Kegiatan

Detail Kegiatan

Moderamen GBKP Bahas Persiapan Sidang Raya PGI 2029 Bersama PGI dan GKPS
Kamis, 22 Oktober 2026

Moderamen GBKP Bahas Persiapan Sidang Raya PGI 2029 Bersama PGI dan GKPS

Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menggelar rapat bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di PPOS Sukamakmur, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini membahas persiapan pelaksanaan Sidang Raya PGI tahun 2029 dan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI, termasuk koordinasi kepanitiaan, kesiapan teknis, serta penguatan identitas gereja dalam semangat oikumene.

Rapat dihadiri Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan dan Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Janhotner Saragih. Dari Moderamen GBKP, hadir Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt. Krismas Imanta Barus, Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt. Yunus Bangun, Kabid Koinonia Moderamen GBKP Pdt. Liza Selvina Br Tarigan, Kabid Marturia Moderamen GBKP Pdt. Kalvinsius Ginting, Kabid Diakonia Moderamen GBKP Pdt. Set Perangin-angin, Wakil Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pt. Enriko Fenri Tarigan, Bendahara Umum Moderamen GBKP Pt. Agustinus V. Ginting, serta Ketua Unit Humas IT & WGM Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban.

Pertemuan diawali dengan doa yang dipimpin Pdt. Yunus Bangun, kemudian dilanjutkan dengan kata pengantar oleh Pdt. Krismas Imanta Barus yang meminta arahan dari Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan tentang pelaksanaan Sidang Raya PGI dan Sidang MPL PGI. Dalam pembahasan, Sekretaris PGI Pdt. Darwin Darmawan mengapresiasi semangat GBKP yang dinilai memiliki mentalitas petani dalam mempersiapkan berbagai hal penting, termasuk penanaman pohon durian yang direncanakan apabila berhasil buah durian dapat dinikmati oleh peserta Sidang Raya PGI tahun 2029. Semangat tersebut mencerminkan ketekunan dan kesungguhan yang dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan gerejawi berskala besar.

Pdt. Darwin Darmawan menerangkan bahwa Sidang Raya PGI tahun 2029 merupakan agenda besar gereja-gereja di Indonesia yang membutuhkan persiapan matang dan koordinasi lintas gereja. Persidangan ini biasanya diikuti sekitar 2.000 peserta. Sebelum Sidang Raya, direncanakan pula Pertemuan Raya Pemuda Gereja dan Pertemuan Raya Perempuan Gereja, yang kemudian diikuti dengan Sidang MPL PGI. Besarnya skala kegiatan tersebut menuntut perhatian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari registrasi peserta, penyambutan, konsumsi, perlengkapan persidangan, hingga pengaturan pelayanan ibadah. Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses registrasi peserta yang berpotensi menimbulkan penumpukan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, sistem penerimaan peserta perlu dipersiapkan secara cermat. Penyambutan yang ramah dan penuh hospitalitas juga dinilai penting untuk memberikan kesan awal yang baik serta membangun semangat peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian persidangan. Pengaturan kehadiran peserta pada hari Minggu turut menjadi perhatian, terutama dalam mengoordinasikan distribusi peserta ke gereja-gereja di sekitar lokasi untuk mengikuti ibadah.

Dalam aspek konsumsi, Pdt. Darwin Darmawan menyarankan bahwa penyediaan makanan khas daerah dapat menjadi salah satu hal yang menarik bagi peserta yang datang dari berbagai daerah. Sajian lokal dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner masyarakat Karo dan Simalungun kepada para peserta. Ia juga menegaskan untuk menghindari penggunaan kemasan plastik untuk perlengkapan konsumsi. Hal ini untuk mendukung usaha gereja-gereja di Indonesia dalam melestarikan lingkungan.

Salah satu hal penting yang dibahas dalam rapat adalah tema yang berkaitan dengan respons gereja terhadap enam krisis, yakni krisis kebangsaan, krisis oikumene atau kesatuan gereja, krisis keluarga, krisis pendidikan, krisis ekologi atau lingkungan hidup, serta krisis revolusi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Keenam krisis tersebut menjadi ruang pergumulan yang relevan bagi gereja dalam menjalankan panggilan kesaksiannya di tengah perubahan sosial, politik, lingkungan, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, menurut Pdt Darwin Darmawan persiapan Sidang Raya PGI diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga memberi ruang bagi gereja-gereja untuk merefleksikan tanggung jawabnya dalam merespons berbagai tantangan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa momentum pelaksanaan Sidang Raya pada 2029 juga berdekatan dengan momentum politik nasional. Oleh karena itu, penting bagi gereja untuk menjaga independensi dan integritasnya. 

Ibadah pembukaan dan penutupan yang akan dilayani oleh panitia lokal menjadi kesempatan untuk menampilkan kekayaan tradisi dan identitas gereja setempat. Nuansa kontekstual Karo dan Simalungun diharapkan dapat dihadirkan dalam rangkaian ibadah sebagai wujud penghargaan terhadap budaya lokal sekaligus kesaksian iman. Kekhasan tersebut tidak hanya menjadi unsur seremonial, tetapi juga membuka ruang bagi gereja-gereja untuk saling mengenal dan belajar dalam semangat oikumene. Melalui perjumpaan lintas tradisi, persidangan diharapkan menjadi wadah yang memperkuat kesatuan tanpa menghilangkan identitas masing-masing gereja.

Dalam pertemuan tersebut, Pdt. Yunus Bangun menekankan pentingnya konektivitas antara kedua tuan rumah agar seluruh persiapan dapat berjalan secara terkoordinasi. Komunikasi yang baik antara GBKP dan GKPS diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan teknis, pembagian tanggung jawab, serta perencanaan pelaksanaan kegiatan. Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Janhotner Saragih menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut bersama GBKP masih diperlukan, terutama mengenai pengaturan tuan rumah Sidang Raya dan Sidang MPL PGI. Sebagai tuan rumah GBKP dan GKPS masih akan terus berkoordinasi dan melakukan pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada 10 November 2026, pukul 10.00 WIB. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperdalam koordinasi, termasuk pembahasan mengenai standar keuangan dan kebutuhan penyelenggaraan persidangan. Dalam rapat ini, perhatian juga diberikan pada pentingnya penyusunan laporan pelaksanaan sebagai bahan dokumentasi dan evaluasi untuk mendukung persiapan kegiatan selanjutnya. Rapat ditutup dengan doa yang dipimpin Pdt. Krismas Imanta Barus dengan harapan GBKP dan GKPS dapat menjadi tuan rumah yang baik untuk Sidang Raya PGI dan Sidang MPL PGI di tahun 2029 yang akan datang (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban - Unit Humas IT & WGM).

 

 


Kegiatan Lainnya