Kegiatan

Detail Kegiatan

Melalui Pembinaan, BPP Moria GBKP Perkuat Kembali Kepengurusan Paduan Suara
Selasa, 11 Agustus 2026

Melalui Pembinaan, BPP Moria GBKP Perkuat Kembali Kepengurusan Paduan Suara

Paduan suara binaan BPP Moria adalah pelayanan, persekutuan, kesaksian yang dilakukan oleh Moria dalam peribadatan. Melalui Paduan Suara, Moria bisa menyatu menyaksikan  kuasa dan kemuliaan Tuhan sehingga banyak jemaat yang bisa terlayani. Inilah harapa  dalam tubuh Paduan suara. 

Tidak hanya tubuh kepengurusan Moria Klasis, tetapi dalam Paduan Suara juga dilakukan periodesasi kepengurusan. Seiring dengan perubahan P2PRT Moria, telah digumuli dan ditetapkan tentang aturaan yang diberlakukan terhadap kepengurusan dan anggota Paduan Suara Moria. Setelah melakukan berbagai soasialisasi terhadap pengurus Paduan Suara dan Moria Klasis maka telah disepakati berbagai ketentuan tentang paduan suara tersebut. Paduan Suara Moria beranggotakan Moria yakni kaum ibu yang berusia maksimal 60 tahun.  Melihat perkembangan paduan suara diharapkan lahirnya beberapa paduan suara di daerah-daerah tertentu yakni Kuala Langkat Sekitar, Lubuk Pakam Sekitar, Sibolangit Sekitar, Berastagi Sekitar, Tigapanah Sekitar dan Tiga Binanga sekitar. 

Pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, dilakukan pembinaan kepada pengurus paduan suara binaan BPP Moria yakni Kabanjahe Sekitar, Dairi Sekitar, Siantar Sekitar, Pancur Batu Sekitar, Binjai sekitar dan tidak ketinggalan diundang juga calon binaan tersebut di atas. Selain itu hadir juga bidang satu yaitu yang membidangi Paduan Suara di Moria Klasis atau yang mewakili. Hampir seluruh pengurus Paduan Suara hadir dalam acara ini. Semangat mereka sebagai pengurus tampak dari antusias mereka dalam pembinaan ini. 

Pembinaan dibuka dengan ibadah yang dibawakan oleh Pdt. Linawati Br Ginting, S.Th. Dalam renungan yang disampaikannya, Pdt. Linawati memotivasi peserta untuk melihat Paduan Suara dengan kacamata baru. Adanya perubahan-perubahan yang ditetapkan dalam peraturan  paduan suara hendaknya memotivasi Moria lebih aktif lagi dalam berlatih dan menampilkan nyanyian yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Setelah kebaktian pembuka dilanjutkan dengan kata sambutan dari BPP Moria yang diwakilkan oleh Pdt. Nurbety Br Ginting, M.Th sebagai ketua umum. Dalam sambutannya, ia menekankan supaya seluruh peserta tetap semangat untuk dibina karena pembinaan ini berkaitan dengan pengorganisasian Paduan Suara. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembinaan sesi pertama yang dibawakan oleh Pdt. Nurbety Br Ginting. Diawali dengan membongkar sejarah lahirnya Moria GBKP yang tidak terlepas dari CMCM (Christeyke Meisjes Club Maju). CMCM berprogram tentang bernyanyi, koor, berdoa, membaca, menulis, pengetahuan umum, kebersihan, kesehatan, jamuan makan, tata boga, menjahit dan yang lainnya. Dari CMCM ini lahirlah Moria GBKP untuk melanjutkan program yang sudah ada. Dalam tubuh kepengurusan Moria terdapat 4 bidang dalam hal ini  bidang 1 yang membidangi paduan suara. Untuk itu tidak ada keterpisahan antara paduan suara dengan kepengurusan Moria Klasis. Keduanya saling mendukung untuk itu diharapkan terbangun relasi yang baik diantaranya.  Pengurus Paduan Suara terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Job description kepengurusan ini dipaparkan dengan jelas sehingga masing-masing pengurus dapat melaksanakan tugas dengan saling berkoordinasi dan berkolaborasi dengan baik.

Sesi ke dua dibawakan oleh Pdt. Rosani Br Sembiring, S.Th membahas tentang SOP Paduan suara. Dalam periode ini dibuat SOP untuk pengurus dan seluruh anggota paduan suara. Dipaparkan tentang prosedur  menjadi paduan suara binaan Moria dengan menunjukan laporan kegiatan dan kedisiplinan berlatih selama 6 bulan, melengkapi data kepengurusan, anggota dan program kerja paduan suara. Tidak hanya itu dalam SOP ini juga dipaparkan apa yang menjadi hak dan kewajiban dari paduan suara, prosesur latihan dan pelayanan yang dilakukan. Konsentrasi peserta tampak dalam sessi tanya jawab. Mayoritas pengurus ini baru dalam kepengurusan sehingga belajar lebih banyak lagi untuk bisa satu gerak langkah dengan apa yang sudah disepakati dalam SOP. Acara ditutup pada jam 15.30 WIB dengan doa dan foto bersama. Semua pulang dengan semangat baru dan mendapatkan buku “Moria Dulu, Sekarang Dan Akan Datang” sebagai bahan refrensi tentang sejarah Moria (Pdt. Rosani Br Sembiring, S.Th - Sekretaris Umum BPP Moria GBKP).



Kegiatan Lainnya