Kegiatan

Detail Kegiatan

Moria: Berdampak dan Menjadi Berkat, Sekilas Pelayanan Moria Klasis Jakarta Banten di Sumatera Utara
Selasa, 22 September 2026

Moria: Berdampak dan Menjadi Berkat, Sekilas Pelayanan Moria Klasis Jakarta Banten di Sumatera Utara

Merajut tali kasih adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan. Injil hadir karena kasih, Injil berkembang karena kasih, dan Injil sampai ke ujung dunia karena kasih. Kasih adalah fondasi yang kokoh. Kasih inilah yang memampukan Moria menjangkau sesama melalui tindakan nyata yang kehadirannya dapat dirasakan dalam hidup.

Moria telah membangun persekutuan bersama melalui Pendalaman Alkitab (PA). Pada prinsipnya, persekutuan ini mendorong para Moria untuk semakin kokoh dalam iman hingga berbuah lebat dan manis. Buah adalah sesuatu yang dapat dinikmati orang lain, dan itulah yang diharapkan dari persekutuan tersebut. PA Moria yang berlangsung pada 10–16 Mei 2026 dengan tema "Tetap Ersembah Man Tuhan" mendorong Moria untuk setia seperti Abraham dalam penyembahan kepada Allah. Kesetiaan ini dibangun melalui ibadah keluarga, lalu diwujudkan dengan memberi perhatian kepada sesama, khususnya teman-teman di rumah singgah HIV/AIDS.

Tahun ini, rumah singgah HIV/AIDS mendapat perhatian Moria diwilayah sektor, runggun, maupun klasis. Sejumlah laporan dari klasis menunjukkan wujud cinta kasih melalui kunjungan ke tempat ini. Tidak hanya klasis di Sumatera Utara, Moria dari klasis di luar Sumatera Utara pun turut terlibat. Bantuan berupa uang ada yang dikirimkan melalui transfer, ada pula yang diserahkan langsung sambil melakukan kunjungan.

Kunjungan ke Rumah Singgah HIV/AIDS

Pada Selasa, 15 September 2026, Moria Klasis Jakarta Banten datang berkunjung dan menyerahkan bantuan ke rumah singgah HIV/AIDS. Kunjungan ini sangat menyentuh hati teman-teman di rumah singgah. Mereka merasakan perhatian dan cinta kasih yang tulus dari Moria, dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Bantuan yang dihimpun dari seluruh Moria di klasis ini berjumlah Rp19.373.000 dan diserahkan langsung di rumah singgah oleh Nelly Margaretha br Bangun (Ketua Moria Klasis Jakarta Banten), Nita Emda Mena br  Sebayang (Sekretaris), Linawati br Silalahi (Bendahara) dan Trivena Nalsalita br Sitepu (Ketua Bidang 3). Rombongan disambut hangat oleh pengurus, yang diwakili oleh Bendahara Rumah Singgah HIV/AIDS, Towuty Br Sebayang.

Sister Church bersama Moria Klasis Munthe

Sesuai pepatah "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui", Moria Klasis Jakarta Banten melanjutkan kegiatan keesokan harinya ke Kantor Klasis Munthe untuk melaksanakan program Sister Church. Sister Church (Sahabat Dalam Kristus) adalah relasi persaudaraan yang didorong oleh BPP Moria. Melalui relasi ini, Moria klasis yang kuat dalam program dan dana dapat mendukung program Moria klasis yang masih berjuang. Setiap tahun, Moria klasis dapat berkoordinasi dengan BPP Moria untuk menentukan mitra sister church. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2017.

Kegiatan sister church kali ini berupa pelatihan membuat korsase dan makeup sederhana. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok korsase dan kelompok makeup. Setelah makan siang, kelompok dirotasi sehingga seluruh peserta mendapatkan ilmu dari kedua topik pelatihan. Dalam pelatihan korsase, peserta belajar membuat aksesori dari kain. Kreativitas ini diharapkan dapat berkembang menjadi UMKM Moria karena hasilnya dapat dipasarkan. Untuk pelatihan makeup, dihadirkan narasumber profesional dari Wardah yang melatih peserta merias wajah secara sederhana sesuai dengan bentuk wajah masing-masing. Para Moria sangat menikmati acara ini, terlebih dengan adanya kupon dan cenderamata dari Moria Klasis Jakarta Banten.

Dana program sister church ini berasal dari anggaran sebesar Rp500.000 per Moria Runggun per tahun. Klasis Jakarta Banten memiliki 15 runggun.

Gerakan Kasih untuk Pelayan Tuhan di Tanah Karo

Pada Kamis, 17 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama para pendeta, vikaris, detaser, serta nora-nora pendeta (yang pendetanya telah meninggal dunia). Kegiatan ini diberi nama Gerakan Kasih untuk Pelayan Tuhan di Tanah Karo. Acara diawali dengan ibadah pembuka yang dipimpin oleh Pdt. Nurbety Br Ginting, M.Th., Ketua Umum BPP Moria. Dalam renungannya dari Galatia 6:2, beliau menekankan bahwa hidup saling bertolong-tolongan bukanlah karena kita berkelebihan, melainkan karena hati yang digerakkan oleh cinta kasih.

Para pelayan yang diundang dipilih dari daerah terpencil atau kategori C, sebagian lagi karena ada anggota keluarga yang sakit, serta para pelayan yang sedang menempuh studi. Acara diisi dengan perkenalan dan berbagi pengalaman pelayanan. Dalam sambutannya, BPP Moria dan Moria Klasis Jakarta Banten menyampaikan harapan agar bantuan yang disalurkan dapat berdampak dan menjadi berkat bagi seluruh pelayan Tuhan di Tanah Karo.

Bantuan Gerakan Kasih ini diberikan selama sepuluh bulan kepada para pelayan terpilih, dan pada tahun berikutnya akan bergantian diberikan kepada pelayan lainnya. Dana Gerakan Kasih bersumber dari sumbangan para Moria serta anggota jemaat lainnya, seperti Mamre, PERMATA GBKP, dan Saitun. Ke depan, gerakan ini diharapkan dapat diperluas untuk mendukung para pendeta yang melanjutkan studi S2 dan S3 dan juga calon pendeta yang menempuh studi S1.

Inilah doa Moria Klasis Jakarta Banten dalam mewujudkan semboyan: “Melayani, Berdampak, dan Menjadi Berkat” (Pdt. Rosani Br Sembiring, S.Th - Sekretaris Umum BPP Moria GBKP).

 

 


Kegiatan Lainnya