Kegiatan

Detail Kegiatan

21 Vikaris GBKP Dibekali Menjadi Pelayan yang Bermental Hamba dan Siap Diutus ke Runggun
Jumat, 31 Juli 2026

21 Vikaris GBKP Dibekali Menjadi Pelayan yang Bermental Hamba dan Siap Diutus ke Runggun

 Sebanyak 21 vikaris GBKP mengikuti Clinical Pastoral Education (CPE) sekaligus masa pembinaan sebelum menerima Surat Keputusan (SK) penempatan pelayanan di jemaat pada tanggal 20-31 Juli 2026 di PPWG Zentrum GBKP, RSUD Kab. Karo dan RSIA Mina Husada. Untuk menutup rangkaian kegiatan ini dilakukan kebaktian penutup dan pembacaan SK penempatan pelayanan di jemaat yang berlangsung di PPWG Zentrum Kabanjahe, pada Jumat, 31 Juli 2026. Kebaktian ini menjadi momentum penguatan spiritual bagi para vikaris sebelum diutus melayani di berbagai runggun dalam pelayanan GBKP.

Kebaktian dipimpin oleh Sekretaris Umum, Moderamen GBKP Pdt. Yunus Bangun, M.Th yang melayankan Firman Tuhan berdasarkan 1 Korintus 9:19–27. Dalam khotbahnya, ia mengatakan bahwa teks ini merupakan bagian kehidupan Paulus yang memperlihatkan bahwa siapapun bisa mengalami perubahan dalam hidup. Paulus mengalami perubahan hidup yang radikal (mengakar) karena Kristus. Menurutnya, perubahan sejati hanya dapat terjadi melalui persekutuan dengan Kristus (In Christo). Pdt. Yunus mengatakan bahwa Paulus mendapatkan pembebasan dari kuk Hukum Taurat yang diembannya dari kecil melalui penebusan Yesus Kristus. Kebebasan yang dimiliki Paulus bukanlah kebebasan untuk meninggikan diri, melainkan kebebasan yang mendorongnya memilih menjadi hamba bagi banyak orang agar semakin banyak orang dimenangkan bagi Kristus. "Paulus berulang kali menggunakan kata memenangkan. Ia memilih memiliki mental seorang hamba, bukan mental seorang bos. Seorang pemimpin yang bermental hamba akan tetap rendah hati, melayani dengan tulus, dan tidak mudah terjebak pada pujian maupun tawaran-tawaran duniawi," ungkapnya.

Pdt. Yunus menjelaskan bahwa seseorang yang telah dimenangkan Kristus tidak lagi sibuk mencari pengakuan dunia, sebab hidupnya telah berpusat pada Kristus. Fokus pelayanan bukan lagi memenangkan diri sendiri, melainkan menghadirkan keselamatan dan kebaikan bagi orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Yunus juga menyoroti pentingnya kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial dalam pelayanan. Paulus memiliki kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional sehingga ia dapat menempatkan dirinya dimanapun ia melayani. Menurutnya, keberhasilan seorang pelayan Tuhan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kemampuan memahami dan menempatkan diri di tengah berbagai situasi pelayanan tanpa kehilangan identitas sebagai pengikut Kristus. Pdt Yunus juga mengingatkan tentang teladan Kristus yang mengosongkan diri (kenosis), ia mengingatkan para vikaris agar mampu beradaptasi di mana pun ditempatkan, namun tetap teguh pada panggilan dan nilai-nilai Kristiani. "Emas tidak perlu mengaku dirinya emas. Jangan kehilangan jati diri di mana pun engkau ditempatkan. Nilaimu bukan ditentukan oleh tempat pelayanan, tetapi karena engkau memiliki nilai di dalam Kristus," pesannya.

Pdt. Yunus juga mengajak para vikaris memandang SK penempatan sebagai bagian dari Providentia Dei atau pemeliharaan Allah. Setiap penempatan diyakini sebagai cara Tuhan membentuk dan memelihara para pelayan-Nya. "Jangan mendahului cara Tuhan memelihara hidupmu dengan logika manusia yang terbatas. Tidak ada satu pun pengalaman yang diizinkan Tuhan terjadi dengan sia-sia. Pakaikan semua talenta yang Tuhan berikan, tidak perlu meniru-niru orang lain tapi galilah potensi dirimu dan jadilah dirimu sendiri. Tidak perlu mendefinisikan keberhasilan dengan ukuran dunia, tapi selama engkau berjalan bersama Tuhan, itulah keberhasilan" tegasnya.

Mengakhiri khotbahnya, Pdt. Yunus mengibaratkan kehidupan orang percaya seperti buah yang hadir bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk dinikmati orang lain. Ia mengajak para vikaris terus berproses di dalam Kristus dan menghadirkan buah pelayanan bagi jemaat. Dalam rangkaian kebaktian dilakukan juga Perjamuan Kasih, masing-masing peserta kebaktian memberikan buah yang telah disediakan kepada peserta lain serta menyampaikan makna dan pesan dari buah yang telah dipilihnya tersebut untuk menguatkan penerimanya dalam melayani. Perjamuan kasih ini menjadi simbol kebersamaan, penguatan dan kesiapan untuk diutus melayani Tuhan, Sang Pemilik kehidupan.

Setelah kebaktian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kata sambutan dari berbagai pihak. Diawali dengan kata sambutan dari para direktur dan yang mewakili unit-unit diakonia GBKP (Panti Asuhan Kristen (PAK) Gelora Kasih, Pusat Pelayanan Orangtua Sejahtera (PPOS), Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas (YKPD) Alpa Omega) tempat para vikaris menjalani masa magang sebelum ditempatkan di jemaat. Pdt. Rosmery Br. Pinem, M. Th (Direktur PAK Gelora Kasih) menyampaikan rasa syukur atas proses pembinaan melalui masa magang yang telah dijalani para vikaris. Ia mengatakan bahwa para mentor telah berupaya mendampingi para vikaris untuk menemukan jati diri serta panggilan Tuhan dalam pelayanan. "Kami berusaha hadir sebagai mentor sekaligus kakak yang memberi masukan, teladan, dan pendampingan. Kini saatnya melayani. Buatlah Tuhan bangga karena Ia telah memilihmu secara khusus melalui GBKP," ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Frida Debora Br. Purba, S.Th, M. Div (Direktur PPOS) mengungkapkan bahwa seluruh proses pembinaan telah mempersiapkan para vikaris untuk menerima SK penempatan di jemaat. Ia mengingatkan bahwa ke mana pun para vikaris ditempatkan, Tuhan telah lebih dahulu hadir di tempat tersebut. "Kemanapun kalian ditempatkan, Tuhan sudah terlebih dahulu berada di sana dan Dia akan menolong kalian mengerjakan pekerjaan-Nya," katanya, sembari menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembinaan terdapat kekurangan maupun ketidaknyamanan.

Mewakili fasilitator dan Pengurus Unit Pastoral Konseling GBKP, Pdt. Marta Jadiate Br. Ginting, S.Th, M.Psi, berharap seluruh pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Clinical Pastoral Education (CPE) dapat dibagikan kepada jemaat yang akan dilayani. "Apa yang kalian dapat, apa yang kalian rasakan dan apa yang kalian nikmati selama CPE ini, bagikanlah itu semua kepada jemaat yang akan kalian layani. Berangkatlah dengan damai dan sukacita menuju runggun tempat kalian akan melayani. Tuhan yang memilih, Tuhan yang mengutus, dan Tuhan pula yang akan mengurus”. pesannya.

Setelah itu kata sambutan dilanjutkan oleh Moderamen GBKP yang hadir, yaitu: Pdt. Krismas Imanta Barus, M.Th, LM (Ketua Umum Moderamen GBKP), Pdt. Yunus Bangun, M. Th (Sekretaris Umum Moderamen GBKP), Pt. Enriko Fenri Tarigan, S.Si,MM (Wakil Sekretaris Umum Moderamen GBKP) dan dari unit Sumber daya Manusia (SDM) GBKP, Pdt. Iswan Ginting, M.Div, MM. Melalui kata sambutannya, Pdt. Krismas Imanta Barus memberikan penguatan kepada para vikaris dengan mengingatkan bahwa sering kali Tuhan telah siap memakai para pelayan-Nya, meskipun manusia merasa belum siap. Menurutnya, pelayanan harus dijalankan dengan cara pandang Tuhan, bukan semata-mata berdasarkan logika maupun pengalaman pribadi. "Yang terutama adalah takut akan Tuhan. Jangan mengandalkan pemikiran manusia. Sering kali cara kita memandang dunia dibentuk oleh luka-luka kita sendiri. Jika kita berharap dunia menerima kita sepenuhnya agar merasa berharga, maka kita justru akan menyiksa diri," tuturnya. Mengutip Matius 28:7, ia menegaskan bahwa Tuhan telah lebih dahulu mendahului para vikaris ke tempat pelayanan mereka. "Di tempat pelayanan, Tuhan telah menunggu bersama para pertua, diaken, pengurus PJJ, dan seluruh jemaat. Karena itu melangkahlah dengan iman dan keyakinan bahwa Tuhan menyertai setiap pelayanan yang dipercayakan," pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dan penyerahan SK penempatan para vikaris oleh Sekretaris Umum Moderamen GBKP, Pdt. Yunus Bangun, M.Th, yaitu:


Top of Form

Bottom of Form

 Setelah itu kegiatan ditutup dengan penyerahan Sertifikat CPE kepada para peserta, fasilitator dan panitia yang telah melayani dengan baik sehingga terselengaranya kegiatan ini. Kiranya melalui rangkaian pembinaan, kebaktian dan penyerahan SK penempatan ini, para vikaris GBKP menjalankan panggilan pelayanannya dengan semangat seorang hamba, tetap menjaga jati diri di dalam Kristus, dan mengimani penyertaan Tuhan sehingga menjadi berkat bagi jemaat serta masyarakat di tempat mereka diutus (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban, M. Th-Unit Humas IT & WGM GBKP).


Kegiatan Lainnya