Moderamen Gereja Batak Karo Protestan
(GBKP) menggelar rapat bersama Persekutuan Gereja-Gereja di
Indonesia (PGI) dan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di PPOS
Sukamakmur, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini membahas persiapan pelaksanaan
Sidang Raya PGI tahun 2029 dan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI,
termasuk koordinasi kepanitiaan, kesiapan teknis, serta penguatan identitas
gereja dalam semangat oikumene.
Rapat dihadiri Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan dan
Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Janhotner Saragih. Dari Moderamen GBKP, hadir
Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt. Krismas Imanta Barus, Sekretaris Umum Moderamen
GBKP Pdt. Yunus Bangun, Kabid Koinonia Moderamen GBKP Pdt. Liza Selvina Br Tarigan, Kabid
Marturia Moderamen GBKP Pdt. Kalvinsius Ginting, Kabid Diakonia Moderamen GBKP Pdt. Set Perangin-angin, Wakil
Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pt. Enriko Fenri Tarigan, Bendahara Umum Moderamen GBKP Pt. Agustinus V.
Ginting, serta Ketua Unit Humas IT & WGM Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban.
Pertemuan diawali dengan doa yang dipimpin Pdt. Yunus
Bangun, kemudian dilanjutkan dengan kata pengantar oleh Pdt. Krismas Imanta
Barus yang meminta arahan dari Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan tentang pelaksanaan Sidang Raya PGI dan Sidang MPL PGI. Dalam pembahasan, Sekretaris PGI Pdt. Darwin Darmawan
mengapresiasi semangat GBKP yang dinilai memiliki mentalitas petani dalam
mempersiapkan berbagai hal penting, termasuk penanaman pohon durian yang direncanakan apabila berhasil buah durian dapat dinikmati oleh peserta Sidang Raya PGI tahun 2029. Semangat tersebut mencerminkan ketekunan
dan kesungguhan yang dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan gerejawi berskala
besar.
Pdt. Darwin Darmawan menerangkan bahwa Sidang Raya PGI tahun 2029 merupakan agenda besar
gereja-gereja di Indonesia yang membutuhkan persiapan matang dan koordinasi
lintas gereja. Persidangan ini biasanya diikuti sekitar 2.000 peserta. Sebelum
Sidang Raya, direncanakan pula Pertemuan Raya Pemuda Gereja dan Pertemuan Raya
Perempuan Gereja, yang kemudian diikuti dengan Sidang MPL PGI. Besarnya skala kegiatan tersebut menuntut perhatian terhadap
berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari registrasi peserta, penyambutan,
konsumsi, perlengkapan persidangan, hingga pengaturan pelayanan ibadah. Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses
registrasi peserta yang berpotensi menimbulkan penumpukan apabila tidak
dikelola dengan baik. Oleh karena itu, sistem penerimaan peserta perlu dipersiapkan
secara cermat. Penyambutan yang ramah dan penuh hospitalitas juga dinilai
penting untuk memberikan kesan awal yang baik serta membangun semangat peserta
dalam mengikuti seluruh rangkaian persidangan. Pengaturan kehadiran peserta pada hari Minggu turut menjadi
perhatian, terutama dalam mengoordinasikan distribusi peserta ke gereja-gereja
di sekitar lokasi untuk mengikuti ibadah.
Dalam aspek konsumsi, Pdt. Darwin Darmawan menyarankan bahwa penyediaan makanan khas daerah dapat menjadi salah satu hal yang menarik bagi peserta yang datang dari berbagai daerah. Sajian lokal dapat menjadi sarana
memperkenalkan kekayaan kuliner masyarakat Karo dan Simalungun kepada para
peserta. Ia juga menegaskan untuk menghindari penggunaan kemasan plastik untuk perlengkapan konsumsi. Hal ini untuk mendukung usaha gereja-gereja di Indonesia dalam melestarikan lingkungan.
Salah satu hal penting yang dibahas dalam rapat adalah tema
yang berkaitan dengan respons gereja terhadap enam krisis, yakni krisis
kebangsaan, krisis oikumene atau kesatuan gereja, krisis keluarga, krisis
pendidikan, krisis ekologi atau lingkungan hidup, serta krisis revolusi digital
dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Keenam krisis tersebut menjadi ruang pergumulan yang relevan
bagi gereja dalam menjalankan panggilan kesaksiannya di tengah perubahan
sosial, politik, lingkungan, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, menurut Pdt Darwin Darmawan persiapan Sidang Raya
PGI diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi
juga memberi ruang bagi gereja-gereja untuk merefleksikan tanggung jawabnya
dalam merespons berbagai tantangan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa momentum pelaksanaan Sidang Raya pada 2029 juga berdekatan
dengan momentum politik nasional. Oleh karena itu, penting bagi gereja untuk
menjaga independensi dan integritasnya.
Ibadah pembukaan dan penutupan yang akan dilayani oleh
panitia lokal menjadi kesempatan untuk menampilkan kekayaan tradisi dan
identitas gereja setempat. Nuansa kontekstual Karo dan Simalungun diharapkan
dapat dihadirkan dalam rangkaian ibadah sebagai wujud penghargaan terhadap
budaya lokal sekaligus kesaksian iman. Kekhasan tersebut tidak hanya menjadi unsur seremonial,
tetapi juga membuka ruang bagi gereja-gereja untuk saling mengenal dan belajar
dalam semangat oikumene. Melalui perjumpaan lintas tradisi, persidangan
diharapkan menjadi wadah yang memperkuat kesatuan tanpa menghilangkan identitas
masing-masing gereja.
Dalam pertemuan tersebut, Pdt. Yunus Bangun menekankan
pentingnya konektivitas antara kedua tuan rumah agar seluruh persiapan dapat
berjalan secara terkoordinasi. Komunikasi yang baik antara GBKP dan GKPS
diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan teknis, pembagian tanggung jawab,
serta perencanaan pelaksanaan kegiatan. Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Janhotner Saragih menyampaikan
bahwa pembahasan lebih lanjut bersama GBKP masih diperlukan, terutama mengenai
pengaturan tuan rumah Sidang Raya dan Sidang MPL PGI. Sebagai tuan rumah GBKP dan GKPS masih akan terus berkoordinasi dan melakukan pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada 10
November 2026, pukul 10.00 WIB. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi
kesempatan untuk memperdalam koordinasi, termasuk pembahasan mengenai standar
keuangan dan kebutuhan penyelenggaraan persidangan. Dalam rapat ini, perhatian juga diberikan pada pentingnya
penyusunan laporan pelaksanaan sebagai bahan dokumentasi dan evaluasi untuk
mendukung persiapan kegiatan selanjutnya. Rapat ditutup dengan doa yang dipimpin Pdt. Krismas Imanta
Barus dengan harapan GBKP dan GKPS dapat menjadi tuan rumah yang baik untuk Sidang Raya PGI dan Sidang MPL PGI di tahun 2029 yang akan datang (Pdt. Bertha Wandasari Sinukaban - Unit Humas IT & WGM).