memiliki peran penting
dalam perencanaan pelayanan gereja. “Data yang akurat menjadi dasar penyusunan program yang tepat sasaran
dan menyentuh setiap jemaat,” ungkapnya.
Melalui data yang terus diperbarui, gereja dapat memperoleh gambaran
yang lebih jelas mengenai kondisi anggota jemaat, keluarga, pendidikan,
kelompok kategorial, serta berbagai kebutuhan pelayanan. Dengan demikian,
program kerja yang dirancang oleh runggun, klasis, maupun Moderamen dapat
disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan nyata jemaat.
Pelatihan ini juga memperkuat semangat kebersamaan dan koordinasi
antara Moderamen, klasis, dan runggun dalam mewujudkan tata kelola data gereja
yang tertib, terintegrasi, dan berkelanjutan. Keberhasilan penerapan SIAR
sangat bergantung pada konsistensi setiap runggun dalam melakukan pendataan,
verifikasi, dan pembaruan data secara berkala.
Rangkaian kegiatan
ditutup dalam suasana penuh kekeluargaan. Setelah pelatihan selesai, seluruh
peserta mengikuti makan bersama di rumah dinas Ketua Klasis GBKP Sumbagsel.
Kebersamaan tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus mempererat hubungan
pelayanan di antara para peserta.
