Merajut tali
kasih adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan. Injil hadir karena
kasih, Injil berkembang karena kasih, dan Injil sampai ke ujung dunia karena
kasih. Kasih adalah fondasi yang kokoh. Kasih inilah yang memampukan Moria
menjangkau sesama melalui tindakan nyata yang kehadirannya dapat dirasakan
dalam hidup.
Moria telah
membangun persekutuan bersama melalui Pendalaman Alkitab (PA). Pada prinsipnya,
persekutuan ini mendorong para Moria untuk semakin kokoh dalam iman hingga
berbuah lebat dan manis. Buah adalah sesuatu yang dapat dinikmati orang lain,
dan itulah yang diharapkan dari persekutuan tersebut. PA Moria yang berlangsung
pada 10–16 Mei 2026 dengan tema "Tetap Ersembah Man Tuhan" mendorong
Moria untuk setia seperti Abraham dalam penyembahan kepada Allah. Kesetiaan ini
dibangun melalui ibadah keluarga, lalu diwujudkan dengan memberi perhatian
kepada sesama, khususnya teman-teman di rumah singgah HIV/AIDS.
Tahun ini, rumah
singgah HIV/AIDS mendapat perhatian Moria diwilayah sektor, runggun, maupun
klasis. Sejumlah laporan dari klasis menunjukkan wujud cinta kasih melalui
kunjungan ke tempat ini. Tidak hanya klasis di Sumatera Utara, Moria dari
klasis di luar Sumatera Utara pun turut terlibat. Bantuan berupa uang ada yang
dikirimkan melalui transfer, ada pula yang diserahkan langsung sambil melakukan
kunjungan.
Kunjungan ke
Rumah Singgah HIV/AIDS
Pada Selasa, 15
September 2026, Moria Klasis Jakarta Banten datang berkunjung dan menyerahkan
bantuan ke rumah singgah HIV/AIDS. Kunjungan ini sangat menyentuh hati
teman-teman di rumah singgah. Mereka merasakan perhatian dan cinta kasih yang
tulus dari Moria, dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Bantuan yang
dihimpun dari seluruh Moria di klasis ini berjumlah Rp19.373.000 dan diserahkan
langsung di rumah singgah oleh Nelly Margaretha br Bangun (Ketua Moria Klasis
Jakarta Banten), Nita Emda Mena br Sebayang
(Sekretaris), Linawati br Silalahi (Bendahara) dan Trivena Nalsalita br Sitepu (Ketua
Bidang 3). Rombongan disambut hangat oleh pengurus, yang diwakili oleh
Bendahara Rumah Singgah HIV/AIDS, Towuty Br Sebayang.
Sister Church
bersama Moria Klasis Munthe
Sesuai pepatah
"sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui", Moria Klasis Jakarta
Banten melanjutkan kegiatan keesokan harinya ke Kantor Klasis Munthe untuk
melaksanakan program Sister Church. Sister Church (Sahabat Dalam Kristus)
adalah relasi persaudaraan yang didorong oleh BPP Moria. Melalui relasi ini,
Moria klasis yang kuat dalam program dan dana dapat mendukung program Moria
klasis yang masih berjuang. Setiap tahun, Moria klasis dapat berkoordinasi
dengan BPP Moria untuk menentukan mitra sister church. Program ini telah
berlangsung sejak tahun 2017.
Kegiatan sister
church kali ini berupa pelatihan membuat korsase dan makeup sederhana. Peserta
dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok korsase dan kelompok makeup.
Setelah makan siang, kelompok dirotasi sehingga seluruh peserta mendapatkan
ilmu dari kedua topik pelatihan. Dalam pelatihan korsase, peserta belajar
membuat aksesori dari kain. Kreativitas ini diharapkan dapat berkembang menjadi
UMKM Moria karena hasilnya dapat dipasarkan. Untuk pelatihan makeup, dihadirkan
narasumber profesional dari Wardah yang melatih peserta merias wajah secara
sederhana sesuai dengan bentuk wajah masing-masing. Para Moria sangat menikmati
acara ini, terlebih dengan adanya kupon dan cenderamata dari Moria Klasis
Jakarta Banten.
Dana program
sister church ini berasal dari anggaran sebesar Rp500.000 per Moria Runggun per
tahun. Klasis Jakarta Banten memiliki 15 runggun.
Gerakan Kasih
untuk Pelayan Tuhan di Tanah Karo
Pada Kamis, 17
September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama para pendeta,
vikaris, detaser, serta nora-nora pendeta (yang pendetanya telah meninggal
dunia). Kegiatan ini diberi nama Gerakan Kasih untuk Pelayan Tuhan di Tanah
Karo. Acara diawali dengan ibadah pembuka yang dipimpin oleh Pdt. Nurbety Br
Ginting, M.Th., Ketua Umum BPP Moria. Dalam renungannya dari Galatia 6:2,
beliau menekankan bahwa hidup saling bertolong-tolongan bukanlah karena kita
berkelebihan, melainkan karena hati yang digerakkan oleh cinta kasih.
Para pelayan
yang diundang dipilih dari daerah terpencil atau kategori C, sebagian lagi
karena ada anggota keluarga yang sakit, serta para pelayan yang sedang menempuh
studi. Acara diisi dengan perkenalan dan berbagi pengalaman pelayanan. Dalam
sambutannya, BPP Moria dan Moria Klasis Jakarta Banten menyampaikan harapan
agar bantuan yang disalurkan dapat berdampak dan menjadi berkat bagi seluruh
pelayan Tuhan di Tanah Karo.
Bantuan Gerakan
Kasih ini diberikan selama sepuluh bulan kepada para pelayan terpilih, dan pada
tahun berikutnya akan bergantian diberikan kepada pelayan lainnya. Dana Gerakan
Kasih bersumber dari sumbangan para Moria serta anggota jemaat lainnya, seperti
Mamre, PERMATA GBKP, dan Saitun. Ke depan, gerakan ini diharapkan dapat diperluas
untuk mendukung para pendeta yang melanjutkan studi S2 dan S3 dan juga calon
pendeta yang menempuh studi S1.
Inilah doa Moria
Klasis Jakarta Banten dalam mewujudkan semboyan: “Melayani, Berdampak, dan Menjadi
Berkat” (Pdt. Rosani Br Sembiring, S.Th - Sekretaris Umum BPP Moria GBKP).
