Dalam sebuah langkah
strategis
untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Karo,
khususnya
yang berasal dari keluarga kurang mampu, tim dari STMIK Kristen Neumann
Indonesia (GBKP) melaksanakan audiensi dengan pengurus Moria GBKP Pusat.
Pertemuan
ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026 di Kantor Moderamen GBKP,
Kabanjahe dan secara khusus pertemuan ini bertujuan untuk membangun
kerjasama dalam program
"Orangtua Asuh" atau penyediaan beasiswa.
Delegasi STMIK Kristen Neumann
Indonesia diterima dengan hangat oleh jajaran pengurus Moria GBKP dalam suasana
kekeluargaan dan semangat pelayanan. Dalam pemaparannya, perwakilan STMIK
Neumann menyampaikan beban moral dan visi mereka untuk memastikan tidak ada mahasiswa
potensial yang terpaksa menghentikan studinya karena kendala biaya.
Sebagai institusi pendidikan
yang memiliki keterikatan dengan GBKP, STMIK Neumann menyadari adanya kebutuhan
mendesak untuk mendukung mahasiswa dari jemaat yang kurang mampu secara ekonomi
namun memiliki potensi akademik yang baik. Oleh karena itu, inisiatif ini
ditujukan untuk mengetuk pintu hati dan kepedulian Moria GBKP yang dipandang
sebagai ibu dalam keluarga dan gereja diajak untuk berperan sebagai
"Orangtua Asuh".
Menanggapi pemaparan tersebut,
pihak Moria GBKP memberikan respons positif dan menyambut baik inisiatif mulia
ini. Dalam diskusi, ditekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar
utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan GBKP.
Program "Orangtua
Asuh" yang diusung dinilai sangat sejalan dengan semangat pelayanan Moria
yang berfokus pada masa depan generasi penerus. Moria GBKP berkomitmen untuk
membahas lebih lanjut mekanisme teknis pelaksanaan program ini dan akan
mensosialisasikannya kepada seluruh Moria GBKP untuk memberikan dukungan yang
lebih luas.
Audiensi ini diakhiri dengan
sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua belah pihak untuk bersinergi.
Diharapkan, kerjasama antara STMIK Kristen Neumann Indonesia dan Moria GBKP ini
dapat segera terealisasi, membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah bagi
para mahasiswa penerima beasiswa, dan menjadi berkat bagi pelayanan gereja
secara keseluruhan (Evinitus Sembiring,S.Si.Teol, M.Pd).
