Kegiatan

Detail Kegiatan

Rakor Moderamen GBKP Bersama Unit Pelayanan dan Kategorial Perkuat Sinergi dan Arah Pelayanan
Kamis, 08 Oktober 2026

Rakor Moderamen GBKP Bersama Unit Pelayanan dan Kategorial Perkuat Sinergi dan Arah Pelayanan

Moderamen GBKP, yakni Pdt. Krismas Imanta Barus, M.Th, LM (Ketua Umum Moderamen GBKP), Pdt. Yunus Bangun, M.Th (Sekretaris Umum Moderamen GBKP), Pdt DR. Kalvinsius Ginting, M.Si (Kabid Marturia Moderamen GBKP), Pdt. Set Perangin-angin, M.Th (Kabid Diakonia Moderamen GBKP), Pdt. Liza Selvina Br Tarigan, S.Th, MM ((Kabid Koinonia Moderamen GBKP), Pt. Enriko Fenri Tarigan, S.Si, MM (Wasekum Moderamen GBKP) dan Pt. Agustinus V. Ginting, SE (Bendahara Umum Moderamen GBKP) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pengurus dan pendeta tugas khusus unit pelayanan dan kategorial pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di PPWG Zentrum GBKP.

Kegiatan diawali dengan kebaktian yang menjadi landasan spiritual sebelum seluruh peserta memasuki agenda koordinasi dan evaluasi pelayanan. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Yunus Bangun, M.Th., dengan renungan berdasarkan Mazmur 127:1–5. Dalam khotbahnya, Pdt. Yunus menegaskan bahwa kehidupan orang percaya harus menjadikan Tuhan sebagai pusat dan dasar dari seluruh aktivitas kehidupan. Mengacu pada Mazmur 127, ia menguraikan tiga ruang kehidupan yang membutuhkan campur tangan dan berkat Tuhan, yakni rumah, pekerjaan, dan anak-anak. “Rumah” tidak hanya dipahami sebagai bangunan, tetapi sebagai tempat berlindung, tempat anggota keluarga saling mengasihi, sekaligus tempat beristirahat. Oleh karena itu, kehidupan rumah tangga tidak dapat dilepaskan dari ketergantungan kepada Tuhan. Menurutnya, campur tangan Tuhan tidak akan dialami apabila manusia tidak sungguh-sungguh mengandalkan-Nya.

Demikian pula dalam pekerjaan. Manusia bekerja untuk memperoleh hasil dan upah, tetapi tujuan pekerjaan pada akhirnya tidak akan tercapai tanpa berkat Tuhan. Ia mengingatkan bahwa uang tidak selalu menjadi sumber kebahagiaan karena dalam keadaan tertentu uang justru dapat membawa penderitaan apabila tidak ditempatkan secara benar dalam kehidupan.

Dalam hal anak-anak, Pdt. Yunus menggambarkan mereka sebagai “anak panah” yang berada di tangan orang tua. Orang tua yang tidak takut akan Tuhan dapat keliru dalam mengarahkan anak-anaknya. Oleh karena itu, pengenalan dan takut akan Tuhan menjadi dasar penting dalam membentuk dan mengarahkan kehidupan generasi berikutnya.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan bergereja. Menurut Pdt. Yunus, Tuhan harus menjadi pusat kehidupan gereja sehingga setiap pelayanan dan program yang dilakukan tidak menjadi pekerjaan yang sia-sia. Ia mengajak peserta Rakor menjadikan pengenalan kepada Tuhan secara pribadi sebagai fondasi dalam menjalankan seluruh program pelayanan. “Adi labo erpalasken erkemalangen man Tuhan kai pe siilakoken kita bas program-program gerejanta, nol kerina e,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan Rakor yang dilaksanakan menjelang akhir tahun sebagai momentum untuk memastikan bahwa pelayanan dan program gereja tetap berlandaskan pengenalan akan Tuhan. “Emaka sipastikenlah bas rakor si terakhir ibas tahun enda gelah selamat kita nadingken tahun enda. Selamat ertina i jenda, kita lebe nandai Tuhan alu payo, gelah e jadi pondasi guna program-program ibas tahun-tahun berikutna”, pungkasnya mengakhiri kotbah.

Setelah kebaktian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt. Krismas Imanta Barus, M. Th, LM., mengenai arti, tujuan, fungsi, dan mekanisme Rapat Koordinasi. Dalam pemaparannya, Rakor dijelaskan sebagai salah satu fungsi organisasi untuk mengomunikasikan dan mengintegrasikan visi serta misi GBKP, menyatukan pemahaman seluruh tim kerja, membagikan informasi mengenai rencana dan perkembangan bidang fungsional, serta membagi peta peran agar tidak terjadi tumpang tindih program, waktu, maupun anggaran. Rakor juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dengan memperhatikan fungsi, waktu, tempat, anggaran, potensi, keterampilan, fasilitas, dan metode. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif dan jelas antar bidang dan unit menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pelayanan Moderamen.

Sejumlah hal ditekankan untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan program, antara lain kesesuaian dengan sasaran pelayanan, sinkronisasi dengan kalender kerja umum, analisis proses dan efektivitas program, analisis keuangan, serta keberlanjutan dan pembentukan identitas jemaat. Salah satu penekanan dalam Rakor adalah pentingnya memperkuat kolaborasi antarbidang dan unit pelayanan Moderamen. Pdt. Krismas menguraikan bahwa evaluasi dan revisi program dapat diarahkan untuk meningkatkan program kolaborasi, karena kerja kolaboratif diharapkan menghasilkan sinergi yang lebih besar dibandingkan dengan kerja yang dilakukan secara parsial. Kolaborasi tersebut tidak dimaksudkan sekadar menggabungkan program yang memiliki bentuk kegiatan yang sama. Lebih dari itu, kolaborasi dibangun atas kesadaran bahwa setiap bidang dan unit memiliki keterbatasan serta membutuhkan keterampilan dari bidang lainnya untuk menghasilkan pelayanan yang lebih utuh.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Pdt. Yunus Bangun, M.Th (Sekretaris Umum Moderamen GBKP), Pdt. DR. Kalvinsius Ginting, M.Si (Kabid Marturia Moderamen GBKP), Pdt. Set Perangin-angin, M.Th (Kabid Diakonia Moderamen GBKP), Pdt. Liza Selvina Br Tarigan, S.Th, MM ((Kabid Koinonia Moderamen GBKP), dan Pt. Agustinus V. Ginting, SE (Bendahara Umum Moderamen GBKP) mengenai program-program yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing bidang pelayanan. Setelah itu, Rakor dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta Rakor. Dalam diskusi, semangat kolaborasi juga dikaitkan dengan kebutuhan untuk menyelesaikan persoalan jemaat dari berbagai disiplin ilmu. Setiap unit diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi saling melengkapi dalam mencapai tujuan pelayanan bersama. Dengan demikian, Rakor bukan sekadar ruang untuk menyampaikan laporan dan rencana kerja. Rakor menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelayanan, dan mempersiapkan langkah pelayanan GBKP pada tahun-tahun berikutnya dengan Tuhan tetap menjadi pusat dari seluruh karya pelayanan (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban, M.Th – Unit Humas-IT & WGM).


 


Kegiatan Lainnya