Kegiatan

Detail Kegiatan

Erupsi Lagi, Gunung Sinabung Siaga
Jumat, 11 September 2026

Erupsi Lagi, Gunung Sinabung Siaga

Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo kembali lagi erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Erupsi ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung PVMBG, Armen Putra, mengatakan erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan berlangsung lebih dari satu jam.
Setelah erupsi, Badan Geologi menaikkan status aktivitas Gunungapi Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), mulai pukul 12.30 WIB pada hari yang sama.

Dengan adanya peningkatan status ini, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang beraktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi serta dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunungapi Sinabung. Khusus di sektor selatan-tenggara, masyarakat diminta menjauhi wilayah dalam radius 6 kilometer dari puncak.

Peningkatan aktivitas Sinabung sebenarnya sudah terdeteksi sebelum erupsi. Berdasarkan laporan Badan Geologi, sepanjang 1–30 Agustus 2026 tercatat 141 kali gempa Vulkanik Dalam dan 93 kali gempa Tektonik Jauh.
Menjelang erupsi pada Senin pagi, aktivitas kegempaan kembali meningkat. Tercatat 85 kali gempa Vulkanik, satu kali gempa Hembusan, dan satu kali Tremor Harmonik.

Erupsi ini juga berdampak ke sejumlah wilayah. Abu vulkanik menyebar hingga Berastagi dan sekitarnya, bahkan sampai ke Bandara Kualanamu yang menyebabkan beberapa penerbangan tertunda.
Warga Kuta Tengah juga ikut terdampak. Ratusan warga desa tersebut mengungsi ke posko darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Badan Geologi menyebut erupsi pada Senin tersebut masih merupakan erupsi awal, sehingga masih ada kemungkinan terjadi erupsi yang lebih besar. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, dan tidak mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas.
Warga yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi lahar, terutama saat hujan deras turun di kawasan puncak. Masyarakat diingatkan untuk tidak mendekati aliran sungai ketika hujan deras mengguyur kawasan gunung.

GBKP

Di tengah situasi ini, GBKP melalui Komisi Penanggulangan Bencana (KPB) ikut bergerak membantu warga yang terdampak erupsi.
Ketua KPB GBKP, Pdt. Benny Kaban mengatakan  bahwa setelah erupsi terjadi, KPB langsung membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah wilayah pelayanan, yaitu Klasis Barus Sibayak, Kabanjahe, Sinabun, dan Berastagi. Masker tersebut merupakan bantuan dari runggun dan klasis-klasis yang peduli dan tanggap serta bergerak cepat.
Selain membagikan masker, KPB juga sudah menyosialisasikan kepada warga agar tetap waspada dan mengikuti imbauan pemerintah dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunungapi Sinabung.
KPB juga melakukan simulasi kepada para relawan gereja agar bisa bergerak cepat dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi bencana, termasuk jika sewaktu-waktu diperlukan evakuasi warga.

Untuk mendukung proses evakuasi, beberapa tempat sudah disiapkan sebagai lokasi penampungan, antara lain Gedung KWK Berastagi,, PPWG Kabanjahe, dan Aula Juma Lingga.
KPB GBKP juga terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau perkembangan aktivitas Gunungapi Sinabung serta memastikan penanganan dan evakuasi bisa dilakukan sesuai kondisi di lapangan (Rinwy).


Kegiatan Lainnya