Kegiatan

Detail Kegiatan

GBKP Terima Kunjungan Perwakilan Gereja Yewon, Bahas Peluang Kerja Sama Misi Dan Pelayanan
Kamis, 25 Juni 2026

GBKP Terima Kunjungan Perwakilan Gereja Yewon, Bahas Peluang Kerja Sama Misi Dan Pelayanan

Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menerima kunjungan Ibu Anita dari Gereja Yewon, Korea Selatan, dalam sebuah pertemuan yang membahas peluang kerja sama pelayanan, penginjilan, pendidikan bahasa, dan pembinaan generasi muda, pada Rabu (24/6/2026) di Kantor Moderamen GBKP, Kabanjahe.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pendeta dan pengurus kategorial yang mewakili GBKP, yakni Pdt. Jeremy Tarigan selaku Ketua BPMK Berastagi, Pdt. Obet Ginting dari Unit Kemitraan Oikumene dan Dialog Antar Iman (DAI), Pdt. Bangun Firdaus Depari dari KAKR Moderamen GBKP bersama Linda Br. Ginting, Pdt. Mira Mutianta Br. Sinulingga dari PERMATA GBKP, Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban dari Unit Humas, IT, dan WGM, serta Pdt. Bayu Kaesarea Ginting yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Yonsei University, Korea Selatan, sekaligus menjadi penghubung dalam pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ibu Anita memaparkan pelayanan yang dilakukan Gereja Yewon di Korea Selatan, khususnya pelayanan kepada masyarakat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 20 gereja di Korea Selatan yang menyelenggarakan kebaktian berbahasa Indonesia. Meskipun pelayanan tersebut masih dijalankan secara mandiri oleh masing-masing gereja, terdapat kerinduan bersama untuk membangun persatuan dan kerja sama yang lebih erat dalam pelayanan. Menurutnya, diperkirakan terdapat sekitar 60.000 warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan dan sebagian besar bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Kondisi ini membuka peluang yang besar bagi gereja-gereja Indonesia, termasuk GBKP bersama berbagai sinode lainnya, untuk bekerja sama dalam menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.
Menanggapi hal tersebut, Pdt. Obet Ginting menekankan pentingnya membangun kerja sama yang dapat memperkuat pelayanan, khususnya melalui pengembangan kemampuan bahasa dan pembukaan ruang dialog yang menghadirkan kasih Tuhan kepada masyarakat.
Sementara itu, Pdt. Bangun Firdaus Depari menyoroti pentingnya pelayanan penginjilan kepada anak-anak. Ia menyampaikan harapannya agar kehadiran Ibu Anita dapat membuka peluang kerja sama dalam pelayanan anak dan penginjilan generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Bangun Firdaus juga memperkenalkan berbagai pelayanan KAKR GBKP yang selama ini telah berjalan, termasuk kurikulum khusus untuk pengajaran  anak-anak serta berbagai program pelayanan lainnya. Salah satunya adalah kegiatan Karya Kasih yang sempat dihadiri oleh Ibu Anita pada malam sebelum pertemuan berlangsung di GBKP Klasis Berastagi. Selain itu, turut disampaikan rencana pelaksanaan PIARA yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 18.000 anak sebagai bagian dari upaya pembinaan iman bagi generasi muda GBKP.
Pdt. Mira Mutianta Br. Sinulingga pada kesempatan yang sama juga memberikan gambaran mengenai pelayanan dan pembinaan yang dilakukan oleh PERMATA GBKP terhadap kaum muda gereja.
Dalam diskusi yang berlangsung, muncul pula usulan mengenai pentingnya penyelenggaraan kelas bahasa guna mendukung pelayanan lintas budaya dan memperkuat hubungan antara gereja-gereja di Indonesia dan Korea Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Anita menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kerja sama antargereja kedua negara. Ia mengusulkan adanya program pertukaran pemuda-pemudi serta pembukaan kelas bahasa Korea sebagai sarana mempererat hubungan sekaligus memperlengkapi generasi muda dalam pelayanan di masa depan.
Pdt. Bayu Kaesarea Ginting menegaskan bahwa keberhasilan setiap bentuk kerja sama pelayanan harus dilandasi oleh komitmen dan ketulusan hati dalam melayani Tuhan Yesus Kristus. Ia juga membagikan pengalamannya mengenai komitmen Gereja Yewon dalam pelayanan penginjilan serta profesionalitas gereja tersebut dalam pengelolaan media dan teknologi informasi yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pelayanan GBKP di masa mendatang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara gereja-gereja di Indonesia dan Korea Selatan dalam mendukung pelayanan misi, penginjilan, serta pembinaan generasi mendatang demi kemuliaan Tuhan (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban).



Kegiatan Lainnya